Gadis Pilihan

Gadis Pilihan
Cinta Ditolak Sakha Bertindak


__ADS_3

BYYUUURRRR!


Talita tercebur ke dalam sungai, kejadian yang sama terulang lagi, Talita tenggelam. Inilah akhir hidupku, Talita membuka matanya samar-samar terlihat seseorang berenang menolongnya. Orang itu memberikan oksigen kepadanya. Pandangan Talita gelap.


Talita merasa dadanya ditekan berulang-ulang, ada udara masuk dalam rongga mulutnya. Tidak berapa lama Talita terbatuk memuntahkan air, tenggorokannya sakit, nafasnya terasa tercekik, tubuhnya lemas. Talita menatap orang yang menolongnya. Tapi orang itu memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan Talita.


"Talita, Talita apa yang terjadi?" Sakha mengangkat tubuh Talita yang basah dan mendudukkannya di kursi roda.


"Aku tercebur ke dalam sungai." Talita menggigil kedinginan.


"Ayo kita pulang." Sakha mendorong kursi roda Talita.


Talita sempat melirik ke ujung jalan, seseorang yang menolongnya memperhatikan dari kejauhan.


"Talita beristirahatlah, jangan lupa minum obat." Sakha meninggalkan Talita dalam kamarnya.


Siapa dia orang yang tadi menolongku? Seperti pernah melihatnya tapi di mana? Talita terus bertanya-tanya dalam hati.


Talita tidak bisa tidur, dia mengintip dari jendela kamar Sakha pergi dengan mobilnya. Talita memutuskan keluar kamar sekedar mengusir kegabutan. Dituruninya anak tangga berkarpet merah. Talita ke dapur membuka lemari es mengambil air putih dan menuangkannya ke dalam gelas. GLUG! GLUG! GLUG! Butiran-butiran air menghapus dahaganya.


BUK! BUK!


Ada suara berisik, suara itu muncul berulang-ulang. Talita penasaran, dengan membawa sapu di tangan Talita memberanikan diri mencari sumber suara. Ada pergerakan di dalam lemari dekat dapur. Suaranya semakin lama semakin kencang. Talita dengan cepat membuka pintu lemari dan memukul-mukul yang ada di dalam lemari.


"Aaaaaaaa!" Talita menutup mata dan terus mengayunkan sapunya.


"Ehmm, ehmm, ehmm." Seseorang dengan tangan dan kaki terikat, mulut ditutup lakban.


"Maaf, siapa kamu?" Talita kaget.


"Ehmm, ehmm." Cewek itu meminta dilepaskan


Talita membuang sapunya, dengan pelan membuka lakban di mulutnya. Juga dengan cepat membuka ikatan di kaki dan di tangannya.


"Terima kasih, ayo kita tinggalkan tempat ini." Cewek itu menarik Talita.


"Tunggu kamu siapa?" Talita menolak untuk pergi.


"Ayo kita keluar dulu dari sini, nanti di jalan aku ceritakan." Cewek itu bergegas keluar rumah Sakha dengan menarik paksa Talita yang masih kebingungan.


Setelah dirasa cukup jauh meninggalkan rumah Sakha mereka berhenti dengan nafas yang terengah-engah. Mereka duduk di samping kantor Polisi.


"Ayo kita istirahat dulu, di sini kita aman." Cewek itu bersandar dan duduk di samping kantor polisi.


"Kenapa kamu terikat di dalam lemari?" tanya Talita.


"Sebentar, apa kamu tidak memperhatikan wajah kita berdua mirip." Cewek itu memperhatikan wajah Talita.


"Iya, aku baru menyadarinya." Talita juga memperhatikan wajah Cewek itu.

__ADS_1


"Aku Melda."


"Namaku Talita."


"Kenapa kamu bisa di rumah Sakha?" tanya Melda.


"Maaf aku kehilangan ingatanku. Dia bilang aku tenggelam dan dia lah yang menyelamatkanku."


"Sakha menyukaiku, tapi aku tidak pernah menyukainya. Dia emosi, menculik dan mengurungku. Bukan hanya aku, orang lain yang menolak cintanya akan dia culik, setelah itu orang itu tidak akan ada lagi kabar beritanya." Melda menghela nafas.


"Jadi maksudmu Sakha orang jahat?" Talita menatap Melda.


"Iya." Jawab Melda.


"Tapi denganku dia begitu baik." Kata Talita.


