
Ternyata dugaan ku benar, aku di kasih kembalian delapan koin perunggu. Jadi bisa di simpulkan kalo satuan mata uang di game ini hanya selisih sepuluh dan yang paling tinggi adalah koin emas.
Aku dan Alvina keluar dari kedai makanan, baru keluar dari kedai makanan ada yang memanggil nama ku.
"Oh, tuan Riko ternyata" yang memanggil aku adalah Crox.
"Eh, sedang apa yang kamu lakukan tuan Crox?" karena dia tadi memanggil ku dengan sopan tentu saja aku membalasnya dengan sopan.
"Apa yang aku lakukan? Toko ku kan hanya berjarak tiga puluh meter dari sini. Aku biasa makan di sini. Gimana, rasanya makanan di sini?" Tanya Crox.
"Ah... Ya, lumayan enak" mana aku tau enak apa gak? Aku cuma makan roti doang tadi.
"Hem, begitu ya" kata Crox sambil menaruh tangannya di janggutnya, seolah-olah sedang memikirkan sesuatu hal.
"Emangnya ada apa tuang Crox?" Tanya ku karena penasaran yang dia pikirkan.
"Ya, tak ku sangka ternyata kamu sudah punya istri yang kamu ajak berpetualangan" kata Crox sambil tersenyum.
"Is-istri, kami baru pacaran" jawab Alvina.
"Oh... Baru pacaran ya? Maaf-maaf, hahaha" Crox tertawa.
Ha... Suadah lah, akan makin sulit juga kalo aku jelaskan kami belum pacaran, malahan akan terlihat aneh kalo tidak ada hubungan. Di kira pacaran saja lah, lagian Crox cuma NPC di game ini.
"Sekarang kalian mau pergi ke guild?" Tanya Crox.
Guild? Tunggu, di game ini ada guild? Aku tidak berfikir seperti itu dari awal. Oke, aku akan jujur kalo tidak tau guild dan akan bertanya dimana tempat guild itu.
"Ah maaf, aku tidak tau kalo ada guild di kota ini. Memangnya dimana tempatnya guild itu?" Pertanyaan yang bagus dari ku.
"Eh, memangnya kalian dari...., Ah sudahlah, saat awal bertemu aku juga merasa asing dengan wajah kalian. Guild itu berada di... "
Aku di kasih tau alamatnya oleh Crox dan kami (aku dan Alvina) langsung pergi menuju tempat guild.
Tempat guild itu berada di tengah kota, tempat yang sangat aman Kalo ada serangan. Aku berjalan kaki selama tiga puluh menit dari kedai makanan.
Sesampainya di guild aku langsung masuk kedalam guild. Para orang yang berada di dalam guild melihat kerah aku dan Alvina. Ya wajar lah, Crox aja merasa asing dengan muka ku.
Aku menghiraukan tatapan orang-orang dan langsung menuju ke tempat staf atau tempat layanan guild.
__ADS_1
"Selamat datang di guild Brent. Apakah ada yang bisa aku bantu" kata salah satu orang layanan guild.
Hm... lumayan ramah juga. Aku pernah bermain Genshin Impact di laptop ku, seingat ku di guild kita bisa bertanya apa saja.
"Aku punya beberapa pertanyaan, bisa pergi ke suatu ruangan" Kata ku.
"aku boleh ikutkan Riko? Aku tidak mau di sini bersama mereka" kata Alvina.
Bener juga ya, mana mungkin Alvina mau di sini bersama orang-orang berotot dan muka sangar seperti mereka.
"Maaf, apakah boleh teman ku ikut?" Tanya ku ke layanan guild.
"Tentu saja boleh. lewat sini tuan-tuan" kata layanan guild.
Kami di antara ke ruangan kamar di lantai dua. "Ini kan kamar ... Memangnya tidak apa-apa memakai kamar ini?" Pertanyaan ku.
"Tidak ada masalah, kamar ini tidak ada yang menyewa" kata layanan guild.
"Oh ya, Bisa kamu beri tau nama mu? Rasanya aneh kalo saling memanggil tidak menguntungkan nama" ucapan ku.
"Nama ku Ryot Rance, salam kenal tuan-tuan" dia pun mengenalkan namanya sambil menunduk.
"Tunggu, Ryot Rance? Bukankah itu terdengar seperti nama cowok?" Pertanyaan ku.
