
Saat mobil akan mendekati villa, telepon Lucas bergetar.
Setelah melihat nama pada layar ponselnya, Lucas menerima panggilan tersebut.
"Halo!" sahut Lucas, dan kemudian mendengarkan apa yang disampaikan seseorang di seberang sana.
Lucas kemudian mematikan ponselnya.
"Nak, Papa hanya mengantarkan kalian sampai pintu gerbang, karena ada urusan mendesak yang harus Papa tangani, Papa akan pulang sebelum makan malam, oke?" sahut Lucas mengelus kepala Harry.
"Oke Pa!" jawab Harry sembari menganggukkan kepalanya.
Lucas menoleh kepada Julia yang tidak terpengaruh dengan urusan apa yang akan ditangani Lucas, gadis itu terlihat memandang ke luar mobil.
"Julia!" panggil Lucas.
"Ya!" jawab Julia dengan tenang, lalu menoleh memandang Lucas dengan tatapan biasa-biasa saja.
"Aku tidak ikut turun dengan kalian, aku ada urusan mendesak yang harus ku urus!"
"Baiklah!" jawab Julia dengan nada yang tenang.
"Kamu tidak bertanya urusan apa yang harus ku tangani?" tanya Lucas menatap Julia dengan lekat.
Julia angkat bahu, sepertinya dia tidak perduli, karena Lucas seorang Ceo, tentu saja banyak yang harus di urusnya.
Sebelum mereka menikah, pria itu juga pasti sibuk sampai pulang larut malam, kenapa harus perlu di pertanyakan lagi urusan apa yang harus di selesaikan nya?
Dan lagi pula, mereka belum begitu akrab sekali, keterikatan mereka hanya karena adanya Harry di antara mereka.
__ADS_1
"Aku akan pulang sebelum jam tujuh, dan ini..!" sahut Lucas, lalu memberikan sebuah ponsel kepada Julia.
Julia memandang ponsel yang di berikan Lucas tersebut, sepertinya ponsel keluaran terbaru dan mahal.
"Aku punya ponsel sendiri!" kata Julia menolak ponsel yang di berikan Lucas.
"Kalau begitu, kemari kan ponselmu!" ujar Lucas menyodorkan telapak tangannya.
"Untuk apa?" tanya Julia heran.
"Aku akan menyimpan nomorku di ponselmu!" jawab Lucas.
Dengan ragu, Julia mengambil ponselnya dari dalam tas kecilnya, lalu memberikannya kepada Julia.
Lucas menerima ponsel Julia tersebut, dan ternyata masih terkunci.
"Password nya?" tanya Lucas karena tidak bisa membuka ponsel Julia.
Julia memberikan ponselnya yang sudah terbuka, dan di layar ponselnya terlihat foto Julia saat gadis itu berusia dua puluh tahun, terlihat sangat muda sekali.
Hanya ada perbedaan sedikit dengan usianya yang sekarang, masih tetap saja terlihat masih muda walau Julia telah melahirkan seorang putra.
"Boleh aku mendapatkan foto ini?" tanya Lucas menunjuk foto Julia tersebut.
"Tidak!"
"Kenapa?"
"Itu foto saat aku masih muda, itu milik pribadi ku!" sahut Julia, tidak berniat memberikannya kepada Lucas.
__ADS_1
"Baiklah!" Lucas menyerah untuk meminta foto Julia, yang menjadi wallpaper layar utama ponsel Julia tersebut.
Dia berharap suatu saat nanti, Julia pasti akan memberikan foto itu kepadanya.
Lucas menuliskan nomor ponselnya di kontak ponsel Julia.
"Itu nomorku, kamu bisa menghubungi aku langsung dengan nomor itu!" kata Lucas, lalu menyerahkan kembali ponsel Julia.
"Baik!" jawab Julia singkat, kemudian tangannya menerima kembali ponselnya.
Sesampai di villa, dua orang pelayan menurunkan belanjaan Harry dari dalam mobil.
Setelah menurunkan Julia dan Harry, kemudian Lucas dan Edward pergi meninggalkan villa.
"Ayo masuk nak!" sahut Julia mengelus kepala Harry yang memandang kepergian mobil Lucas, mobil sudah tidak terlihat lagi.
Harry mengikuti langkah Julia masuk ke dalam villa.
Belanjaan Harry telah di masukkan kedua pelayan tadi ke dalam kamar Harry, dan diletakkan di atas tempat tidur.
"Nak, Ayo kita susun pakaian yang baru kamu beli!" ujar Julia memandang paper bag yang diletakkan di atas tempat tidur.
"Iya, Ayo Ma!" sahut Harry bersemangat.
Mereka kemudian menyusun pakaian yang baru di beli tadi ke dalam walk in closet
Selesai menyusun pakaian Harry, Julia membantu Harry untuk mandi.
Sekarang mereka sudah rapi, dan Julia mengajak Harry untuk menonton tivi untuk menunggu waktunya makan malam.
__ADS_1
Bersambung.....