Game & Takdir

Game & Takdir
43. mbak Kunti


__ADS_3

Sedikit informasi untuk kalian, kalo kalian mencium bau gosong, itu tandanya ada kuntilanak di dekat kalian.


Pasti kalian berfikir, ini novel horor atau fantasi sih? Aku juga berfikir seperti itu, ini sang aktor bisa-bisa nulis cerita seperti kek gini.


Semu obor di kamar ku tiba-tiba mati dan itu membuat menjadi gelap gulita. Bau gosong dan agak harum makin tercium makin kuat.


"Hi-hihihi! Hi-hihihi!" Seketika ada suara tawa.


Sudah jelas, ini adalah suara dari mbak Kunti. Sumber tawa itu seperti berada di atas langit-langit rumah.


"Hi, hihihi! Hi, hihihi!" Suara tawa mbak Kunti lagi.


Suaranya masih dari atas, tapi makin mendekat! Aku berusaha konsentrasi, untuk mendeteksi asal suaranya yang tepat. Aku tidak tau arah mata angin, karena beneran sangat gelap di sini.


"Hi, hihihi! Hi-"


*Duar*


Aku dengan cepat membuat pistol dan langsung aku menebaknya. Tadi suaranya berasal dari kanan ku dan aku tembak kearah kanan.


"Hi-hihihi Hi-"


*Duar*


Aku menebaknya lagi, sekarang sumber suaranya dari pojokan atas kanan kamar. Kalo nih mbak kuti terbang, berarti sekarang dia akan mengarah ke.


"Hi-"


*Duar*


Nah kan benar! Kalo gitu sekarang ke.


"Ah... Sudah cukup! Kamu kira tidak sakit apa?" Ada suara cewek dari sebelah kiri.


*Duar*


"Sudah kubilang! Sudah cukup kan!?" Dia mulai berteriak.


Seketika obor-obor kamar ku mulai menyala lagi. Setelah menyala, ada sosok cewek pakek baju putih dan rambutnya lumayan panjang menutupi mukanya. Yap, dia adalah mbak Kunti.


"Apa-apa sih kamu ini? Kenapa tidak takut dengan hantu? Malah sang hantu kamu buat kesakitan!" Terikat mbak kunti.


Aku mendekati mbak Kunti dan menodongkan pistol kerahnya.


"Hi..." -muka mbak Kunti terlihat pucat- "maaf kan aku, Maaf! ... Aku mengaku kalah, jadi tolong jangan sakiti aku lagi!"


Pistol ku kehabisan waktu dan langsung menghilang. Aku jongkok di depan mbak kunti.


"Jadi, apa yang kamu lakukan tadi?" Pertanyaan ku.


"Lah? Aku tadi menghantui loh, kok masih tanya aja" kata mbak kunti.

__ADS_1


"Eh? Kamu tadi menghantui aku toh... Aku kira kamu ingin mencuri tadi ... Trus, kamu ini apa?" Aku bertanya lagi.


"Aku hantu, hantu ini loh, di lihat juga seharusnya langsung tau" kata mbak kunti.


"Eh... Hantu... Kukira pencuri"


"Lama-lama barang mu ku curi beneran loh"


Ya... Sebenarnya aku juga tau, tapi entah kenapa saat ini, aku ingin menjalin seseorang. Karena hanya ada mbak Kunti, jadi mbak Kunti yang jadi korbannya.


Aku berdiri dan langsung berjalan ke atas kasur. Sedangkan mbak kunti, dai masih duduk Dangan muka sangat kesal.


"Kemari lah dan duduk di kursi itu" kata ku.


"Gak mau" penolakan mbak kunti dengan cepat.


"Oh iya, kamu ini hantu ya? Mana mungkin bisa duduk ya? Duh, bodohnya aku menyuruhnya untuk duduk.


Seketika, mbak kunti melayang menuju ke kursi dan langsung duduk di kursi itu.


"Siapa yang kamu maksud tidak bisa duduk ... Nih, aku bisa duduk buktinya"


"Woi, katanya tadi tidak mau saat aku suruh ... Kenapa sekarang malah duduk?"


"Ark...!" Mbak kunti marah-marah.


Seketika mbak kunti melompat kearah ku. Aku dengan cepat membuat pistol dan langsung ku arahkan ke kepala mbak kunti.


*Duar*


Haha, rasanya sangat menyenangkan, tapi kayaknya sudah cukup lah, kasihan mbak Kunti.


