
Harry meletakkan alat tulis tabletnya ke atas meja, walaupun Harry sibuk dengan apa yang di pegangnya, telinganya mendengar apa yang di bicarakan oleh ke dua orang tuanya.
Harry melihat Ayahnya meminta maaf kepada Ibunya, Ayahnya merasa bersalah kepada Ibunya.
"Jadi karena itulah kamu berjuang sendirian untuk masa depan kalian berdua?" tanya Lucas masih mendekap Julia dalam pelukannya.
"Ya!"
Lucas memejamkan matanya untuk menenangkan perasaannya yang terasa sesak, gadis yang masih muda, dengan tubuh yang mungil mengandung anaknya, berjuang sendirian menjalani kehidupannya yang keras tanpa rasa mengeluh, sungguh gadis yang berani.
"Dan, kamu belajar sendiri membuka restoran tanpa bantuan orang lain?"
"Tina membantuku, dia menjadi asistenku mengelola restoran dengan uang bayaran yang kamu berikan!"
"Julia!" sontak Lucas melepaskan dekapannya, "Ku mohon jangan lagi singgung soal uang itu, sebagai bayaran atas apa yang telah ku lakukan padamu!"
Lucas mencengkram bahu Julia dengan erat, itu kesalahan yang tidak ingin diingatnya lagi.
"Jadi aku harus bilang apa mengenai uang itu, karena kenyataannya memang...uph!"
Tiba-tiba Lucas membungkam bibir Julia dengan bibirnya, menutup mulut Julia yang ingin mengatakan hal yang tidak ingin di dengar Lucas lagi.
Tindakan Lucas itu membuat Julia terkejut, dan Lucas juga sama kagetnya, karena ingin membuat Julia jangan bicara lagi, tanpa sadar dia menutup mulut Julia dengan bibirnya.
Sesaat Julia tidak bergerak, begitu juga dengan Lucas, bibirnya masih menempel di bibir Julia.
Mata mereka saling menatap satu sama lain, dan tangan Lucas masih mencengkram bahu Julia.
__ADS_1
Bibir lembut Julia begitu lembut tersentuh bibir Lucas, dan sesaat Lucas pun hilang kendali karenanya.
Perlahan Lucas membuka bibirnya, dan mulai mencium bibir Julia dengan lembut.
Matanya pun perlahan terpejam menikmati bibir lembut milik Julia, dan Julia sendiri tidak bergerak di tempatnya.
Seperti terkena hipnotis, Julia perlahan ikut memejamkan matanya menikmati ciuman lembut Lucas.
Tangan Lucas perlahan menarik tengkuk Julia untuk memperdalam ciumannya, dan tangannya yang satu lagi memeluk pinggang Julia.
Lucas merapatkan tubuh Julia ke tubuhnya, dan semakin memperdalam ciumannya.
Lidah Lucas perlahan mulai menyusup masuk ke sela-sela bibir Julia, dan merasakan lidahnya bersentuhan dengan lidah Julia, membuat tubuh Lucas seperti terkena sengatan listrik.
Sengatan yang begitu menyenangkan, membuat perutnya berpendar seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di sana.
Dan Julia tanpa sadar membalas ciuman Lucas, dan itu membuat Lucas semakin serasa merasa terbang begitu bahagianya.
Tangannya semakin menarik tengkuk Julia, dan tangannya yang satu lagi memeluk pinggang Julia, menarik semakin merapat ke tubuhnya.
Dan Julia tanpa sadar meletakkan ke dua tangannya ke atas bahu Lucas, membuat Lucas semakin melayang.
"Papa! apa yang Papa lakukan pada Mama?" terdengar suara Harry membuyarkan ciuman mereka yang begitu menghanyutkan.
Spontan mereka membuka mata, terkejut dengan apa yang terjadi, dan wajah Julia pun memerah merasa malu.
Dalam hati, Julia mengutuk kebodohannya yang membalas ciuman Lucas, dan tanpa sadar menikmatinya.
__ADS_1
Harry menatap ke dua orang tuanya yang terlihat malu-malu, dan kemudian perlahan mereka menjauhkan diri satu sama lain.
"Pa..Papa hanya ingin menunjukkan rasa sayang Papa pada Mamamu nak, kalau Papa mencintai Mama!" ujar Lucas, tapi tangannya enggan untuk dia tarik dari pinggang Julia.
"Benarkah?" tanya Harry menatap Ayahnya sembari menyipitkan matanya memandang Ayahnya penuh selidik.
"Iya, Papa sangat mencintai Mama, jadi Papa tidak bisa mengendalikan diri Papa untuk mengungkapkannya dengan mencium Mama!" kata Lucas dengan nada yang penuh keyakinan menjelaskan pada putranya itu.
Sementara Julia di tempatnya tidak mempercayai apa yang di dengarnya, ungkapan kata cinta Lucas, membuat Julia tidak bergerak di tempatnya.
Mata Julia menatap mata Lucas dengan begitu lekatnya, dia merasa tidak percaya sama sekali dengan apa yang di katakan Lucas.
"Begitukah? jadi aku juga kalau ingin mengungkapkan rasa cinta sama Mama, harus mencium bibir Mama?" tanya Harry dengan polosnya, karena menurutnya itu tidak pantas.
"Tidak nak, hanya Papa yang boleh melakukan itu, mencium bibir Mama hanya Papa yang pantas melakukannya!" sahut Lucas menjelaskan tentang mencium di mana, dan siapa yang boleh melakukannya.
"Iya, aku juga merasa seperti itu!" Harry mengangguk tanda mengerti.
"Pintar anak Papa!" Lucas mengelus kepala Harry dengan lembut.
Sementara Julia masih terdiam di tempatnya, pipinya semakin merona saat Lucas memandang padanya.
"Sayang" gumam Lucas tersenyum menatap wajah Julia yang memerah.
Julia mengedipkan matanya memandang Lucas yang tengah tersenyum padanya.
Bersambung.....
__ADS_1