Game & Takdir

Game & Takdir
24. Dark elf


__ADS_3

Tiga jam kami berjalan kaki dan kami seketika berhenti. Kami baru sadar, kalo kami tersesat didalam hutan.


Kami tersesat bukan karena bingung dengan jalannya. Akan tetapi, kami tidak tau arah mana untuk menuju ke desa Detrap.


"Tolong Rui, sekali lagi ... Sekali lagi terbang sangat tinggi dari yang sebelumnya. Siapa tau kalo lebih tinggi kamu melihat perumahan" perintah ku untuk Rui.


"Percuma saja lah, baru saja sepuluh menit yang lalu aku terbang. Meskipun lebih tinggi, tapi penglihatan ku akan terhalang oleh awan" ucapan Rui.


"lah? Benar juga ya?" ucapan Ku.


Aku melihat kearah Alvina, dia terlihat sangat lemas dan sedang duduk menyender di bawah pohon.


"Alvina, kamu baik-baik saja?" Pertanyaan ku.


Alvina membuka matanya dan berkata "ya, aku baik-baik saja. Cuma, aku sangat lapar sekarang"


Ya wajar saja ya kalo Alvina lapar. Dia sebelumnya terluka parah dan harus membutuhkan energi banyak untuk memulihkan lukanya.


Dari pada itu, selama tiga jam kita berjalan mutar-mutar tanpa henti. Entah mengapa rasanya, aku juga ikutan lemas melihat Alvina seperti itu.


"Riko, apakah kamu merasakan sesuatu?" Pertanyaan Rui.


Setelah mendengar ucapan Rui, aku dengan cepat menghampiri Alvina dan berdiri di depannya. Aku tidak tau apa yang di maksud Rui, tapi sekarang aku mempercayai Rui.


Kabut asap mail bermunculan di sekeliling kami dan penglihatan ku hanya bisa melihat lima atau mungkin empat meter kedepan.


"Riko" panggil dari Alvina.


"Tenang saja, aku akan tetap disini"


Sial, kalo seperti ini, mana bisa tau akan ada serangan. Sial... tapi tunggu, gak jadi sial deh, tinggal buat perisai besi aja susah amat.


Benar saja, dari arah kanan, seketika ada tombak yang meluncur kearah ku. Tombak itu menatap perisai ku dan mental agak jauh. Dengan kata lain, luncurkan tombak tadi sangat kencang.


Serangan mengunakan tombak kah... Kemungkinan ini serangan dari manusia. Tapi kenapa mereka menyerang kami? Atau mungkin.


"Rui! kamu bisa mendengar ku? Tolong jawab kalo mendengarnya" teriakan ku.

__ADS_1


"Ya aku mendengar mu, tunggu sebentar, aku sedang mengumpulkan kekuatan ku"


Tunggu, mengumpulkan kekuatan? Memangnya dia mau berbuat apa? Serangan tombak berikutnya dari depan ku. Sekalian lagi, aku mampu menahannya.


Tiba-tiba, hembusan angin yang sangat kencang terjadi. Aku langsung membuat besi panjang yang langsung menancap ketanah.


Aku menarik Alvina dan aku peluk dia sambil tangan kanan ku berpegang ke besi yang aku buat. Angin itu membuat kabutnya menghilang. Dengan begini, aku bisa melihat dengan normal.


Kabut itu mulai menghilang, aku melepas Alvina. Rui berubah menjadi naga dan ada beberapa orang yang bersembunyi di balik pohon.


"Keluar lah kalian para Dark Elf" ucapan Rui dengan berubah lagi ke wujud manusia.


Dark elf? Memangnya di game ini ada elf?


Aku langsung melihat dengan sangat fokus kearah orang-orang yang bersembunyi dibalik pohon.


"Kami bukan lah musuh kalian, kami hanya orang-orang yang tersesat" ucapan Rui.


Orang-orang itu pun keluar dan aku sangat terkejut. Ternyata benar, mereka adalah Elf dengan kulit yang sangat hitam, seperti kata Rui mereka adalah Dark Elf. Aku masih belum yakin sih, tapi telinga mereka seperti Elf yang pernah aku lihat-lihat di anime dan game.


Salah satu dari mereka berkata "apa tujuan kalian berada di kawasan kami?"


