Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 47.


__ADS_3

Baru makan dua sendok, Lucas merasakan kepalanya berat.


Trang!


Sendok jatuh dari tangannya.


"Kak Lucas kenapa?" tanya Adelia terkejut.


"Tidak tahu, kepalaku rasanya berat sekali!" sahut Lucas merasakan pandangannya terasa berat juga.


Lucas merasakan kepalanya semakin berat, dia merasa mengantuk.


"Jam berapa ini?" tanya Lucas.


"Jam tujuh lewat kak!" jawab Adelia.


"Aku harus pulang, aku sudah terlalu lama di sini!" ujar Lucas, lalu perlahan bangkit dari duduknya.


Saat Lucas berdiri, tiba-tiba tubuhnya terhuyung ke samping.


"Hati-hati kak! mari ku bantu untuk jalan keluar!" sahut Miranda, lalu dengan sigap berdiri dari duduknya.


"Apa katamu?" mata Adelia terbelalak menatap Miranda tidak percaya dengan perkataan wanita itu.


"Aku akan membantu kak Lucas untuk berjalan ke luar, dia bilang mau pulang kan?" ujar Miranda seraya berjalan menghampiri Lucas yang terlihat sempoyongan.


"Iya, pergilah bantu Lucas, hati-hati menuntun nya!" sahut Lisbet menyetujui Miranda membantu Lucas untuk berjalan keluar Mansion.


"Berhenti di situ!!" teriak Adelia menudingkan telunjuknya kepada Miranda.


"Kenapa Adelia, sepupumu bermaksud baik ingin membantu Lucas, kenapa kamu malah berteriak!" sahut Lisbet marah kepada Adelia.


"Seujung kuku mu, kalau berani menyentuh kulit kak Lucas, ku patahkan jari-jarimu!" teriak Adelia menatap tajam Miranda.

__ADS_1


"Adelia! kenapa kamu begitu kasar pada Miranda!" teriak Lisbet sembari berdiri menatap Adelia dengan amarah yang sudah memuncak.


"Kenapa kamu Lucas, apakah kamu merasa tidak enak badan?" tanya Ayah Lucas merasa heran dengan keadaan putranya tersebut.


"Kepalaku berat Pa, aku merasa mengantuk!" Lucas memegang kepalanya.


"Miranda!" teriak Ayah Lucas memandang ke arah keponakan nya tersebut.


Sekarang Ayah Lucas tahu apa yang terjadi, ada sesuatu yang di makan Lucas, membuat kepala Lucas terasa begitu berat.


"Suamiku, kenapa kamu berteriak pada Miranda!" sahut Lisbet kaget.


"Apa yang telah kamu masukkan ke dalam anggur itu!" sahut Ayah Lucas menatap Miranda dengan tajam, pria tua itu tidak memperdulikan perkataan istrinya.


"Dasar licik! aku juga sudah menyadarinya tadi, ini semua gara-gara dia, ingin melakukan sesuatu yang jahat pada kak Lucas!" sahut Adelia tajam pada Miranda.


"Lancang kamu Adelia! dia itu sepupu kamu!" teriak Lisbet marah.


Plak!


Tiba-tiba Lisbet menampar pipi Adelia.


Prang!


"Cukup sudah!" teriak Ayah Lucas, melemparkan sendok ke atas meja dengan kencang.


Pria tua itu kemudian memegang dadanya yang terasa sesak, dia jadi terpancing emosi, membuat jantungnya semakin melemah.


"Tuan, apakah anda baik-baik saja?" tanya asisten Ayah Lucas dengan panik.


"Bawa aku kembali ke kamarku!"


"Baik Tuan!" asisten Ayah Lucas menarik kursi roda dari depan meja makan.

__ADS_1


"Mulai besok kamu jangan datang lagi ke rumah ini Miranda! kamu sungguh lancang memasukkan obat ke dalam minuman anggur itu, kamu ingin menjebak putraku yang sudah berkeluarga!" sahut Ayah Lucas kepada Miranda.


"Hah? Apa?" Lisbet terperanjat mendengar apa yang dikatakan suaminya itu.


"Sudah kuduga dari tadi, kamu ini memang perempuan gatal, ingin menjebak kak Lucas!" teriak Adelia dengan kencang.


"Adelia!" panggil Lucas pada adiknya itu, sembari memegang bahu Adelia dengan kuat.


Tubuh Lucas sudah semakin melemah, dan matanya terasa berat sekali.


Begitu melihat tubuh Lucas dengan seksama, barulah Lisbet sadar kalau Lucas terlihat aneh.


"A..aku tidak melakukan apa pun, kak Lucas sudah semakin lemah, mari ku bantu!" ujar Miranda semakin ngotot.


Dengan cepat Adelia mendorong tubuh Miranda dengan kuat, dia begitu geram dengan tingkah Miranda yang tidak tahu malu.


Brak!


Tubuh Miranda tersungkur ke lantai.


Adelia kemudian memapah tubuh Lucas keluar dari ruang makan, lalu membawa Lucas naik ke lantai atas.


Adelia kemudian memapah tubuh Lucas masuk ke dalam kamar kakaknya tersebut.


"Malam ini istirahat dulu di sini kak, tidak aman kalau kak Lucas sekarang pulang!" ujar Adelia.


Bruk!


Tubuh Lucas ambruk ke atas tempat tidur.


Adelia menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Lucas, setelah mematikan lampu kamar, dan menyalakan lampu tidur, Adelia meninggalkan kamar kakaknya tersebut.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2