
"tunggu, Rui ... dia Dimana?" Pertanyaan ku sambil melihat sekeliling kamar.
Alvina duduk di kasur dan melihat sekeliling. Posisi tempat kita, sama seperti posisi saat kita keluar dari game.
Aku mendengar ada suara orang lagi berlari menuju ke kamar ini. Aku berbalik badan melihat ke pintu kamar.
*Break*
Pintu kamar itu terbuka kayak lagi ditendang dan yang menendang pintu kamar itu adalah, Rui.
"Akhirnya... Kalian kembali juga" -Rui berlari langsung memeluk Alvina- "katanya sebentar, tapi kok lama banget"
"Haha, baru satu Minggu kok sudah kangen" kata Alvina.
"Satu Minggu? Kamu sebut cuma satu Minggu" kata Rui.
otak ku langsung bereaksi setelah melihat reaksi Rui tersebut, aku pun bertanya "umur kamu sekarang berapa?"
"75 tahun" jawab Rui.
"Jadi, kami pergi... Selama dua tahun, lah kok iso?"
"Mana aku tau, kenapa kamu sendiri yang terheran-heran, seharusnya aku yang terheran-heran disini" kata Rui.
Aku berjalan mundur dan langsung duduk di lantai. Sial, baru juga mulai bermain game ini lagi, sudah harus berfikir keras.
Tiba-tiba ada tulisan muncul di langit-langit kamar. Yap, itu adalah misi game kali ini.
"Pergi ke sungai Kett, bunuh monster yang bersemayam di sana. Bawah kepala si monster dan lanjutkan perjalanan ke desa Detrap bersama kepala sang monster" tulisan di atas yang aku baca.
Rui bertanya "hem, kalian pada lihat apa di langit-langit kamar?"
Eh, Rui tidak bisa melihat tulisan itu ya? Jangan heran, sudah sewajarnya kalo NPC tidak bisa melihat misi seorang player game.
"Tidak apa-apa kok. Yuk, kita keluar" ajakan ku.
Kami keluar dari kamar, saat kami berada di lobby penginapan, sang penjaga penginapan memberhentikan kami.
Dia, menagih biaya penginapan dan memberi kan catatan total biaya. Aku tidak bisa membaca tulisannya begitu juga dengan Rui.
__ADS_1
Aku langsung bertanya saja ke sang penjaga penginapan "jadi, kami harus bayar berapa?"
"Kalian menginap selama dua tahun dan menyewa dua kamar. Jadi, totalnya seribu koin emas.
"He?" Aku bengong dan kertas yang aku pegang jatuh ketanah.
Aku memberikan satu keping diamond ku dan kata Sang penjaga pas cukup. Yang berarti, uang ku hilang begitu saja, sebelum aku merasakannya.
Sebelum aku keluar dari penginapan, aku pergi ke kamar mandi terlebih dahulu. Di sana, aku menangis meratapi hasil usahaku yang sia-sia begitu saja.
Lima menit menangis, aku keluar dari penginapan. Aku berjalan menuju ke guild untuk mencari informasi. Sekalian, untuk mengecek, apakah benar di game ini sudah berlalu Dua tahun.
Kalo memang benar sudah berlalu dua tahun, seharusnya kota ini sedikit berubah. Akan tetapi, yang aku lihat Kota ini tidak berubah sama sekali dan Rui juga belum ada tanda-tanda wajah dan tinggi badannya meningkat.
Selama perjalanan menuju ke guild, aku menghitung uang ku. Uang ku tersisa 47 koin emas, lima belas koin perak, dan tujuan koin perunggu. Uang ini kalo tidak salah saat aku menjual enam belas biji goool.
Kalo dipikir-pikir, bisa dapat apa dengan sisa uang ku yang cuma segini? Dan aku menyadari sesuatu saat membayar penginapan tadi. Satu keping diamond, senilai dengan seribu koin emas.
Besok-besok kalo misi sudah selesai, aku tidak akan menyewa penginapan lagi, meskipun aku berada di luar dan hujan badai. Dari pada harus bayar mahal saat bermain game kembali.