"Entahlah aku juga tidak tahu. Dari rumor yang ku dengar, orang yang diculik Sakha akan diberikan obat, obat itu berbahaya bisa mengakibatkan orang yang meminumnya mengalami penurunan memori bahkan amnesia parah." Melda bergidik.


"Obat? Dia menyuruhku meminum obat." Talita mengingat obat yang ditaruh Sakha di nakas meja.


"Apa kamu meminumnya?" tanya Melda.


"Iya." Jawab Talita.


"Apa kamu menerima cintanya?" tanya Melda lagi.


"Aku bilang aku akan memikirkannya." Jawab Talita.


"Permisi, aku butuh bantuan kalian." Seorang Cogan menghampiri mereka.


"Ya Ampun, ganteng banget sih." Melda tersipu.


Talita merasakan aliran listrik di dalam dadanya.


"Ayo bantu aku masuk ke dalam." Cowok itu masuk ke dalam kantor polisi.


Setelah membuat laporan dan memberikan kesaksian, Cowok itu membawa Polisi ke suatu tempat. Cowok itu, Talita, Melda dan dua orang Polisi menuju lokasi menggunakan mobil Patroli. Sampailah mereka di sebuah rumah yang letaknya lumayan jauh dari pemukiman.


Mereka mengintip ke dalam rumah. Ada suara tangisan. Dan suara orang mengamuk.


"Kamu, apa yang kurang dariku. Aku kaya. Aku juga tampan. Kenapa kamu menolakku!"


"Itu suara Sakha Pak Polisi." Kata Melda.


"Kalian tunggu di sini. Kami akan masuk ke dalam." Pak Polisi bersama temannya perlahan masuk ke dalam rumah.


Dari dalam rumah terdengar suara keributan, ada suara perlawanan, suara sesuatu yang pecah, dan juga suara teriakan.


WIU! WIU! WIU!

__ADS_1


Bantuan datang, beberapa polisi masuk ke dalam rumah.


"Apa yang terjadi?" tanya Melda.


"Kita tunggu di sini saja." Kata si Cowok.


Dari dalam rumah terlihat petugas polisi keluar dengan dua orang diperkirakan suami istri, dan dua gadis yang umurnya diperkirakan di atas umur Talita.


"Om, Tante ada di sini?" Melda menyapa suami istri itu.


"Melda, kamu tidak apa?" tanya Tante.


"Melda diculik dan dikurung Sakha di rumah Tante." Melda dengan emosi cerita.


"Maaf, maafkan Sakha." Kata si Tante yang ternyata orang tuanya Sakha.


"Maaf Bapak, Ibu, dan kalian berdua silakan ikut kami ke kantor untuk memberikan kesaksian." Petugas Polisi menggiring mereka ke mobil patroli.


Sakha keluar rumah dengan borgol ditangannya didampingi dua polisi yang tadi bersama Talita. Sakha menatap Talita yang kebingungan melihatnya. Sakha juga menatap orang yang di samping Talita.


"Terima kasih, kalian sudah membantu kami menangkap Sakha. Dia sudah menculik dan menghilangkan nyawa beberapa orang anak gadis yang menolak cintanya. Orang tuanya juga dikurung karena Sakha sakit hati orang tuanya tidak menyayanginya dan juga lebih mementingkan kepentingan mereka sendiri. Sakha akan kami amankan." Kata Pak Polisi.


"Kamu, kenapa kamu di sini?" Sakha menatap tajam ke arah Cowok yang ada di samping Talita.


"Untuk menjemputnya." Cowok itu tersenyum.


"Talita, tunggu aku. Ini tidak seperti yang kamu lihat." Sakha melihat Talita yang ketakutan menghindarinya.


Cowok yang di samping Talita berpindah ke depan Talita seolah melindunginya


"Ayo Sakha, ikut kami!" Pak polisi menarik tangan Sakha.


Sakha mengambil pistol yang ada di pinggang Pak polisi.


"Sakha serahkan pistol itu!" Kata Pak Polisi kedua


DOR!


Pak Polisi kedua memberikan peringatan. "Sakha turunkan senjata!"


Sakha seolah tidak perduli. Sakha dengan senyum yang menakutkan mengarahkan pistolnya ke arah Cowok yang sekarang berada di depan Talita.


"Sekarang Talita bukan milik siapa-siapa." Sakha menarik pelatuk.


DOR!


DOR!


"DELVINNNNN!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2