Game & Takdir

Game & Takdir
38. ledakan kejut


__ADS_3

Dia sangat pintar, meskipun aku langsung PVP dengannya, sudah dipastikan aku akan mati dengan mudah.


Akan tetapi, meskipun aku mengikuti permainannya, saat aku menang melawan para Dark Elf, saat itu aku pasti sudah sangat kelelahan.


Ada kemungkinan kalo dia akan menyerang ku, tapi ada kemungkinan juga, kalo dia akan menepati janjinya.


Sekarang, gimana caranya aku menguasai pertarungan. Aku cuma sendiri dan mereka ada ratusan. Apakah ada kemungkinan untuk menang? Jawabannya tentu tidak.


Meskipun aku kabur, Tony pasti dengan mudah menghentikan ku. Atau mungkin dia akan membiarkanku untuk kabur, dia akan menunggu ku untuk kembali.


Dia yakin kalo aku akan kembali, karena Alvina dan Rui masih menjadi sandra. Buat apa repot-repot mengejar, kalo dia akan kembali lagi. Dia pasti akan berfikir seperti itu.


is... Ha... (Menghela nafas) hanya memikirkan kekuatan Tony saja sudah sangat pusing dan ini di tambah kalah jumlah.


'Haha, sial-sial" ucapan ku.


"Apa? Apakah kamu sudah menentukan pilihannya?" Pertanyaan dari Tony.


"Maaf, aku belum selesai memikirkannya"


"Baik lah, akan aku beri kamu waktu selama jam lima sore. Jadi, jangan terburu-buru"


Sampai jam lima ya... Perkiraan sekarang masih jam satu siang, jadi masih sangat lama ... Tunggu, jam lima sore, lima sore, sore.


Matahari akan tenggelam dan itu berarti pencahayaan akan sedikit gelap. Di game ini tidak ada lampu, apa lagi lampu listrik aja tidak ada.


Bertarung saat jam segitu pasti akan agak sulit kalo sulit juga pencahayaan. Cahaya? Kalo mata kita sudah melihat di tempat yang terang dan tiba-tiba berada di kegelapan, kita akan sulit sekali untuk melihat.


Jam lima sore sudah lumayan gelap, tiba-tiba ada cahaya terang ... Stun Granade, iya ya, Kenap tidak kepikiran sebelumnya.


Stun Granade adalah granat yang tidak memberikan dampak ledakan dan api. Akan tetapi, granat ini memancarkan cahaya dan suara yang bisa membuat musuh buta dan tuli sementara.


Efek dari Stun Granade kemungkinan hanya bertahan lima detik. Tapi gimana saat jam lima sore? Apakah efeknya cuma lima detik?


Tony memang kuat, tapi otaknya tidak bisa menyaingi kekuatannya. Hahaha, kayaknya aku juga butuh asap tidur, nanti akan aku buat sebagai Smoke Granade.

__ADS_1


Aku berbaring di atas atap rumah. Jujur, di sini sangat panas dan sangat gerah. Tapi ya...., Bodoh ah, yang penting mana ku pulih.


Aduh... Udah panas, ini rasa sakit di pukul Tony kok malah makin keras. Kalo dipikir-pikir, serunya dari mana coba ada fitur reality.


Aku pun berusaha untuk tenang biar, mana ku benar-benar terisi kembali. Aku sudah lumayan banyak mengunakan mana tadi.


Dan akhirnya, sekarang sudah jam lima sore. aku sudah memiliki beberapa cara, semoga saja semuanya sesuai dengan perkiraan ku.


"Woi, waktu habis, apa pilihan mu?" Kata Tony.


"Aku pilih keduanya!" terikan ku dan langsung berdiri.


Aku membuat Smoke Granade dan Stun Granade. Smoke yang berisi gas tidur ada di tangan kanan ku dan Stun Granade ada di tangan kiri ku.


Aku menarik peletup dua-duanya. Lima, empat, tiga, dua, satu. Aku menyilang tangan ku dan langsung melempar keduanya. Kedua bom itu tergeletak sesuai dengan yang aku inginkan.


*Buuss*


Smoke langsung meledak dan asap pun keluar sangat banyak. untungnya ada angin dari belakang ku dan itu membuat asapnya dengan cepat menyebar. Perlahan, para Dark Elf mulai tertidur.


Di sisi lain dengan waktu yang bersamaan saat smoke mengeluarkan asap, Stun Granade juga meledak. Stun Granade meledak tepat berada di depannya. Setelah ledakan, Tony terlihat memegang matanya.


