
Julia merasakan tatapan mata Lisbet menatapnya tidak senang, saat Pelayan menaruh nasi ke piring Julia.
Lucas mengambil ikan, dan menaruhnya ke piring Julia.
Trang!
Terdengar suara sendok di letakkan dengan kasar ke piring.
Semua mata melihat ke arah Lisbet.
"Kenapa musti kamu yang melayani dia Lucas, keterlaluan! kamu adalah seorang Ceo yang dihormati banyak orang, kenapa kamu begitu bodohnya tunduk pada gadis tidak jelas ini, memangnya dia tidak bisa mengambil sendiri lauknya, kenapa harus kamu mengambil untuknya!" bentak Lisbet dengan suara lantang.
Semua yang ada di meja makan itu, terkejut mendengar bentakan Lisbet tersebut.
Lucas benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan sikap arogan Ibunya, terlalu cemburu yang tidak masuk akal.
Trang!
Lucas meletakkan sendoknya juga dengan kasar ke piringnya.
"Mau makan atau mau ngajak bertengkar sebenarnya Mama?" tanya Lucas dengan nada tajam memandang Ibunya dengan kesal.
"A..apa maksudmu Lucas, kamu marah pada Mama karena tidak suka dengan tindakanmu ku tegur?" sahut Lisbet dengan mata terbelalak memandang Lucas tidak percaya.
"Mama kamu benar Lucas, kamu sepertinya telah diperdaya oleh gadis itu!" sahut Dina, Ibunya Miranda.
__ADS_1
"Tante jangan ikut campur urusan rumah tangga ku, memangnya salah kalau aku memanjakan istriku sendiri, dia adalah milikku, tentu saja aku punya cara tersendiri untuk membuat istriku bahagia, apa urusannya dengan kalian!" ujar Lucas mulai menaikkan nada suaranya.
Lisbet dan Dina terdiam mendengar apa yang di katakan Lucas tersebut.
Meja makan sesaat terasa hening.
"Banyak orang di sini, kenapa kamu membuat seolah-olah kami tidak ada di sini, apa itu yang diinginkan gadis itu untuk memperlihatkan, kalau kamu lebih memilih dia ketimbang orang tuamu?" sahut Lisbet kemudian setelah suasana meja makan tadi hening sebentar.
"Lisbet! cukup sudah! kamu sebagai Mama terlalu mengatur kehidupan putramu yang sudah menikah, kamu sungguh cerewet!" bentak Piter.
Ayah Lucas tersebut sudah tidak tahan juga dengan sikap istrinya, yang sudah semakin tidak terkendali.
"Hah!" mata Lisbet terbelalak memandang ke arah suaminya, tidak percaya suaminya memarahi dirinya.
"Aku sudah tidak berselera lagi makan, terlalu berisik, aku mau makan di luar saja dengan kekasihku!" Adelia mendorong kursinya ke belakang, lalu bangkit dan kemudian keluar dari ruang makan tersebut.
"Kalau Mama tidak suka denganku dan anakku, tolong jangan berteriak dan menghinaku sesuka hati Mama, tanpa Mama tahu siapa aku sebenarnya, aku bukanlah wanita matre!" tiba-tiba Julia bersuara, dan langsung menegur Ibu mertuanya.
"Ka..kamu! siapa kamu berani sekali bicara padaku?!" sahut Lisbet semakin mengganas.
"Itu benar, aku setuju apa yang di katakan kakak ipar, lidah Mama itu terlalu tajam, asal sembarang bicara, tidak di saring dulu apa yang mau dikatakannya!" sahut Adelia yang menghentikan langkahnya, saat mendengar Julia bicara.
"Kamu dasar tidak sopan! Tante Lisbet adalah Nyonya Besar di rumah ini, memangnya kamu siapa, lancang sekali menasehati Nyonya Besar keluarga Silvester!" sahut Miranda memandang Julia tajam, tiba-tiba saja berdiri dari kursinya.
"Tutup mulutmu! jangan ikut campur, kamu hanyalah sepupu jauh ku, kamu seharusnya tidak boleh lagi datang ke rumah Silvester, jangan buang waktumu untuk datang ke mari lagi, aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku!" sahut Lucas dengan ketus kepada Miranda, dia merasa Miranda semakin besar kepala karena Ibunya menyukai wanita itu.
__ADS_1
"Dengar itu! jangan tebar pesona lagi, dasar kamu tidak punya rasa malu!" sahut Adelia dengan senyuman mengejek ke arah Miranda.
"Adelia!!" teriak Lisbet spontan berdiri memandang Adelia dengan tajam.
Trang!
"Mama! Ayo pulang, aku tidak mau makan di rumah Kakek lagi, sungguh menyeramkan, aku dari tadi sudah lapar, tapi tidak bisa makan karena berisik sekali!" tiba-tiba Harry meletakkan sendoknya dengan kencang ke piringnya.
"Lain kali jangan panggil aku untuk makan bersama kalian, gara-gara cemburu Mama yang berlebihan, anakku yang masih kecil bisa terkena sakit mag karena terlambat makan!" sahut Lucas.
Pria itu berdiri dari kursinya, lalu meraih Harry, dan kemudian menggendongnya.
"Kami pulang saja, sampai tengah malam keributan ini tidak akan selesai, istri dan putraku sudah kelaparan mendengar bentakan Mama yang tidak berhenti dari tadi!" sahut Lucas memandang Ibunya dengan kesal.
Lucas kemudian meraih tangan Julia, dan menarik Julia untuk bangkit berdiri.
"Ayo sayang!" ujar Lucas kepada Julia.
"Lucas!!" teriak Lisbet dengan kencang.
Cara memanggil Lucas kepada istrinya itu, membuat Lisbet semakin meradang penuh emosi.
Piter hanya bisa geleng-geleng kepala saja, melihat tingkah istrinya yang terlalu cemburu kepada istri putranya itu.
Bersambung.....
__ADS_1