
Lima tahun yang lalu, Julia merasakan sakit yang luar biasa saat Lucas merobek miliknya dengan paksa.
Dan, itu membuat Julia berpikir tidak akan mau lagi melakukan hal itu seumur hidupnya.
Peristiwa itu menjadi trauma baginya.
Karena melakukan itu ternyata tidak menyenangkan, sangat tidak menyenangkan! sakit dan perih.
Tapi saat Lucas tadi mulai menyentuh tubuhnya, Julia merasakan sesuatu yang berbeda.
Julia merasakan ada rasa sensasi yang berbeda, membuat tubuhnya seakan melayang dan terbuai.
Lembutnya tangan Lucas mengelus dan meremas benda lunak di dadanya, tidak terasa sakit sama sekali, tetapi membuat tubuhnya menginginkan lebih lagi dari Lucas.
Perutnya terasa berpendar, sendi-sendi tulangnya terasa lemas, dan seolah-olah hampir meleleh.
Julia tidak menyangka senggama yang sesungguhnya, kalau di lakukan dengan cara lembut dan perlahan, ternyata sangat menyenangkan.
Membuat otak tidak bisa berpikir dengan jernih, yang ada hanya ingin mengeluarkan suara-suara aneh yang tanpa di sengaja, karena apa yang di lakukan Lucas pada tubuhnya, sangat menyenangkan.
Julia juga merasakan bagian sensitif miliknya terasa berdenyut, sepertinya menantikan milik Lucas untuk dirasakannya.
Telinga dan wajah Julia terasa sangat panas, tubuhnya semakin terasa melayang.
Kata-kata Lucas yang lembut membuat Julia membalas ciuman Lucas, dan itu terasa sangat nikmat, dan Julia sangat menyukainya.
Dan, Julia merasakan sesuatu yang geli saat Lucas perlahan memasuki dirinya.
Pertama Lucas mulai memasuki dirinya, tubuhnya tersentak kaget, karena ereksi Lucas terasa besar mencoba untuk masuk.
Suara Lucas yang lembut dan parau, membuat Julia merasa tenang kembali, tatapan dan ciuman Lucas membuat hati Julia kembali meleleh.
__ADS_1
Dan, dia tidak merasakan sakit saat ereksi Lucas perlahan memasuki dirinya.
Julia merasakan perbedaan yang jauh dari rasa lima tahun yang lalu.
Ini terasa sangat nyaman dan menyenangkan sekali, sampai Julia mengalungkan tangannya memeluk leher Lucas dengan erat.
Sensasi yang di berikan Lucas sungguh terasa sangat indah, sehingga tangan Julia mengelus tengkuk Lucas dengan lembut.
Memainkan jemarinya di sela-sela rambut Lucas, dan sesekali meremas rambut Lucas karena merasakan di bawah sana begitu sangat indah.
Perasaan trauma Julia perlahan mulai berkurang, karena cara Lucas yang begitu lembut dan hati-hati, membuat Julia terasa nyaman.
Dan Julia merasakan sesuatu di dalam dirinya ingin meledak, ini sensasi yang membuat dirinya semakin tidak terkendali.
Suara aneh yang terus saja keluar dari kerongkongan Julia, mendesah karena merasakan tubuhnya bergetar.
Julia merasakan, kalau Lucas juga mengalami hal yang sama seperti dirinya.
Tubuh besar Lucas ambruk ke sisi tubuh Julia, lalu menarik tubuh Julia ke dalam dekapannya.
Dan Julia merasa sangat nyaman dalam dekapan Lucas, membiarkan tubuhnya di peluk Lucas.
Julia tersenyum dalam tidurnya yang terasa nyaman, pelukan Lucas terasa sangat nyaman.
Esok harinya.
Julia menggeliatkan tubuhnya, dan mencoba merentangkan tangannya, seperti kebiasaannya saat bangun pagi, untuk meregangkan otot tubuhnya.
Tangannya menyentuh sesuatu yang terasa lembab, Julia menoleh untuk melihat apa yang telah di sentuh oleh tangannya tersebut.
Julia kaget melihat wajah Lucas di atas kepalanya, sedang menatapnya sembari tersenyum.
__ADS_1
Tangan Julia menempel di bibir Lucas.
Ternyata benda lembab yang tersentuh oleh tangannya, adalah bibir Lucas.
"Pagi sayang, apakah tidurmu nyenyak?" tanya Lucas masih dengan senyuman lebarnya.
Pipi Julia merona, tiba-tiba dia teringat apa yang telah mereka lakukan tadi malam.
Julia menarik tangannya yang terentang kembali, dan mencoba membalikkan tubuhnya, untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah terasa semakin memerah.
Tapi dengan cepat di tahan Lucas menahan tubuhnya, dan dada Julia yang polos menempel ke dada Lucas yang polos juga.
"Mau kemana?" tanya Lucas berbisik di telinga Julia.
"Ma..mau turun, sudah pagi!" jawab Julia berbohong, dia malu menunjukkan wajahnya yang terasa memerah.
"Baiklah, Ayo kita mandi, sudah waktunya Harry berangkat sekolah!" ucap Lucas, lalu menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya itu.
Menyelipkannya kesela telinga Julia.
Cup!
Lucas mengecup bibir Julia.
"Pagi sayang, kamu cantik sekali pagi ini, i love you!" bisiknya dengan lembut.
Julia jadi tersipu malu, sikap Lucas terasa begitu mesra sekali.
Lucas kemudian membopong Julia masuk ke dalam kamar mandi, mereka harus bergegas membersihkan diri, putra mereka sepertinya sudah menunggu mereka di meja makan.
Bersambung.......
__ADS_1