Selagi Tony buta, aku gunakan kesempatan ini untuk membuat headphone dan kaca mata hitam. Kalo tidak menggunakan dua itu, aku pasti akan ikutan menerima dampaknya nanti.


Aku melompat dan sembari membuat tongkat besi. Yap, tongkat besi andalan ku, karena aku tidak bisa mengunakan pedagang.


Aku membuat Stun Granade lagi dan langsung berlari saat sudah menarik peletup nya. Aku langsung menempelkan Stun Granade di mukanya. Hanya satu detik Stun Granade meledak. Tony terlihat memegangi matanya lagi.


"Ahhh...!" terikan Tony.


Ternyata ledakannya lumayan panas juga ya? Tangan ku kepanasan saat Stun Granade meledak, ku kira tidak akan ada efek panas.


Aku langsung membuat sarung tangan. Selagi ada kesempatan lagi, aku memukul kepala Tony dengan tongkat besi.


"Sial! Dimana kamu? Riko...!" terikan Tony.

__ADS_1


Aku memukul Tony lagi di beberapa tempat. Aku juga berhitung sampai lima, kalo sudah lima, aku membuat Stun Granade dan ku tempelkan di mukanya Tony.


"Ah... dasar pecundang, kalo berani, jangan" -aku memukul mukanya Tony- "jangan gunakan sihir untuk membuat aku buta! Kamu laki akan? kalo gitu! Ah" aku memukul bibirnya.


Aku dia saja lah, pasti sia-sia kalo aku Jawab dan ikutan berteriak. Karena seperti yang aku jelaskan tadi, Stun Granade bisa membuat buta dan tuli sementara.


Tony terus memaki-maki ku, tapi aku membiarkannya seperti itu. Karena hinaannya yang langsung menusuk kehati ku, aku pun jadi lebih bersemangat memukulinya.


setengah jam kemudian. Tony tergeletak sangat mengenaskan, sekujur tubuhnya terluka memar, tangan kanannya patah dan yang paling membuat aku puas, mukanya hancur tulang pada wajahnya sudah pada retak, begitu juga dengan giginya yang lumayan banyak berjatuhan.


disisi lain, aku sudah sangat kelelahan, mana ku sudah hampir abis. Aku ingin sekali tiduran lagi, tapi ini harus aku selesaikan dengan cepat.


ku gunakan sisa-sisa mana ku untuk membuat sniper, yak nih AWM, dengan scope kali enam dan hanya membuat lima peluru. Bukannya aku sok hebat hanya dengan lima peluru, tapi dari sisa mana ku, aku hanya bisa membuat lima.


Aku belum pernah mengunakan sniper sebelumnya, tapi aku yakin, kalo fokus aku pasti bisa melakukannya. Fokus... Atur pernafasan netral mungkin. Kalo tidak bisa netral, aku akan tahan nafas.


Saat aku masih sibuk dengan fokus ku, Tony tiba-tiba berdiri. Aku mengabaikannya, dengan luka separah itu, mana mungkin dia bisa menyerang ku.


Dengan berdiri, Ada banyak bagian tubuh Tony yang terlihat. Aku akan membidik di bagian jantungnya atau kepala, pasti akan cepat mati. Tunggu, kok ada yang aneh pada tubuh Tony, ada asap hitam gitu yang berkumpul pada tubuhnya.


Bidikan ku sudah tepat berada di kepalanya, tanpa berlama-lama, aku langsung meluncur tembakan.


*Duar*


setelah tembakan pertama, aku ingin langsung melancarkan tembakan kedua. Akan tetapi, Tony menghilang ... Aku melihat sekeliling, dan mulai waspada.


Sial-sial, tau gini aku samperin saja tuh Tony dan aku akan menembakinya di Jarak dekat. aku mencium sesuatu bau.


"bau darah? Kenapa tiba-tiba ada bau da-"


aku berhenti berbicara karena sadar dan langsung berbalik badan. Namun aku telat, Tony memukul ku dengan sangat kuat, padahal mengunakan tangan kirinya.


aku pun terlempar menembus rumah-rumah dan berhenti menatap rumah yang ke empat.


"uhuk-uhuk ... uwek..." aku batuk-batuk darah dan muntah darah.

__ADS_1


ku gunakan tenaga yang tersisa untuk keluar rumah. saat aku keluar rumah, Tony ternyata sudah.


__ADS_2