
Aku menghabiskan sisa waktu untuk tenang, sebelum keluar dari game. Aku berada di luar tembok desa Detrap, sembari melihat matahari tenggelam.
Ada langkah kaki mendekat kearah ku, aku melihat ke sumber suara dan ternyata yang mendekat adalah Rui.
"Apakah kamu mau pergi?" Pertanyaan Rui yang langsung duduk di sebelah ku.
"Ya, misi ku sudah selesai disini" jawaban ku.
Waktu tersisa lima menit, aku langsung berbaring di rerumputan. Karena tanah yang miring, aku masih bisa melihat matahari tenggelam.
"Apakah kamu akan kembali lagi kesini?" Pertanyaan Rui lagi.
"Entah lah, tapi kayaknya akan membutuhkan waktu yang lama" jawaban ku.
"Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang" Rui bertanya lagi.
"Langsung saja, apa yang ingin kamu bicarakan?" Perkataan ku.
Aku menyadarinya kok Rui. Pertanyaan ini bisa dibilang sebuah pertanyaan menjebak. Kamu tidak berani bertanya secara langsung, karena itu lah kamu ingin bertanya pertanyaan yang tidak begitu penting.
"Kamu menyadarinya ya, kalo aku" Perkataan Rui, yang tidak dilanjutkan.
"Aku?" Kata ku.
"Aku ... Aku boleh ikut kamu pergi gak?"
"Eh?"
"Boleh ya... Please ~"
"Maaf membuat kamu kecewa, tapi aku tidak bisa"
Rui langsung berdiri "kenapa? Apakah aku akan menggangu? Atau mungkin aku selama ini beban?"
"Ya tidak keduanya" -aku duduk- "kalo aku bisa mengajak mu, tanpa kamu minta aku akan membawa mu. Tapi kalo ini, aku dengan sendirinya aku akan berpindah kedunia yang lain"
Itu hanya alesan manis yang aku buat. Tapi alesan ku yang sebenarnya adalah, kamu hanyalah NPC Rui.
Kamu hanyalah bot, program atau karakter pelengkap game. Mana mungkin ada karakter dalam game menjadi nyata. Kalo game ini bisa seperti itu, mending aku hidupkan saja para wanita yang cantik dan seksi. Bukan bocil seperti Rui.
__ADS_1
Tubuh ku mulai memunculkan cahaya dan perlahan menghilang. Aku berdiri, melihat kearah Rui.
"Tunggu saja aku di desa ini, akan aku pastikan aku akan kembali lagi kesini" kata ku.
Tubuh ku menjadi serpihan cahaya seperti kunang-kunang dan yang aku lihat adalah cahaya yang sangat silau.
Aku membuka mata ku, aku berada di dalam tabung. Aku keluar dari tabung dan langsung melihat ke layar kaca besar di depan ku. Aku menunggu sih Standar muncul.
Alvina berjalan menuju kesamping ku, seketika layar kaca menyala dan muncullah sih Standar, atau sih pembuat game ini.
"Ku ucapkan selamat! Telah berhasil lagi menyelesaikan misi yang aku berikan ... Oke, untuk hadiahnya" perkataan dari Standar.
"Satu pertanyaan dan sejumlah uang tunai kan?" Perkataan ku.
"Yap betul, tapi ngomong-ngomong, kok kalian lama sekali ya bermain game ku? Padahal, setelah main hari ini, besoknya kalian sudah bisa bermain lagi"
"Kami punya alesan tersendiri, alesan tersebut, untuk kebaikan diri kita" jawaban ku.
"Alasannya apa itu? Boleh aku tau?" Pertanyaan Standar.
"boleh saja sih... Tapi, akan aku jawab kalo aku bisa bertanya dua kali. Gimana? Tawaran yang adil bukan?" Ucapan ku sambil tersenyum.
"Hah? ... Hahaha, menarik, kamu sangat menarik. Kalo seperti itu, maaf aku tidak bisa. Kamu akan tetap hanya bisa bertanya satu kali"
"Ayo cepetan tanya sesuatu, aku masih punya urusan lain ini" ucapan Stander.
aku sebenarnya memiliki dua pertanyaan dan tentunya dua-duanya adalah pertanyaan yang penting. Aku akan bertanya yang sangat membuat aku penasaran.
"Alvina, tidak masalah kan kali ini aku yang bertanya?" Pertanyaan ku.
