
Lucas tanpa sadar meremas pinggang Julia, merasa sakit hati melihat Julia menggelengkan kepalanya.
Sepertinya Julia tidak mempercayai penjelasannya.
Julia meringis merasakan remasan tangan besar Lucas di pinggangnya, terasa begitu kuat ditekan oleh Lucas.
"Sakit!" gumam Julia memegang tangan Lucas yang meremas pinggangnya.
Wajah Julia terlihat meringis menahan sakit, di tatapnya wajah Lucas yang terlihat kesal.
"Kamu tidak mempercayai penjelasanku?" tanya Lucas menatap Julia dengan nada kecewa.
"Apa? memangnya aku ada mengatakan aku tidak percaya?" Julia merasa heran dengan pertanyaan Lucas.
"Barusan kamu menggelengkan kepala, jadi apa itu maksudnya? bukankah itu tandanya kalau kamu itu tidak percaya padaku?"
"Oh!" Julia tersadar dengan gelengan kepalanya tadi, "Bukan begitu, aku hanya teringat sesuatu saja, makanya menggelengkan kepala!"
Tiba-tiba pintu ruang baca Lucas terbuka, dan muncullah dari balik pintu wajah seorang anak lelaki kecil, dan kemudian melangkah masuk ke dalam ruangan itu.
"Papa, Mama! ternyata kalian ada di sini, aku mencari kalian!" sahut Harry melangkah cepat dengan kaki pendeknya, menghampiri Julia dan Lucas, yang posisi Julia masih di atas pangkuan Lucas.
Harry naik ke atas sofa, lalu masuk ke sela-sela ke dua orang tuanya itu.
"Aku juga mau di pangku sama Papa!" ujar anak kecil imut itu dengan manja.
Kini Harry ikut duduk di pangkuan Lucas, di depan Julia, dan kemudian memeluk Lucas.
__ADS_1
Melihat Harry yang ikut bergabung duduk di pangkuannya, Lucas tersenyum lebar, terlihat senang.
Perasaannya begitu bahagia, inilah keluarganya, miliknya sendiri.
Lucas memeluk dua orang beda usia yang ada di pangkuannya itu.
Julia memeluk putranya itu, yang memeluk Lucas dengan erat.
"Putraku" gumam Lucas tersenyum senang, lalu mengecup puncak kepala Harry.
"Mama manja sekali, sudah besar kenapa duduk di pangkuan Papa?" tanya Harry dengan polosnya.
Julia hampir saja tertawa mendengar ocehan anaknya itu, siapa yang mau duduk di pangkuan pria yang membuat hati tadinya begitu kesal! pikir Julia sembari terus tersenyum.
Lucas melihat senyuman Julia, menjadi salah paham dengan senyuman Julia tersebut.
Tangan Lucas semakin erat memeluk dua orang di pangkuannya itu, yang sudah membuat hatinya menjadi seorang pria yang memiliki komitmen.
"Papa, kenapa tadi malam tidak pulang? apa benar terlalu banyak pekerjaan di kantor, sehingga Papa tidak bisa meninggalkannya, seperti yang dikatakan Mama?" tanya Harry dengan polosnya, lalu menegakkan tubuhnya menengadahkan wajahnya melihat Ayahnya itu.
Lucas terdiam mendengar pertanyaan putranya tersebut, lalu menatap Julia yang memandang Harry.
Lucas tidak bisa berkata apa lagi, untuk mengungkapkan perasaan bersalahnya pada keluarga kecilnya itu.
Julia menyelamatkan dirinya dari pertanyaan putra mereka, tentang keberadaan dirinya yang tidak pulang ke rumah.
"Maafkan Papa nak, lain kali Papa akan tinggalkan, dan cepat pulang ke rumah!" ucap Lucas mengelus kepala Harry dengan lembut.
__ADS_1
"Iya Pa, jangan ingkar janji lagi ya, sampai aku kelaparan menunggu Papa, lama sekali pulangnya!" kata Harry mengungkapkan, makan malam yang terlambat tadi malam, karena menunggu Lucas.
Kembali Lucas memeluk dua orang yang duduk di pangkuannya itu, perasaannya benar-benar sangat bersalah sekali.
"Maafkan Papa nak" gumamnya dengan perasaan yang begitu menyesal.
"Aku sudah masuk sekolah hari ini Pa, apakah besok Papa ikut bersama Mama mengantar aku pergi sekolah?" tanya Harry dengan bersemangat.
Anak kecil umur empat tahun itu, terlihat begitu berbinar memandang Ayahnya dengan penuh harap.
"Tentu Nak, Papa akan ikut mengantarkan mu pergi ke sekolah!" ujar Lucas tersenyum lebar seraya mengelus kepala Harry.
"Horeee...!" Harry mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.
Lucas tersenyum senang melihat kegembiraan putranya itu.
"Oh ya, Papa tahu tidak, bukan Papa saja yang memiliki nama 'Lucas', ternyata banyak yang mempunyai nama 'Lucas'!" ujar Harry dengan nada bersemangat, anak kecil itu, ingin bercerita kepada Ayahnya dengan banyak hal yang dia ketahui.
"Nak, sepertinya Papa sudah capek memangku kita, Ayo turun!" sahut Julia kemudian mencoba untuk turun dari pangkuan Lucas.
Tapi tangan Lucas masih erat memeluk pinggang Julia.
"Kenapa kamu bisa bilang seperti itu nak? memangnya siapa lagi yang memiliki nama yang sama dengan nama Papa?" tanya Lucas penasaran dengan cerita putranya itu.
Pria itu merasa curiga pada Julia, yang buru-buru ingin membawa Harry pergi.
Lucas merasa, kalau Julia menyimpan sesuatu lagi padanya, dan tidak ingin Harry memberitahukan kepadanya.
__ADS_1
Bersambung.....