Gadis Pilihan

Gadis Pilihan
Diserang Makhluk Astral


__ADS_3

Akhirnya Talita, Delvin, Danish, Dara, Rani, Rakha, Vida dan Vicky tiba di Bumi Perkemahan. Seperti yang sudah mereka perkirakan, semua orang di sana mengkhawatirkan keadaan mereka yang menghilang beberapa jam yang lalu. Dengan kondisi mobil mereka saat ini di sisi kiri dan kanan penyok, bagian atas mobil berlubang, ada banyak bekas cakaran binatang buas.


Luka di kepala mereka segera di obati oleh tenaga medis yang telah disediakan.


"Talita bagaimana keadaanmu Nak." Arumi mengkhawatirkan anak satu-satunya.


"Talita baik Mah, cuman teman-teman aja yang kepalanya terbentur." Talita memeluk Arumi.


"Delvin, kenapa ada bekas cakaran binatang buas di mobil." tanya Alvan.


"Kami tadi tersesat masuk ke dalam hutan, di sana kami menemukan sebuah rumah besar kosong. Ternyata di dalamnya ada mayat wanita. Banyak luka bekas gigitan binatang di leher, kaki dan tangannya. Kami melarikan diri ternyata segerombolan serigala mengejar kami." Delvin menceritakan yang terjadi.


"Serigala?" Alvan mengerutkan dahi.


"Iya Pak Alvan." Delvin mengiyakan.


"Lalu bagaimana dengan mayat wanita itu?"


"Vicky sudah melaporkan ke Omnya yang anggota polisi. Kemungkinan mereka sudah di lokasi." Kata Delvin.


"Syukurlah kalian selamat. Beristirahatlah." Alvan menepuk pundak Delvin.


"Kamu baik Nak" Alvan memeriksa Talita.


"Iya Pah, Talita baik."


"Mah, ada yang ingin Talita tanyain." Talita menatap Arumi.


"Apa sayang?" Arumi mendengarkan.


"Gelang yang Talita pakai ini sejak kapan bersama Talita?" Talita menunjuk gelangnya.


"Iya sayang, setelah bertahun-tahun lamanya kamu belum menjawab pertanyaanku." Alvan duduk di samping Arumi.


"Kejadiannya sewaktu Mamah dan Papah di Negara C, sebelum Mamah mengetahui Mamah mengandungmu sayang. Mamah bermimpi berada di sebuah taman bermain. Mamah melihat betapa bahagianya Ibu-ibu yang bermain dengan anaknya. Seorang wanita sangat cantik bak seorang Ratu menghampiri Mamah. Dia bilang saat itu Mamah sedang mengandung dan anak Mamah anak yang dipilih anaknya, mereka akan bersama. Kemudian seorang anak laki-laki berwajah tampan datang menghampiri Mamah dia mencium perut Mamah dan memberikan sebuah gelang untukmu. Masih Mamah ingat kata-katanya, 'sampai ketemu lagi dah' sambil menatap ke dalam perut Mamah. Dan Wanita cantik itu bilang 'walaupun beribu-ribu Mil jauhnya, kalo jodoh pasti bertemu.'" Arumi tiba-tiba melihat cahaya di belakang Delvin. Dan anak yang dilihat Arumi dalam mimpi itu berdiri di belakang Delvin.


"Mah ada apa?" Talita mengikuti pandangan Arumi.


"Dia orangnya sayang, Delvin adalah anak dalam mimpi Mamah." Arumi terkejut matanya terbelalak mulutnya sedikit terbuka.

__ADS_1


Talita dan Alvan sama terkejutnya. Delvin hanya tersenyum.


"Delvin apakah anak itu adalah kamu?" tanya Alvan


"Iya Pak Alvan, anak dalam mimpi itu adalah saya." Jawab Delvin


Talita diam tidak bisa berkata apa-apa.


Posisi matahari tepat berada di atas kepala, acara di Bumi Perkemahan dilanjutkan dengan makan siang. Aneka menu makanan prasmanan, cemilan, kue, buah-buahan, minuman segar tersedia.


"Sehabis makan siang kita semua beristirahat di tenda masing-masing. Terserah mereka mau main, acaranya free." Kata Robin kepada anggota Panitia.


"Untuk malam apa acara kita?" tanya Vida.