"Terserah Riko" perkataan Alvina dengan memiringkan kepalanya dan tersenyum.
"Standar, bagaimana jadinya, kalo kita mati didalam game? Apakah kita juga akan mati juga di dunia nyata, atau Hanya akan kembali atau keluar dari game" Pertanyaan ku.
Kali ini, standar menjawab pertanyaan ku lumayan panjang. Inti dari jawabannya adalah, kita kalo mati didalam game, hanya akan kembali lagi kedunia nyata.
Tapi, efeknya tidak seringan itu. Kalo mati didalam game, kita keluar dari game dengan kondisi Amnesia, atau lupa ingatan.
Kita akan lupa segalanya, seperti keluarga, nama sendiri, lupa teman maupun sahabat, dan kita akan melupakan pernah bermain game ini dan tidak akan pernah bermain lagi.
__ADS_1
Ini bertujuan, agar informasi tentang game ini tidak bocor ke pemerintah sekitar. Karena pada dasarnya, game ini hanyalah game untuk orang yang ingin merubah takdir, bukan untuk bersenang-senang.
Tapi, ada beberapa yang tidak hilang ingatannya. Seperti cara bicara, berjalan, dan ilmu yang pernah kita dapat.
"Oke, sampai jumpa di pertemuan sebelumnya... Bay, bay" perkataan Standar dan layar kaca ikutan mati.
Uang tunai pun keluar di bagian bawah kontrol. Uang yang kita dapatkan sekarang adalah, sepuluh juta rupiah.
Aku sebenarnya tidak membutuhkan uang itu, uang ku yang sebelumnya masih dua juta. Akan tetapi, Alvina tetap memaksa aku menerima uangnya, yang telah dibagi setengah.
Bangun canggih ini pun menghilang, aku berada di tengah hutan dan ada sesuatu yang sangat mengejutkan. Kukira hanya ada aku dan Alvina. Tapi seketika, kami berdua melihat Billa.
"Eh?" Aku
"Eh?" Billa
Kami bertiga berjalan kerumahnya Alvina. Setelah sampai di sana, kamu bertiga masuk kedalam rumah dan langsung duduk di meja makan. Ya meja makan ya meja untuk tamu juga sih, karena hanya ada satu meja dan empat kursi di rumah ini.
"Oke... Billa, kenapa kamu bisa ada di sana juga" pertanyaan ku.
"Ah... Aku cuma kebetulan lewat kok, itu saja" jawaban Billa.
"Woi, lu kira gue sebodoh itu?" jawab ku.
Akhirnya Billa bercerita dari awal sampai akhir. Saat jam 06.00 Billa sudah stay by di atas pohon mangga rumah ku. Yap, dia hanya ingin melihat keseharian hari Minggu ku.
"Tunggu-tunggu, kamu ngelakuinnya tiap hari?" Pertanyaan ku.
Billa menjawab, suaranya begitu sangat pelan. Aku tidak mendengar katakan, tapi aku tau apa yang dia bicarakan dari gerak bibirnya. Lebih baik aku tidak usah menyuruhnya mengulang lagi.
Saat jam 09.39 Billa melihat ku keluar dari rumah mengunakan motor. Billa mengikuti ku dari belakang, dengan mengunakan sepeda. Aku tidak menyadari bahwa telah diikuti.
Aku menuju di rumah Alvina Jam 10.05 saat itu aku berdiri di depan rumah Alvina. Saat Alvina keluar dari rumah, Billa melihat kami berdua menuju kehutanan.
Billa mengikuti kami, tapi saat muncul bangunan modern, Billa langsung kaget dan terjatuh hingga terjatuh.
Billa penasaran dengan bangunan modern yang tiba-tiba muncul. Dai pun ikutan masuk kedalam, Billa berjalan lurus dan hampir tersesat di dalam bangunan
Dan akhirnya, Billa menemukan ruangnya. Saat itu, aku dan Alvina sudah masuk kedalam tabung. Saat game di mulai, waktu pun berhenti. yang di lihat Billa, aku dan Alvina di dalam tabung terus keluar.
__ADS_1
Billa juga melihat Standar, dia mengiranya cuma sebuah TV, karena TV di rumahnya juga besar. Billa pun memutuskan untuk pergi dan dia tidak melihat aku berbicara dengan Standar. Kalo sampai melihat, akan makin ribet urusannya.
Billa bertanya "Apa yang sedang kalian sembunyikan, dari ku"