Rui dan para dark elf menatap ku dengan tatapan heran. Aku tidak tau kenapa mereka menatap ku dengan tatapan seperti itu? Apakah aku salah ngomong ya?


"Riko ... kamu, bisa bahasa Dark Elf?" Pertanyaan Rui.


Ah... Paham-paham, aku paham situasi ini. Dark elf memiliki bahasa sendiri, kalian ingin aku mengaktifkan sistem translate, jadi aku bisa paham bahasa dark elf dan bisa berbahasa dark elf.


Karena Rui bukan player melainkan NPC, dia tidak memiliki sistem translate ini. Sekarang, gimana caranya aku beralasan? Biar tidak terlihat mencurigakan.


"Gini ya Rui, aku dan Riko, dulu pernah belajar bahasa Dark Elf" jawaban Alvina.


Nice Alvina! Dengan begini pasti Rui akan percaya. Untuk kedepannya, aku akan menambahkan.


"Bukan cuma bahasan dark elf, kami berdua juga di ajarkan berbagai bahasa" perkataan ku.


"Oh... Begitu, aku jadi penasaran, sebenarnya kalian berasal dari mana?" Pertanyaan Rui.

__ADS_1


Aku tidak menjawab pertanyaannya, karena sulit untuk dijawab dan terlalu beresiko kalo di jawab.


"Oh ya, tuan..." Perkataan ku sambil menunjuk dengan tangan terbuka kepada Dark Elf yang berbicara tadi. Aku bermaksud untuk menayangkan namanya.


"Franci Dark Elf, Panggil saja Franci, gak usah pakek tuan" perkenalan Franci.


"Oke Franci, aku Riko, dia Rui, dan ini Alvina" aku memperkenalkan kita bertiga.


"Franci, apakah kamu tau lokasi desa Detrap?" Pertanyaan ku.


"Desa Detrap? Itu desa kami" jawaban Franci.


"Wah kebetulan, kami bertiga tersesat karena mencari-cari desa Detrap. Bisa kalian antara kami ke sana?" Permintaan ku.


"Bisa saja sih, kami juga jarang sekali memiliki tamu dari ras lain. Emangnya mau apa datang ke desa kami?" Pertanyaan Franci.


"Sebenarnya ... "


Kami bertiga dan para Dark Elf yang menyerang kami, telah sampai di desa Detrap. Desa ini dikelilingi oleh tembok, meskipun cuma terbuat dari kayu.


Didalam desa rumah-rumah tersusun rapi dan terbuat dari kayu. Untuk akses jalannya mereka juga punya dan lagi-lagi terbuat dari kayu. Kenapa semuanya harus kayu ya?


Baju-baju yang dikenakan para Dark Elf hanya kain dari badan sampai ke mata kaki untuk perempuan. Sedangkan para laki-laki, mereka memakai kain dari bahu sampai ke dengkul.


Untuk para Dark Elf yang menyerang kami tadi, mereka mengenakan pakaian pelindung besi meskipun cuma kepala dan badannya saja.


Selain itu, warna pakaian mereka, sangat jauh dari bayangan ku. Warna pakaian mereka serba merah, iya merah.


Perasaan kalo di game-game, warna pakaian Elf berwarna hijau. Apakah ini memang ciri khas dari Dark Elf berwarna merah dan Elf bisa berwarna hijau.


Aku tidak tau sih warna baju Elf biasa di game ini, tapi kemungkinan besar, pasti ijo, aku yakin itu. Tunggu, game ini ada Elf bisa gak ya?


Para penduduk desa melihat kami bertiga dengan berbagai macam. Ada yang ketakutan, ada yang penasaran, dan ada juga yang waspada.


"Wahai para teman-teman ku sekalian. Mereka adalah tamu bukan musuh kita, aku berani menjamin dengan nama ku" perkataan Franci untuk menenangkan suasana.


Setelah mendengar perkataan dari Franci, para dark elf mulai mendekati kami bertiga. Mereka menyentuh kami. Seolah-olah mereka baru pertama kali melihat manusia.

__ADS_1


Kayaknya bukan seolah-olah deh, mereka beneran belum pernah melihat manusia sama sekali.


Franci dan para pasukannya, menyingkirkan para penduduk yang menghalangi jalan. Franci, menunjukkan jalan menuju kerumahnya kepala desa.


__ADS_2