Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 74.


__ADS_3

Harry senang sekali di antar oleh ke dua orang tuanya, anak kecil usia empat tahun itu sepanjang jalan menuju sekolah barunya, bersenandung kecil sambil bergantian memegang tangan Julia dan Lucas.


Lucas mengelus kepala Harry dengan lembut, pagi ini dia juga senang, hatinya berbunga-bunga.


Dia merasa hidupnya lengkap sudah, gadis yang dulu telah mencuri hatinya, kini sudah menjadi istrinya, dan juga sudah mulai menerima dirinya.


Kegiatan mereka tadi malam, adalah malam yang sangat indah sekali bagi Lucas.


Dia semakin mencintai gadis yang telah menjadi Ibu dari putranya tersebut, sehingga dia ingin mengulang lagi momen itu malam nanti.


Reaksi tubuhnya begitu kuat, ingin selalu membuat Julia menempel padanya.


Lucas menoleh memandang Julia, yang tengah memandang Harry bersenandung kecil sembari memegang tangan Julia, sembari memainkan jari jemari Ibunya tersebut.


Senyuman Lucas merekah memandang dua orang, yang telah menjadi bagian dari hidupnya itu.


Merekapun tidak lama kemudian sampai ke sekolah baru Harry.


Lucas turun terlebih dahulu dari mobil, untuk membantu putranya tersebut turun dari dalam mobil.


Lucas mengangkat Harry, lalu meletakkannya untuk berdiri.


"Terimakasih Pa!"


"Sama-sama nak!"


Lucas mengulurkan tangannya untuk membantu Julia turun dari mobil.


Julia mengulurkan tangannya menerima tangan Lucas, remasan tangan Lucas pada tangan Julia, membuat gadis itu memandang pada suaminya.


Lucas tampak tersenyum menatap Julia, membuat Julia beberapa detik terpaku, tapi kemudian bibirnya pun bergerak membalas senyuman Lucas.


Perasaan Lucas semakin berbunga melihat senyuman manis istrinya itu.


Mereka kemudian mengantar Harry masuk ke dalam kelasnya.


Guru Harry menyambut mereka di depan pintu kelas, karena hari kedua, orang tua dari setiap anak murid play group, hanya boleh mengantarkan sampai di depan kelas saja.


Di hari ketiga, peraturannya berubah, setiap anak hanya boleh di antar orang tuanya, sampai ke depan pintu masuk sekolah saja.

__ADS_1


"Nanti siang, Mama yang akan jemput kamu pulang sekolah nak!" ujar Julia mengelus kepala Harry.


"Kalau Papa tidak sibuk, Papa juga akan datang menjemput kamu, oke!" sahut Lucas juga sambil mengelus kepala Harry.


"Iya Pa!" Harry mengangguk.


"Anak anda sangat pintar Tuan!" sahut Guru Harry memuji Harry sembari tersenyum memandang Lucas.


"Terimakasih Bu!" ucap Julia menjawab pujian Guru Harry itu.


"Dia sangat mirip dengan anda!" sahut Guru Harry lagi seraya tersenyum memandang Lucas.


Julia tersenyum mendengar perkataan Guru Harry tersebut, dia memang melihat ada kemiripan Harry pada Lucas.


Tapi Julia belum pernah melihat foto masa kecil Lucas. Orang lain sudah bisa melihat kemiripan mereka berdua.


"Terimakasih!" ucap Lucas datar.


Lucas merasa Guru anaknya itu terlalu fokus menatapnya, ucapan dari Julia tidak di responya.


Lucas merasa tidak senang, karena Julia di abaikan, seolah Julia tidak ada diantara mereka.


Semenjak keluarganya tidak memandang dan menganggap Julia sebagai seseorang yang ada, membuat perasaan Lucas merasa tidak nyaman, karena orang yang di cintainya tidak di anggap sama sekali.


"Iya Pa!" jawab Harry menganggukkan kepalanya.


Lucas memberikan kecupan ke puncak kepala Harry, begitu juga dengan Julia.


Guru Harry terus saja tersenyum, dan melirik terus ke arah Lucas.


Lucas menggenggam jemari Julia, lalu pergi dari depan kelas Harry.


"Apakah kamu mau ikut denganku ke kantor?" tanya Lucas saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Aku mau ke restoran!" jawab Julia.


"Apakah ada hal yang penting?"


"Aku ingin melihat penjualan resep baru yang telah kami buat, apakah memenuhi selera pelanggan, kalau kurang memuaskan, aku akan membuat resep baru yang lain lagi!"

__ADS_1


"Baiklah, kasih tahu kalau kamu sudah mau menjemput putra kita ya, aku ingin membawa kalian makan siang di luar!" ujar Lucas, seraya meremas jemari Julia.


"Iya!" Julia menganggukkan kepalanya.


Mobil pun tidak lama kemudian sampai ke restoran Julia.


Lucas menarik Julia, saat istrinya itu hendak membuka pintu.


"Tunggu!"


Julia memandang Lucas.


"Ada apa?"


Lucas memajukan wajahnya, dan memajukan sedikit bibirnya.


Julia bingung dengan tindakan Lucas tersebut, dia tidak mengerti apa yang diinginkan Lucas.


Sesaat mereka saling menatap.


Sementara Lucas tetap saja memajukan sedikit bibirnya, dan setelah di perhatikan Julia.


Gadis itu pun tersadar dengan gaya Lucas tersebut, perlahan bibirnya menyunggingkan senyuman lucu.


Lucas meminta ciuman darinya.


Julia mengulurkan tangannya, lalu meletakkan tangannya ke rahang Lucas.


Dan kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Lucas, lalu mengecup bibir Lucas dengan lembut.


Wajah Lucas seketika merona, dia begitu terkejut mendapatkan ciuman lembut dari Julia.


Lucas tidak menyangka istri imutnya itu, bisa begitu penuh perasaan mengecup bibirnya.


Setelah itu dengan perlahan, Julia mengelap bibir Lucas dengan jempolnya.


"Sudah, aku turun ya!" ucap Julia lembut, sembari tersenyum manis.


Seperti orang yang terkena hipnotis, Lucas masih terpaku di tempatnya, tidak bergerak karena merasa tidak percaya dengan tindakan Julia, yang begitu lembut dan terasa begitu manisnya, mengecup bibirnya.

__ADS_1


Sampai pintu mobil di tutup Julia, pria itu masih saja belum berkedip.


Bersambung.....


__ADS_2