
Melihat Bosnya masih mode mematung, Edward terpaksa berdehem untuk membangunkan ke sadaran Bosnya itu.
"Ehem! Tuan, anda baik-baik saja kan?" tanya Edward.
"Eh!" Lucas mengedipkan matanya, akhirnya tersadar mendengar suara Edward.
Edward melirik Lucas dari kaca spion.
"Apakah kita lanjut ke kantor, atau anda mau turun menemui Nyonya?" tanya Edward.
Sepertinya Lucas belum sepenuhnya tersadar dari hipnotis Julia.
"Eh, itu...Ayo jalan, kita ke kantor!" sahut Lucas mengedipkan matanya.
Lucas kemudian membenarkan letak duduknya, lalu memandang keluar mobil.
Perlahan sudut bibir Lucas menyunggingkan senyuman senang, dan matanya terlihat berbinar-binar.
Ternyata bukan hanya wanita saja yang bisa merasa serasa terbang, dan tersipu melamunkan orang yang di sukainya.
Seorang pria juga bisa seperti itu.
Apakah aku harus membawanya kencan malam ini? hanya kami berdua saja? pikir Lucas mulai berpikir.
Kami tidak pernah berpacaran, kami langsung menikah karena Harry, dan lagi pula, aku yang duluan jatuh cinta padanya! bisik hati Lucas.
Atau, aku bawakan saja seikat bunga untuknya, atau membawanya pergi berbulan madu?
Oh, iya! kami belum melakukan resepsi pernikahan kami, aku akan tanyakan nanti padanya mengenai soal resepsi pernikahan, apakah dia ingin yang istimewa, atau yang super istimewa?
__ADS_1
Berbagai bisikan, dan pikiran berkecamuk di dalam diri Lucas.
Dia terlihat begitu bersemangat dan sangat bahagia.
Oh, atau aku terlebih dahulu membawa dia berbelanja dulu, pakaian edisi terbatas, agar orang-orang tidak memandang rendah istriku! bisik hati Lucas lagi.
Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti nya lagi, dia adalah Ibu dari anakku, semoga saja dia mau menerima pemberianku! pikir Lucas.
Lucas terus saja berpikir sepanjang jalan sampai ke kantor.
"Sudah sampai Tuan!" sahut Edward melirik kaca spion, melihat Lucas yang masih melamun.
Lucas mengedipkan matanya, dia baru tersadar, kalau dia sudah sampai di gedung kantor nya.
"Ehem!"
Lucas berdehem membenarkan penampilan dan dan raut wajahnya.
Setelah itu Lucas pun turun, dan melangkah masuk ke dalam lobby gedung kantornya.
Semua mata wanita seperti biasa, mencuri-curi pandang ke arah Lucas, dan wajah datar Lucas terlihat dingin seperti biasanya, membuat mata para wanita itu meradang merasa terpesona.
Wajah datar Lucas, bukannya menyeramkan, tapi malah membuat dirinya semakin terlihat tampan.
Wanita-wanita itu hanya bisa menghayal saja dalam pikiran mereka, Lucas seorang Ceo yang tidak bisa di dekati.
Dengan langkah tenang Lucas menuju lift khusus, diikuti Edward dari belakang.
Semua karyawan yang ada di daerah dekat lift VIP, cepat-cepat menyingkir begitu melihat Lucas.
__ADS_1
Sementara itu di restoran, Julia memantau kembali resep baru yang di buatnya.
"Lumayan, banyak pelanggan sudah mulai memesan makanan pembuka yang kamu buat, lihat!" Tina sebagai Manejer restoran yang mereka kelola bersama, memperlihatkan buku pesanan yang sebentar lagi akan ramai, untuk makan siang di restoran mereka.
"Syukurlah, semoga kedepannya, kita tambah lagi menu yang baru lagi, agar pelanggan tidak merasa bosan dengan menu itu-itu terus!" ujar Julia.
"Bagaimana dengan mu, apakah hubungan kalian sudah lebih baik lagi?" tanya Tina.
"Iya, sudah lumayan lebih dekat!" jawab Julia.
"Apakah benar dia memiliki hubungan dengan wanita itu?" tanya Tina lagi.
"Tidak, wanita itu yang mencintai Lucas, sedangkan Lucas tidak ada sedikitpun menyukai wanita itu!"
Tina terkikik mendengar jawaban Julia tersebut.
"Ternyata dia hanya menghayal saja memiliki hubungan dengan suamimu, astaga! ada perempuan kayak gini ya, dasar pelakor! menginginkan pria yang sama sekali tidak menyukainya!"
"Ya, dia terobsesi dengan Lucas, terlalu memaksa diri!"
"Kamu harus hati-hati dengan wanita macam kayak dia, tipe perempuan kayak gitu, biasanya akan melakukan apa saja agar kalian berpisah!"
"Dia dapat dukungan dari Mama mertuaku, makanya dia berani!"
"Aihh! bahaya kalau begitu, semoga aku bisa membantumu, kalau kamu mendapat kesulitan!" ujar Tina.
"Terimakasih Tina, semoga dia tidak melakukan hal yang di luar batas!"
"Semoga saja!"
__ADS_1
Mereka kemudian mulai sibuk, karena sudah mau dekat dengan waktunya jam makan siang.
Bersambung.....