Saat mbak kunti sudah membaik, aku pun mendekatinya. Dia lagi duduk di lantai seperti orang lagi galau.


"Maaf-maaf, aku telah berlebihan"


"Hem" mbak kunti memalingkan pandangannya ke kanan.


Aku mengikuti pandangan dan berkata "Sudah lah, jangan kayak anak kecil, aku sudah minta maaf kan"


"Hem" mbak kunti memalingkan pandangannya ke kiri.


Aku berdiri dan langsung membuat pistol dan langsung ku arahkan ke kepala mbak Kunti


"Ha... Mau aku tembak lagi?"


Mbak Kunti langsung melihat ku dengan muka ketakutan "iya-iya ku maaf kan, jadi jangan gunakan itu lagi ya"


Ya pasti wajar ya kalo refleksinya seperti itu. Manusia biasa saja langsung mati kalo di tembak di bagian kepala. Apa lagi mbak kunti, dia pasti merasakan sakit yang luar biasa tapi tidak mati, karena dia kan sudah mati.


Aku turunkan pistol ku "jadi, kamu tadi menghantui ku, pasti ingin menyuruh ku untuk menyelesaikan penyesalan mu yang masih ada saat kamu masih hidup"

__ADS_1


"Lah? Kok kamu bisa tau? Apakah kamu bisa baca pikiran hantu?"


Tidak bisa membaca sih, tapi lebih tepatnya, sudah sering lihat. Sudah ada banyak film horor yang aku lihat.


Saat diawal-awal sang hantu menakut-nakuti. Tapi saat sudah mau ending, ternyata sang hantu cuma minta tolong untuk menyelesaikan penyesalan semasa hidupnya. Hampir semua film horor seperti itu.


"Rahasia, cepat katakan saja apa penyesalan mu, aku berjanji akan menolong mu sebagai ucapan maaf ku" ucapan ku.


Dengan cepat mbak kunti langsung bangun "hah? Beneran ini? Kamu ... Kamu tidak menjahili aku lagi kan?"


"Seriusan ... akan aku bantu sebisa ku"


Tujuan ku sebenarnya sih bukan sok-sokan menjadi orang baik. Akan tetapi, tujuan ku sebenarnya adalah, ingin mengambil Ivent tersembunyi seperti ini.


Dari pengalaman ku bermain beberapa game MMORPG. Ivent seperti sangat sulit untuk di temukan. Mungkin kamu bisa menemukannya cuma 3% kemungkinannya.


Meskipun begitu, kalo kalian menemukan Ivent tersembunyi dan berhasil menyelesaikan quest yang diberikan. Maka, kamu akan mendapatkan hadiah yang luar biasa, karena cuma kamu saja yang punya.


"Novel ... Novel ku bekum tamat, jadi tolong buat sampai tamat ya" kata mbak kunti sambil tersenyum.


"Maaf, tidak jadi deh, aku tidak pandai buat novel"


"Lah? Katanya tadi mau mambantu menyelesaikan penyesalan ku?"


"Aku tau lah, tapi aku tidak punya bakat untuk itu"


Mbak Kunti tersenyum, dia kembali lagi seperti tadi. Dia duduk seperti orang galau. Eh, tapi sekarang dia beneran lagi galau sih.


Jujur, aku sangat ingin menerima quest dari Ivent tersembunyi ini, tapi quest yang di berikan sangat mustahil untuk aku lakukan.


Ah... Kenapa aku mudah menyerah seperti ini. Yang penting mencobanya dulu dari pada nanti menyesal.


"Baiklah-biak, mana novel mu, kamu pasti punya kan bekas-bekas novel mu yang yang lain" perkataan ku.


"Untuk itu... Maaf, aku tidak memilikinya dan kayaknya sudah tidak di jual belikan, mungkin malahan sudah musnah novel-novel ku"


"Eh? Maksudnya?" Aku gagal paham.


"Novel ku itu adalah novel seratus tahun yang lalu. Jadi mana mungkin lah, karya yang selama itu masih ada saat ini"


"Seratus tahun? Jadi kamu sudah menjadi hantu selama seratus tahun?"


Aku kira dia baru meninggal sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Malah ternyata sudah seratus tahun.


"Iya, dengan waktu yang selama itu, baru sekarang lah ada seseorang yang mau membantu ku"


"Kalo boleh tau, bisa ceritakan saat kamu masih hidup dulu"


Aku sekarang malah manjadi penasaran kisah hidupnya mbak Kunti.


"Oke, flashback ... Dimulai"

__ADS_1


__ADS_2