
"Cieee yang baru jadian, bel udah bunyi tuh." Kata Vida.
"Nanti istirahat ketemuan di kantin. Bye." Robin keluar dari kelas XI.5
"Rani oh Rani, wajahmu berseri-seri." Goda Vida.
"He, he. Enak ya punya pacar." Rani mulai usil sama Vida yang masih jomblo.
"Dasar bucin." Vida mencubit tangan Rani.
"Sakit wooyyy!" Rani balas cubit
"Talita, mana Talita?" Aydan menghampiri Vida dan Rani.
"Dipanggil kepala sekolah. Ada apa an?" tanya Vida.
"Gue ada perlu." Aydan duduk di kursinya.
"Kenapa mata loe? Habis begadang?" tanya Rani.
"Gue dikejar-kejar setan, gak bisa tidur." Aydan menaruh tangannya di meja, beralaskan siku Aydan menaruh kepalanya dan memejamkan mata. Sekejap Aydan terlelap.
"Benar-benar neh anak tadi malam dikejar setan. Kasian." Vida menatap Aydan yang terlelap.
"Jangan kelamaan natapnya, ntar jatuh cinta lo." Rani menjulurkan lidahnya.
"Weee." Vida membalikkan badannya dan duduk di kursinya.
Talita masuk ke dalam kelas dan membawa lembaran kertas.
"Hallo gaeessss. Berhubung hari ini Bu Wina cuti, kita dapat tugas ngisi lembaran-lembaran ini. Mohon kerja samanya ya. Jangan ribut, biar gak ada guru pengganti." Talita membagikan lembaran tugas.
"Talita, aydan tadi cari loe." Tunjuk Rani.
"Kenapa?" tanya Talita.
"Katanya tadi malam habis dikejar-kejar setan gak bisa tidur." Jawab Rani.
"Ok." Talita melirik Aydan yang terlelap, kemudian mengerjakan lembaran tugas.
Tak lama Aydan membuka mata, merenggangkan tubuhnya. Dan melihat Talita sedang mengerjakan tugas.
"Talita, bantu gue." Aydan menarik kursinya ke samping Talita.
"Apa?" Talita fokus ke lembaran tugasnya.
"Gue dikejar-kejar setan. Tolongin." Aydan memohon.
"Ok, kerjain dulu tugas Bu Wina." Talita memberikan lembaran tugas ke Aydan.
Bel istirahat berbunyi.
"Talita, please." Aydan terus memohon.
"Makan dulu, udah laper." Talita membuka bekal yang disiapin Arumi dari rumah.
__ADS_1
"Loe bawa bekal?" Aydan mengintip bekal Talita.
"Mau, ne." Talita memberikan bekalnya kepada Aydan.
"Bubur? Ogah." Tolak Aydan.
"Ya udah." Talita memakan buburnya.
"Babe, Aydan." Sapa Delvin.
"Kami mau ke kantin dulu, bye." Robin, Rani, Danish, Dara, Vida, Rakha dan Vicky meninggalkan mereka bertiga.
"Untung gue bawa lebih, ne buat loe." Delvin memberikan Aydan nasi kotak.
"Makasih Delvin. Gue mau minta tolong kalian." Aydan sambil menyuap nasi kotak.
"Pelan-pelan." Tegur Talita.
"Minta tolong apa an? Kalo mau pinjem duit sorry kayaan loe dari gue." Delvin meledek.
"Beberapa hari ini gue dikejar macam-macam setan wanita." Aydan bergidik.
"Mereka loe pelet?" Lagi-lagi Delvin mengejek.
"Delvin!" Aydan mulai emosi.
"Ok, nanti malam kami kerumah kamu." Kata Talita.
"Jangan, kelamaan. Pulang sekolah aja. Please!" Aydan mengatupkan tangan.
"Iya." Jawab Delvin.
"Gue ikut kalian, gue takut sendiri." Aydan masuk ke mobil Delvin.
"Talita melirik Aydan yang duduk di kursi tengah mobil." Talita memberi kode ke Delvin untuk melihat ke belakang.
Delvin dari kaca spionnya melihat ada beberapa makhluk astral yang mengikuti Aydan. Di sebelah kiri Aydan wanita dengan rambut panjang ada bunga terselip di telinganya menatap genit ke arah Aydan. Di belakang Aydan dua orang, yang satu masih gadis seumuran dengan mereka, yang satu wanita dewasa dengan taring panjang.
"Bagaimana ini?" tanya Delvin
"Aku juga gak tahu." Jawab Talita.
"Gaaeees ada apa?" Aydan bingung lihat Talita dan Delvin yang sedari tadi mengintipnya dari kaca spion.
"Bentar dulu." Talita mengambil ponselnya.
