
Taksi yang membawa Julia dan Harry berhenti di sebuah taman bermain, tapi taman itu ternyata untuk sementara di tutup, karena sedang dalam perbaikan.
"Nak, tamannya di tutup, kita tidak bisa bermain, kita batal bermain di taman!" ujar Julia memandang taman yang di tutup.
"Iya Ma, ternyata sedang dalam perbaikan!" sahut Harry kecewa.
"Kalau sudah selesai, kita akan datang ke mari lagi untuk bermain, sekarang kita langsung saja pergi makan siang ya?"
"Iya Ma!"
"Pak sopir, tolong antar kami ke alamat ini!" Julia memberikan secarik kertas kepada sopir taksi.
"Baik Nyonya!" sopir itu melihat alamat yang di berikan Julia.
Dulu, tiga tahun lalu, saat Julia masih merintis restorannya di kota tempat pelariannya, seorang pelanggan yang berkunjung ke kota tersebut, sangat mengagumi Julia.
Seorang wanita lima puluhan, yang juga pengelola sebuah restoran, memberikan tips kepada Julia untuk membuat restorannya, agar bisa menjadi restoran yang berkualitas.
Berkat wanita itu, restoran Julia menjadi berkembang dan memiliki banyak pelanggan.
Saat akan kembali ke Ibu kota, wanita itu memberikan alamat restorannya kepada Julia.
Wanita itu berharap agar suatu saat, kalau Julia kembali lagi ke Ibu kota, mau kiranya untuk berkunjung ke restorannya.
Taksi berhenti di sebuah restoran mewah, yang hampir sama dengan restoran bintang lima, saat Julia di bawa Lucas makan siang, dan bertemu dengan sepupunya.
"Apakah benar ini alamat yang saya berikan Pak?" tanya Julia kepada sopir taksi.
"Iya Nyonya, ini alamatnya!"
"Baiklah Pak, terimakasih!" sahut Julia, lalu membuka pintu taksi setelah membayar ongkos mereka.
Dengan ragu Julia masuk ke dalam restoran, dan mengedarkan pandangannya ke seluruh restoran tersebut.
Restoran full AC dan sangat mewah.
Dengan erat, Julia menggenggam tangan Harry.
"Ayo nak!"
__ADS_1
Julia berjalan menuju bagian pemberitahuan dan informasi, di sudut bagian pintu lobby restoran.
"Permisi, maaf, bolehkah saya bertemu dengan Nyonya Laura?" tanya Julia pada seorang pria yang bertugas di sana.
"Nyonya Laura kebetulan berdiri di sana!" sahut pria itu menunjuk ke arah seorang wanita berusia lima puluhan ke atas, sedang berbicara dengan seorang pelanggan restoran tersebut.
"Oh, terimakasih kak!" ucap Julia sopan.
Pria itu hanya menganggukkan kepalanya merespon ucapan Julia.
Julia membawa Harry menghampiri wanita itu, dan pertepatan sekali wanita itu menoleh ke arah Julia.
Mereka saling memandang, dan Julia memberikan senyuman ramahnya kepada wanita itu.
Dan tiba-tiba, wanita itu baru tersadar siapa gadis yang sedang di pandangnya itu.
"Julia!" sahutnya kencang.
"Nyonya Laura!" sahut Julia juga sembari semakin melebarkan senyumannya.
Wanita itu langsung bergegas, dengan langkah cepat menghampiri Julia.
Dan kemudian memeluk Julia dengan eratnya, dan Julia juga memeluk wanita itu dengan erat.
"Aku sibuk merintis restoran baru lagi di ibu kota!" kata Julia.
Wanita itu melepaskan pelukannya, dan memandang Julia dengan lekat.
"Benarkah?"
"Iya!" Julia menganggukkan kepalanya.
"Ini siapa? jangan katakan ini bayimu yang lucu itu!" wanita itu memandang Harry yang diam saja sedari tadi, berdiri di samping Julia, memperhatikan Ibunya itu berpelukan dengan wanita yang tidak dikenalnya.
"Iya, ini Harry, putraku!"
"Astaga! dia sudah besar ya, dan sudah tinggi juga!" wanita itu berjongkok untuk memandang Harry.
Harry dengan tenang menatap wanita itu, sementara yang di tatap semakin gemas saja melihat wajah Harry yang terlihat imut.
__ADS_1
"Dulu masih kecil sekali, sekarang sudah besar, halo nak, sini Nenek peluk!" wanita itu meraih Harry, lalu memeluknya dengan gemas.
"Apa kabarmu nak?" tanya wanita itu mengelus kepala Harry.
"Kabarku baik Nek!" jawab Harry pelan, dia seperti bingung untuk menjawab wanita itu.
"Dia teman Mama waktu tinggal di kota tempat kelahiranmu nak!"
Setelah mendengar penjelasan Ibunya, Harry baru mengerti.
Wanita itu kembali mengelus kepala Harry, lalu mengecupnya dengan lembut.
"Setelah besar, dia terlihat jadi sangat tampan!" ujar wanita itu dengan mata berbinar menatap Harry.
Harry diam saja di amati oleh wanita itu, membiarkan pipinya di elus dan di cubit dengan gemas.
"Kami ingin makan siang disini!" sahut Julia.
"Oh, iya ini waktunya makan siang, Ayo mari sini!" wanita perlahan meraih Harry, lalu menggendong putra Julia tersebut.
Harry diam saja di gendong wanita itu, dia sepertinya nyaman dengan Nyonya pemilik restoran itu.
Julia di bawa menuju sebuah meja tiga kursi, di sudut restoran dekat sebuah aquarium besar.
"Nah, disini kosong, tunggulah sebentar, aku akan menyajikan menu andalanku padamu, dan aku ingin tahu bagaimana penilaian mu setelah mencicipinya nanti!" kata Nyonya Laura, lalu meletakkan Harry duduk di kursi.
Kemudian dia pun pergi, untuk menyiapkan menu andalannya untuk di sajikan buat Julia dan putranya.
Julia mengedarkan pandangannya ke seputar restoran milik Nyonya Laura tersebut, terlihat begitu luas dan mewah.
Pelanggan restoran tersebut terlihat banyak juga, sementara Harry, memandang aquarium di sampingnya, aquarium berisi berbagai macam ikan kecil dan besar.
Sangat indah.
Mata Julia yang tengah memandang suasana restoran milik Nyonya Laura tersebut, tanpa sengaja memperhatikan sosok seorang pria yang sepertinya dia kenal.
Duduk di tengah restoran, tidak jauh dari tempat mereka duduk.
Sesaat Julia terpaku memandang pria itu, sedang duduk dengan seorang wanita cantik, dan dua pria lainnya di depan pria itu.
__ADS_1
Julia mengedipkan matanya, merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Bersambung.....