Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 58.


__ADS_3

Harry menegakkan tubuhnya dengan benar, lalu mulai bercerita.


"Tadi pulang dari sekolah, Mama mengajak aku pergi makan pizza, terus tidak lama kemudian, ada dua orang tante cantik masuk ke restoran pizza itu, lalu duduk di belakang kursi Mama!" kata Harry bercerita sembari tangannya memperagakan, 'ada dua tante cantik' sambil dua jarinya dia tunjukkan, menyebutkan dua orang.


Lucas menyimak cerita putranya itu dengan seksama, sambil menatap Harry dengan lekat, pria itu begitu takjub melihat begitu pintarnya anak lelakinya itu bicara.


Sementara Julia tidak percaya melihat putranya itu, begitu sangat pandai menceritakan apa yang mereka lakukan tadi.


Bahkan dua wanita cantik yang masuk kedalam restoran siap saji itu, dia perhatikan juga, sementara dia sendiri tidak perhatikan.


"Terus...!" Harry melanjutkan lagi ceritanya, "Tante cantik itu memesan pizza, lalu kemudian...sambil menunggu pesanannya datang, dia berbicara dengan temannya, dia bilang kalau dia berhasil menaklukkan lelaki bernama 'Lucas' yang selama ini di kejarnya, pria itu 'Lucas' yang di sukai tante cantik itu menerima cinta tante cantik itu!"


"Ha..ha..haa!" Lucas tertawa mendengar cerita putranya itu, dia merasa lucu melihat begitu polosnya Harry.


"Nak, kenapa kamu memperhatikan pembicaraan orang dewasa, itu tidak baik nak, kamu masih kecil, lain kali jangan menguping pembicaraan orang lain ya?" Lucas tersenyum pada putranya itu, lalu mengelus kepalanya dengan lembut.


"Iya, benar nak, bukan Papa saja yang bernama 'Lucas', lelaki lain juga ada yang bernama 'Lucas'!" ujar Lucas lagi tersenyum lucu menatap wajah anak lelakinya itu.


Sementara Julia diam saja, tidak menanggapi cerita yang di sampaikan Harry tersebut.


"Iya Pa, Mama juga mengatakan seperti itu padaku tadi!" ucap Harry menganggukkan kepalanya.


"Iya nak, lain kali jangan menyimak pembicaraan orang dewasa yang tidak seharusnya kamu dengar ya?" ujar Lucas dengan lembut.

__ADS_1


"Iya Pa, baiklah, tapi tante cantik itu kenal juga dengan Papa lo!" sahut Harry dengan polosnya


"Eh!" sontak Lucas kaget mendengar putranya itu mengatakan, kalau wanita itu mengenal dirinya.


Lucas memandang ke arah Julia, yang di pandang pura-pura tidak peduli.


"Siapa?" tanya Lucas menjadi tegang mendengar apa yang di katakan putranya itu.


"Tante cantik yang pernah datang ke rumah Kakek, dan pernah menunggu Papa di luar pintu gerbang rumah kita!" jawab Harry dengan polosnya.


Deg!


Jantung Lucas langsung berdegup kencang, matanya kembali melihat ke arah Julia.


Miranda! pikir Lucas menatap Julia dengan lekat, dan tangannya mencengkram erat pinggang Julia.


Wajah Julia jadi mendekat ke wajah Lucas.


"Lepaskan, ada apa?" tanya Julia berusaha meronta melepaskan diri dari cengkraman Lucas.


"Kenapa kamu tidak cerita? karena itukah kamu begitu ketus padaku tadi?" tanya Lucas menatap mata Julia.


Julia tidak mau menjawab, dia berusaha menarik tangan Lucas yang memeluk pinggangnya.

__ADS_1


"Julia, kenapa kamu tidak mengatakan kalau wanita itu mengatakan sesuatu yang tidak benar?" tanya Lucas lagi, semakin menarik Julia mendekat, sehingga wajah mereka semakin mendekat.


Julia menahan tubuhnya, agar hidungnya tidak menyentuh ujung hidung Lucas.


"Lain kali kamu harus kasih tahu padaku, kalau ada yang mencoba memprovokasi hubungan rumah tangga kita, kamu harus tanyakan langsung padaku, apa benar seperti yang dikatakan oleh orang itu!" kata Lucas menatap mata Julia dengan lekat, lalu menarik Julia lagi, dan menggesekkan hidungnya ke ujung hidung Julia.


Harry yang tertekan di antara ke dua orang tuanya itu, menggeliatkan tubuhnya.


"Papa ngapain?" tanya Harry mendongakkan wajahnya, "Papa mencium Mama ya, aku juga mau!" sahut Harry mencoba keluar dari pangkuan Lucas.


"Tidak nak, Papa hanya berbisik saja pada Mama!" sahut Julia menjauhkan wajahnya.


"Iya nak, Papa mau mencium Mama, Papa mau memberi Mama hukuman, karena tidak memberitahukan hal penting pada Papa!" ujar Lucas sembari kembali menarik tubuh Julia, setelah Harry keluar dari himpitan tubuh ke dua orang tuanya itu.


Harry setelah keluar dari antara orang tuanya, berdiri di samping Lucas, merapatkan tubuhnya pada Ayahnya itu.


"Aku juga mau cium Mama!" ujar Harry, lalu mencium pipi Julia, "Muahh!" ucap Harry mencium pipi Julia.


Lucas pun menarik tengkuk Julia, lalu mendaratkan kecupannya pada bibir Julia.


Wajah Julia memerah mendapatkan ciuman dari ke dua pria beda usia itu, mendaratkan ciuman mereka di beda tempat.


Terutama pada Lucas, jantung Julia entah kenapa tiba-tiba berdegup kencang, dan pipinya jadi tambah memerah.

__ADS_1


Tubuhnya yang merapat di atas pangkuan Lucas, jadi merasa tegang dan gugup.


Bersambung......


__ADS_2