Aku sampai di guild, aku membuka pintu dan masuk kedalam. Keadaan guild sedikit berubah. Sebelumnya hanya ada laki-laki berotot, tapi sekarang sudah ada beberapa wanita juga di dalam guild.
Kami bertiga berjalan menghampiri pelayanan guild, aku notice suatu hal.
"Eh, Ryot?"
Ryot langsung menoleh keatas "Riko" -dia berdiri- "dari mana saja kalian? Kalian tidak pernah terlihat selama dua tahun ini"
"Tunggu, baju wanita mu dan dandanan mu sebelumnya?" Aku kebingungan.
"Ah... Itu, aku sudah berubah ... Aku sudah menikah dan aku berubah saat bertemu dengan dia" jawab Ryot.
"He...! Beneran?" Kata ku dan Alvina secara bersamaan.
"Hahaha, kalian memang sangat cocok ... Beneran kok, buat apa aku berbohong"
Ryot yang sebelumnya memakai dan bersikap seolah-olah wanita, sekarang dia sangat berbeda dengan pakaian dan sifatnya seperti laki-laki dewasa.
"Ngomong-ngomong, wajah kalian tidak berubah sama sekali. Seolah-olah, baru kemarin kita berpisah" kata Ryot.
__ADS_1
"Ah... Kami punya ramuan untuk awet mudah seperti ini" jawaban ku.
"Ramuan? Bisa aku mencobanya?" Ryot menonjolkan badannya kedepan.
"Ya... Maaf, ramuan itu sudah habis... Satu bulan yang laku" aku melakukan kebohongan lagi.
Ini aku lakukan, untuk tidak menimbulkan kecurigaan. Maaf Ryot, NPC tidak usah tau tentang banyak hal.
Aku memeriksa papan pengumuman quest, aku menemukan quest, untuk ngambil batu Ghilx yang berada di sungai Kett. kalo berhasil, aku mendapatkan hadiah sebesar 2 keping diamond.
Wih, banyak amat, aku bisa kaya mendadak dengan hadiah segitu. Akan tetapi, semakin besar hadiahnya, semakin sulit juga rintangannya, Itu sudah hukum alam.
Namun, ini juga hampir sama dengan tujuan ku, sama-sama ke sungai Kett. Entah ini sudah diatur oleh game, atau memang Takdirku.
Aku mengambil kertas quest itu dan langsung menunjukkannya ke Ryot. Ryot membaca quest yang aku berikan.
"Kalian yakin mengambil ini?" Tanya Ryot.
"Mumpung ada sumber emas, kenapa tidak aku ambil" jawaban ku.
"Biar aku ceritakan sesuatu tentang sungai Kett akhir-akhir ini" Ryot Bercerita.
Ryot bercerita, Dua Tuhan yang laku, ada seseorang pedagang, dia beristirahat di pinggiran sungai Kett.
Saat itu dia bersama dengan teman-temannya, dia tidur menyendiri agak jauh dari tempat teman-temannya.
Mereka tertidur saat jam setengah dua belas. mereka tidur sangat lelap, karena kelelahan di perjalanan. saking lelapnya mereka tertidur. mereka tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka saat mereka tidur.
Dari saksi teman-temannya, sih pedang yang menyendiri itu, sudah tidak ada. Sontak semua orang mencarinya, namun tidak kunjung ketemu.
Cerita yang kedua, ada seorang penangkapan ikan, yang sangat suka sekali dengan ikan yang cuma ada di sungai tersebut.
Sama seperti cerita yang pertama, penangkapan ikan itu, tidak kunjung kembali dari sungai Kett.
Pencarian dilakukan di pinggiran sungai namu seperti cerita pertama, penangkapan ikan tidak ditemukan.
Karena adanya dua kasus itu, satu ikan khas sungai Kett, di harga lima Koin Emas. Selain itu, aku merinding mendengar kedua cerita tersebut.
"Sebenarnya masih banyak lagi kasusnya orang yang hilang setelah mengunjungi sungai Kett ... kutanya kepada kalian sekali lagi ... Masih mau mengambil quest ini?"
__ADS_1