"Assalamualaikum Opa. Ini Talita. Opa dan Oma ada di rumah? Talita ke sana ya. Assalamualaikum."
"Kita mau kemana?" tanya Aydan.
"Kita jalan-jalan ketemu Opa dan Omaku. Yuk Delvin kita go." Kata Talita.
"Heii gaessss, masalah gue gimana?"
"Iya, kita mau ngajak jalan-jalan tiga makhluk yang ada bersamamu." Tunjuk Delvin.
__ADS_1
Aydan terdiam, dan melirik ke kiri ke kanan dan belakangnya. Delvin melajukan mobilnya ke rumah Opa Farhan dan Oma Sarah.
Mereka tiba di kediaman Opa Farhan dan Oma Sarah.
"Assalamualaikum Opa, Oma." Talita mencium tangan di ikuti Delvin dan Aydan.
"Wa'alaikumussalam." Jawab Oma dan Opa.
Oma dan Opa melihat makhluk yang ada di belakang Aydan.
"Opa, Oma, Talita minta tolong. Mereka terus mengikuti teman Talita."
"Silakan kalian duduk dulu." Opa Farhan duduk, diam seolah berkomunikasi dengan tiga makhluk yang berada di belakang Aydan.
"Siapa namamu Nak?" tanya Opa.
"Aydan Opa." Jawab Aydan.
"Ada orang terdekat yang bukan hanya iri tapi dengki dengan keberhasilan Ayahmu. Dan orang itu dengan sengaja memberikan pelet kepada makhluk astral agar mereka menyukaimu." Kata Opa.
"Tujuannya apa Opa?" tanya Aydan.
"Supaya kamu menjadi gila, atau supaya kamu ikut ke alam mereka. Dan itu akan membuat Ayahmu sedih karena kehilangan anaknya."
"Manusia, itu lah sifat manusia. Tidak senang melihat keberhasilan dan kebahagiaan orang lain." Oma prihatin mendengarnya.
"Apa yang harus Aydan lakukan Opa?" tanya Aydan.
"Aydan coba kamu ingat, akhir-akhir ini siapa yang sering memberikan kamu makanan?" tanya Opa.
"Tante saya Opa. Tante itu saudara kandung Ayah. Saya tidak percaya kalo Tante pelakunya." Jawab Aydan.
"Apa rumah tangga Ayah kamu baik-baik saja setelah Tante kamu datang?" tanya Opa lagi.
"Kalo soal itu Aydan gak tau Opa. Di depan Aydan mereka baik-baik saja." Jawab Aydan.
"Baiklah, kalo diijinkan bolehkah kami berkunjung ke rumahmu?" tanya Opa.
"Silakan Opa, dengan senang hati." Kata Aydan.
Opa Farhan, Aydan Talita dan Delvin menuju ke rumah Aydan.
Mereka memasuki halaman rumah yang begitu besar. Rumah terlihat sepi, Aydan mengajak Opa, Talita dan Delvin untuk masuk ke dalam. Tiba-tiba dari dalam rumah tercium bau kemenyan yang begitu menyengat, ada suara orang bicara di ruang tamu. Aydan, Opa, Talita dan Delvin tidak sengaja mendengar pembicaraan Tante Aydan dengan seseorang.
"Bagaimana Mbah, saya ingin mereka sekeluarga hancur. Anaknya gila, istrinya selingkuh, bisnisnya bangkrut." Kata Tante Aydan.
"Istrinya sudah mulai berpaling, anak lelakinya juga mulai gila. Jangan lupa, semua ini tidak gratis. Kamu harus mencarikan tumbal, kalo tidak dirimu sendiri yang akan menjadi gantinya." si Mbah melototkan matanya.
"Tante Jessy, kurang apa baiknya Ayah dan Bunda. Ayah saudara kandung Tante, tega ya berbuat jahat dengan saudara sendiri." Aydan naik darah melihat kelakuan Tantenya.
"Diam kamu anak kecil, Ayahmu selalu mendapatkan yang lebih dari Tante. Perhatian, kasih sayang, harta selalu Ayahmu yang mendapatkan. Tante iri dengan semua yang dimiliki Ayahmu. Mbah dukun habisi mereka!" Perintah Jessy.
Mbah dukun berdiri, komat Kamit mulutnya membaca mantra, " Dung dung pret, pret dung dung, dung dung pret, pret dung dung." Mbah dukun menghentakkan kaki.
Rumah Aydan berguncang hebat, lampu gantung, pigura, jam dinding berjatuhan. Benda-benda di atas meja bergeser dan jatuh ke bawah. Sesosok siluman ular hitam muncul di belakang Mbah dukun.
__ADS_1
"HABISI MEREKA!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...