Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 62.


__ADS_3

Setelah Miranda pergi di tarik paksa oleh petugas keamanan restoran, Tina bertanya kepada Julia, kenapa bisa mengenal Miranda.


"Dia sepupu suamiku, dia sudah lama menyukai Lucas, aku tidak tahu bagaimana hubungan mereka sebenarnya, sampai dia begitu terobsesi dengan Lucas!" kata Julia menjelaskan pada Tina.


"Apa kamu tidak merasa kalau dia itu sepertinya memang memiliki hubungan sebelumnya dengan suamimu itu?" tanya Tina.


"Tidak tahu, yang aku lihat, Lucas tidak begitu suka padanya, tapi kalau Mertuaku sangat menyukai wanita itu!" ujar Julia.


"Suamimu seorang Ceo yang kaya, dan juga tampan, tentu saja banyak wanita yang tidak tahu malu mengejar-ngejar dia, dan bisa jadi dia sudah memiliki kekasih sebelum mengenalmu!" kata Tina.


Julia diam mendengarkan apa yang di katakan Tina, karena dia pun berpikiran seperti itu juga.


Lucas seorang pria super kaya, memiliki wajah tampan, tentu banyak wanita cantik yang dekat dengannya.


Julia menghela nafas panjang, dia akan mengesampingkan masalah mengenai Lucas dengan wanita cantik dulu.


Sekarang dia ingin menyelesaikan masalah restoran yang di kelola Tina dulu, tentang menambahkan makanan baru dalam buku menu.


Julia akan menambahkan tiga atau empat masakan baru, karena restoran mereka sudah semakin banyak memiliki pelanggan.

__ADS_1


"Sekarang kita bahas dulu mengenai resep masakan baru, perlu beberapa hari untuk meracik resepnya menjadi menu baru dalam daftar buku menu!" sahut Julia berpikir, sambil mengetuk- ngetukkan jari telunjuknya ke atas meja kantornya.


Tapi kemudian, Julia tanpa sadar melanjutkan membahas mengenai kekasih Lucas.


Karena Julia merasa hubungan rumah tangganya dengan Lucas, akan memiliki banyak masalah.


"Setelah kami menikah, aku belum pernah melihat dia dekat dengan seorang wanita, dan lagi pula, dia menikahi ku karena ingin bertanggung jawab saja, bukan karena kami saling menyukai, semua hanya karena Harry!" ucap Julia.


"Jadi...!"


"Jadi, walaupun aku merasa tidak enak hati kalau dia jalan dengan wanita lain, aku tidak boleh egois!"


"Benarkah? bagaimana dengan Harry?"


Tina menatap Julia dengan lekat, perasaan gadis itu campur aduk, merasa begitu simpati pada Julia.


"Memang Lucas mengatakan akan selalu bersama kami, tidak ada perceraian, tapi kita tidak tahu ke depannya, hati dan pendirian seseorang kapanpun bisa berubah!"


"Ya, benar apa kata kamu, sekarang saja sudah ada wanita yang mengejar suamimu, ke depannya pasti akan ada lagi wanita lain, aku tidak menyangka kamu sudah begitu dewasa sekali dalam berpikir Julia!" ujar Tina merasa kagum pada Julia.

__ADS_1


"Ya, bisa jadi suatu hari nanti, dia akan mencintai seorang wanita yang sesuai dengan keinginan Mamanya, jika hari itu datang, aku harus mempersiapkan hatiku untuk pergi, dan bercerai dengannya" kata Julia pelan.


"Tidak ada gunanya mempertahankan pernikahan yang tidak direstui oleh Mamanya, rasanya tersiksa hidup bersama dengan seseorang kalau keluarganya tidak menyukai kita!" kata Julia lagi, lalu menghela nafas dengan panjang.


Tina diam menyimak apa yang dikatakan Julia.


"Aku akan menjalani kehidupanku sendirian ke depannya, kalau hal itu terjadi, aku ingin hidup damai dan bebas, bisa pergi kemanapun yang aku suka!" lanjutnya lagi.


Tina mengelus tangan Julia perlahan.


"Semoga tidak hal itu tidak terjadi, semoga dia perlahan seiring waktu jatuh cinta padamu!" kata Tina.


Julia diam tidak menjawab perkataan Tina itu, dia tidak berani mengiyakan, karena seiring berjalannya waktu, bisa saja keadaan jadi berubah.


Gadis seperti dirinya, apa yang menarik padanya, rasanya tidak ada lagi.


Dia telah memiliki seorang putra, tidak ada lagi perasaan ingin dekat dengan seorang pria.


Kembali Julia menghela nafas.

__ADS_1


Kemudian mereka membicarakan topik yang sebenarnya, membahas resep masakan baru, untuk menambah menu makanan dalam daftar buku menu restoran mereka.


Bersambung....


__ADS_2