
Lucas menahan geram mendengar hinaan Ibunya kepada istrinya, pria itu mencoba tetap bersabar, tidak ingin langsung menegur Ibunya yang terang-terangan memusuhi gadis pilihan hatinya.
"Apakah kami sudah bisa duduk? anakku sudah lapar, makan malam kami terpaksa batal, karena panggilan dari Mama!" sahut Lucas mencoba tetap sabar dan setenang mungkin.
"Letakkan anak kecil itu, apa kamu begitu bodohnya mau saja di tipu oleh gadis itu, aku merasa anak kecil itu bukan putramu, walau ada mirip dengan kamu sewaktu kecil dulu, bukan berarti dia itu putramu!" sahut Lisbet dengan nada mencibir.
"Mama sungguh kasar sekali bicaranya, itu tentu keponakanku, kak Lucas lebih pintar dari pada Mama yang tahunya hanya berprasangka saja!" ujar Adelia merasa Ibunya sudah sangat kelewatan.
"Kamu tahu apa Adelia, jangan percaya dengan wajah polos dan penampilannya yang biasa-biasa saja, bisa jadi di balik itu semua, dia adalah wanita yang sangat mengerikan, perempuan matre!" sahut Lisbet masih tetap bernada sarkas.
"Kamu jangan menghina Mamaku, kamu Nenek jahat, tahu apa Nenek mengenai Mamaku, dia perempuan yang mandiri, selama kami tidak bersama Papa, Mama bekerja keras sendirian untuk menafkahi aku!" tiba-tiba Harry menyahut dengan kencang.
Anak kecil itu ternyata menyimak apa yang di bicarakan orang-orang dewasa tersebut, kata-kata yang menyakitkan ditujukan semua kepada Ibunya.
Wajah Harry tampak memerah karena marah, dia mengepalkan ke dua tangannya menahan kesalnya sedari tadi.
Mendengar perkataan Harry itu, tentu saja Lisbet terbengong tidak percaya.
__ADS_1
Semua mata memandang ke arah Harry, yang berada dalam gendongan Lucas.
Anak kecil itu menatap tajam ke arah Lisbet tanpa berkedip.
"Li..lihatlah, lihatlah! anak itu sudah tidak sopan padaku, pasti itu ajaran dari gadis itu, lihatlah Lucas, apa kamu tidak sadar, kalau dia berbeda sekali dengan dirimu sewaktu kecil dulu? kamu itu penurut, dia itu bukan anakmu, kamu sudah di tipu!" teriak Lisbet dengan berang, sontak dia bangkit dari duduknya.
"Harry putra kandungku, tentu saja dia marah, karena Mama menghina Mamanya, jadi wajar saja dia lepas kendali, tidak tahan melihat Mamanya ditindas!" sahut Lucas membenarkan tindakan Harry tersebut.
Wajah Lisbet jadi semakin berang mendengar penjelasan dari Lucas, wanita tua itu semakin naik darah tinggi.
"Aku dari tadi juga menahan kesal ku pada Mama, menghina istriku tanpa ada bukti sama sekali!" ujar Lucas masih dengan nada yang sabar.
"Bukti katamu, itu buktinya! anak itu bukan anakmu!"
"Mama tahu dari mana? apakah Mama sudah selidiki dengan baik asal-usul anakku dengan benar?" tanya Lucas masih dengan nada yang sabar.
"I..itu...itu..!" Lisbet tidak bisa melanjutkan kata-katanya, karena hasil penyelidikan yang di dapatnya belum ditemukan mengenai siapa yang dekat dengan Julia.
__ADS_1
Lucas tersenyum kecut melihat Ibunya yang tidak bisa menjawab pertanyaannya, karena Ibunya tidak menemukan bukti, bahwa Harry anak pria lain.
"Kalau Mama membenci istri dan putraku, itu berarti Mama membenci aku, karena Julia wanita yang kuingin menjadi istriku, jadi kalau Mama tidak menginginkan dia ada di rumah ini, itu berarti Mama tidak menginginkan aku juga!" ujar Lucas.
Miranda dan Ibunya menunjukkan wajah tidak senang dengan perkataan Lucas tersebut, peluang Miranda untuk mengejar Lucas pupus sudah.
Lucas sudah memberikan tanda lampu merah, kalau Miranda tidak boleh mengganggu istrinya.
Sementara Lisbet menatap Julia dengan mata yang tajam, dia semakin tidak menyukai Julia.
"Baiklah, sudah tidak ada lagi yang perlu di permasalah kan, Lucas sudah menemukan wanita yang menjadi istrinya, jadi kamu istriku, jangan mengganggu Lucas lagi, dia sudah memenuhi keinginan kita untuk menikah, dan sekarang mereka sudah memiliki seorang putra, jangan lagi ribut, Ayo makan!" sahut Piter menengahi keributan yang di buat istrinya.
Lucas menarik satu kursi untuk Harry, dan satu lagi untuk Julia.
Mereka bertiga pun duduk untuk mulai makan malam.
Bersambung.....
__ADS_1