Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 41.


__ADS_3

Tante Julia begitu teringat akan maksud tujuan mereka, ingin mendapatkan uang satu miliar.


"Mana si bodoh itu, kenapa dia tidak datang! gadis bodoh itu takut ya!" teriak Ibunya Gina sembari berdiri dengan angkuh menghadap pada Edward.


"Siapa yang anda sebut si bodoh Nyonya?" sahut Edward menatap tajam wanita tua itu.


"Siapa lagi kalau si Julia perempuan bodoh itu! keterlaluan dia menganiaya sepupunya, panggil dia! jangan main perantaraan melalui orang lain, dia punya hutang banyak sama saya, panggil dia!" sahut Ibunya Gina dengan suara kencang.


"Memangnya ada bukti kalau Nyonya saya melakukan kekerasan pada putri anda?" sahut Edward masih dengan keadaan tenang menghadapi ke dua wanita yang penuh drama tersebut.


"Nyonya? anda memanggil si bodoh itu Nyonya? apa anda tidak salah panggil pada perempuan bodoh itu? perempuan miskin yang sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi itu, astaga!" Ibu Gina mendelik memandang Edward, lalu kemudian menepuk jidatnya merasa kalau Edward begitu bodoh, bisa-bisanya gadis yatim piatu itu di panggil dengan sebutan 'Nyonya'.


"Karena dia memang Nyonya saya, istri dari Bos saya!" sahut Edward dengan datar memandang Ibu Gina dengan santai.


"Apa?!" ke dua wanita itu sangat kaget mendengar Julia istri dari Bos lelaki kaya di depan mereka tersebut.


Berarti selama ini Julia tinggal dengan seorang pria kaya, pantas saja dia bisa di ajak makan di restoran kelas atas yang super mahal.

__ADS_1


Gina dan Ibunya tanpa sadar menelan ludah, tidak percaya kalau kehidupan Julia lebih baik dari kehidupan mereka yang sangat susah.


"Pak Polisi, saya datang ingin melaporkan sesuatu, saya datang mewakili restoran Diamonds, menuntut atas kerugian yang di timbulkan oleh Nona Gina Sheren!" sahut Edward menghadap pada petugas Polisi.


"Hah! Apa?!" Gina dan Ibunya terkejut bukan main mendengar Edward datang ke ruang interogasi, ternyata ingin melaporkan juga.


"Pihak restoran Diamonds menuntut Gina Sheren, karena membuat keributan di lobby restoran, sehingga para pelanggan restoran merasa terganggu, lalu membatalkan reservasi yang telah di pesan, dan pihak restoran sangat rugi besar karena pelanggan tetap mereka tidak mau makan lagi di restoran tersebut!" sahut Edward menjelaskan.


"Hah! itu tidak benar! itu semua karena Julia, dia menabrak aku dan tidak meminta maaf padaku!" teriak Gina histeris, tidak terima kalau dirinya penyebab kekacauan yang terjadi di lobby restoran.


"Ini rekaman cctv, barang bukti kalau Nona Gina Sheren melakukan keributan!" Edward menyerahkan sebuah flashdisk kepada petugas Polisi.


Tanpa sadar dia berlari ingin merebut flashdisk itu dari tangan petugas Polisi yang di serahkan Edward.


"Tidak! itu bohong! itu palsu, itu bukti palsu!" teriak Gina panik.


Saat tangannya ingin merampas flashdisk itu, petugas lain dengan cepat menangkapnya.

__ADS_1


Ibu Gina terbengong melihat apa yang di lakukan putrinya tersebut, dia merasa ada yang salah di sini.


Petugas Polisi memutar flashdisk yang di berikan Edward, dan mereka pun melihat hasil rekaman cctv.


"Nona Gina, anda yang sebenarnya bersalah, karena itulah anda mendapat bekas lebam di pergelangan tangan anda!" sahut Pak Polisi.


"Tidak! itu salah, itu bukan aku, anda harus melihat rekaman cctv itu dengan benar Pak Polisi!" teriak Gina dengan histeris, dia benar-benar panik, tidak terpikir kalau restoran memiliki kamera cctv.


Ibu Gina di tempatnya tidak bisa bergerak, dia seperti orang bodoh melihat putrinya berteriak-teriak membela diri.


"Pihak restoran menuntut kerugian sebesar dua miliar, karena ulah Nona Gina menghilangkan keuntungan mereka sebesar lima miliar, beberapa pelanggan mereka yang akan makan siang membatalkan reservasi mereka saat memasuki restoran!" ujar Edward lagi menjelaskan.


"Apa?!" Ibu Gina sudah mau pingsan mendengar nominal kerugian yang di sebabkan oleh ulah putrinya itu.


Tubuh wanita itu terduduk dengan lemas ke kursi, tidak bisa berkata-kata lagi.


Ingin mendapatkan uang satu miliar, malah di tuntut dua miliar.

__ADS_1


Mimpi apa dia semalam, kenapa bisa mengalami hal seperti ini.


Bersambung......


__ADS_2