Aku terdiam kayak terkutuk menjadi batu. Gimana tidak, wajahnya seperti wanita, penampilannya seperti wanita, pakaian yang dia pakai juga wanita dan dia pakek rok mini.
"Eh... Apakah kamu tidak malu berpenampilan seperti itu?" Terikan Alvina.
"Tidak, aku senang seperti ini" kata Ryot dengan senyuman.
Jujur, selama 17 tahun aku hidup, baru kali ini aku melihatnya bencong sesempurna ini. Kalo tidak salah yang seperti ini biasa di panggil Trap.
"Jadi sejak kecil kamu ingin menjadi seperti ini (bencong)" aku masih penasaran.
"Bisa iya bisa tidak, saat aku berumur 6 tahun dulu, banyak teman ku yang mengira aku seorang cewek, tapi saat aku sudah berusia 10 tahun, aku berpakaian layaknya cowok. Alhasil, temanku pada kecewa kepada ku.
"Kerena itu lah, aku mencoba berpakaian cewek. Sangat mengejutkan banyak orang yang menyukai aku dan ada beberapa teman ku yang menembak ku, tentu saja aku tolak, aku tidak suka percintaan antara cowok dan cowok"
"Sip, Ending yang...., Ah dah lah, oke sekarang serius" aku mulai bertanya pertanyaan serius ke Ryot.
__ADS_1
Aku bertanya pertanyaan penting, informasi yang aku butuhkan sekarang. Seperti nama kota ini, dimana aku bisa mendapatkan goool, dan cara mendaftar di guild.
Sangat beruntung sekali aku, ternyata kota ini adalah kota Efar. akan tetapi, tempat item goool berada di dalam goa yang agak jauh dari kota Efar dan dalam goa itu banyak monster nya.
Aku pun di beritahu cara daftar di guild ini, dan keberuntungan datang lagi. Ternyata ada quest untuk mengambil goool sebanyak 23 biji.
Goool bisa di jadikan obat untuk penyakit tahunan yang akan datang. Awal mula ada penyakit tahunan itu karena kota ini di kutuk oleh seorang penyihir.
Untuk cerita kenapa penyihir mengutuk kota Efar? Ryot tidak tahu kenapa. Pokoknya penyihir itu mengutuk kota Efar 10 tahun yang lalu.
kota Efar mengalami suatu penyakit datang tiap tahunnya dan tiap tautan sudah memakan seratus orang. Setelah sudah seratus orang, penyakit itu akan menghilang.
Tidak masuk akal sih, tapi ini game. Penyakit tahunan itu bisa dibilang, story dalam game. Karena itu, aku harus menerima apa pun yang tidak logika menjadi hal yang logika.
Karena penyakit tahunan itu masalah yang serius, ada salah satu orang yang sudah meneliti kalo obat dari penyakit tahunan adalah goool. Meskipun begitu, tidak ada yang berani masuk kedalam goa yang ada goool.
"Oke, makasih atas informasinya" kata ku.
"Oke, jadi totalnya tiga puluh koin emas" kata Ryot.
"Woi, kamu mau merampok aku?" Berteriak sambil berdiri.
"Tidak-tidak, biaya untuk mendaftar guild empat koin emas setiap 1 orang" penjelasan Ryot.
"Kalo begitu kan seharusnya cuma delapan koin emas untuk dua orang"
"Aku tau itu, tapi informasi juga ada biayanya. karena kamu bertanya pertanyaan masa laluku, tentu saja ada biayanya dan itu terserah aku mau kasih seharga berapa" Ryot tersenyum layaknya orang jahat.
aku pun terpaksa membayar tiga puluh koin emas, setelah aku bayar aku terpikirkan akan sesuatu.
"berapa harga sewa kamar ini?" tanya ku.
"kalo cuma semalam harganya lima koin perak, sudah termasuk fasilitas untuk mandi kamu. apakah mau sewa untuk dua ka-"
"tidak satu saja" kata Alvina yang memotong perkataan Ryot.
aku melihat ke Alvina "tunggu, kita cewek dan cowok loh, ini juga cuma ada satu kasur, bukannya lebih baik dua kamar?" pertanyaan ku.
"kita tidak punya banyak uang Riko ... ja-jadi, satu kamar saja cukup" kata Alvina yang terlihat malu-malu.
__ADS_1
"jadi satu kamar saja ya, lima koin peraknya" kata Ryot.
aku membayar lima koin perak dan Ryot pergi meninggalkan kami berdua saja di dalam kamar ini.