"Malam ini kita semua akan berkumpul di depan api unggun. Kesempatan bagi yang berstatus jomblo baik itu Joko (Jomblo Koplak), Josep (Jomblo kesepian), Jonatan (Jomblo Tak Punya Mantan), Joper (Jomblo Baper), Jones (Jomblo Ngenes), ataupun Jodi (Jomblo Abadi), yang pengen kenal lebih jauh sama crushnya, atau sekedar curi-curi pandang gitu." Robin tersenyum.


"Boleh juga." Rani senyum-senyum sendiri.


"Di sini kan kesannya kita cuman liburan, gak ada kegiatan khusus, paling cuman saling mengenal." Kata Danish.


"Ide siapa ne yang ngacak pembagian tenda?" tanya Rakha.


"Ide Gue, biar semua akrab." Danish angkat tangan.


"Hmmm, biar bisa ngawasin kamu." Danish tersipu.


"Ngapain diawasin. Emang anak kecil." Dara mencibir Danish.


"Bagiku kamu seseorang yang harus aku awasin." Danish menggoda Dara.


"Loe suka sama Gue Danish?" tanya Dara.


"Iya, Gue suka sama Loe Dara. Mau nggak jadi pacar Gue, mereka saksinya." Danish menunjuk semua Panitia.


"Ok, Gue terima. Mulai sekarang kita jadian ya." Dara mengangkat jari kelingking dan Danish menautkan jari kelingkingnya ke Dara.


"Pasangan yang aneh, jadi kalian jadian ne?" tanya Rani.


"Iya." Jawab Dara dan Danish.

__ADS_1


"Alaamaaaak Gue salah satu Panita Katakan Cinta." Vicky menepuk jidatnya.


"Gak ada yang nembak Gue ne?" tanya Rani.


Semua Panitia ketawa.


Setelah acara makan malam, mereka semua kumpul di depan api unggun. Mereka menyanyi bersama, bermain bersama. Curhat bersama, ada yang curi-curi pandang, ketawa sendiri, sedih sendiri melihat crushnya sama orang lain. Ada yang bahagia baru jadian, ada yang nyesel gak nembak. Tiba-tiba beberapa Siswa berlari menuju api unggun.


"To...long, tolong, mereka di...sana kesurupan." Dengan nafas terengah-engah Siswa itu menunjuk ke arah pohon besar yang jauh di belakang tenda.


"Mohon yang bukan Panitia tetap di sini." Robin kemudian berlari ke arah pohon besar yang ditunjuk.


"Rani, Vida, Dara, Danish dan yang lain tetap di sini. Awasi mereka." Talita pun berlari ke arah pohon.


"Apa yang terjadi?" Delvin melihat situasi panik di antara yang lain.


"Ada yang bilang kesurupan di belakang pohon besar." Tunjuk Danish.


"Dimana Talita?" Delvin mencari.


"Kesana." Kata Rani.


"Rakha tolong kasih tau para Guru." Delvin pergi menyusul Talita.


Robin berhenti di bawah pohon besar, diikuti Talita dan juga Delvin.


Terlihat beberapa Siswa laki-laki dan Perempuan dengan tingkah laku yang aneh, ada yang berteriak, ada yang menangis, ada yang naik turun pohon, ada yang bertingkah seperti binatang merayap, merangkak, mendesis, ada yang melompat-lompat, bahkan ada yang menyakiti diri mereka sendiri.


Nampak sosok-sosok seperti Kuntilanak, Tuyul, Pocong, Genderuwo, Sundel bolong dan teman-temannya berkumpul menjadi satu.


"Astaggaaaa, mereka dikepung penghuni tempat ini." Kata Robin.


"Assalamualaikum, mohon maaf, saya mewakili mereka semua meminta maaf jika kedatangan kami mengganggu kalian semua. Apa yang mereka lakukan sehingga kalian menghukum mereka?" Talita dengan sopan bertanya.


Sekumpulan setan, hantu, Jin yang ada di sana menepi memberi jalan kepada Pimpinan mereka yang berupa ular berbadan manusia.


"Mereka sudah merusak tempat kami, mereka sudah berbuat kotor di tempat kami!"


"Mohon maaf Ratu, apa yang mereka lakukan?" Talita bertanya dengan hati-hati.

__ADS_1


"Setelah sekian lama kami di sini, tidak pernah mengganggu kalian para manusia. Mereka tidak menghormati kami. Mereka sudah minum-minuman keras di tempat ini, mereka juga melakukan perbuatan zina di tempat ini. KAMI TIDAK TERIMA!" Ratu Siluman marah, dia memerintahkan semua hantu, setan, jin yang ada di sana menyerang Robin, Talita dan Delvin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2