Game & Takdir

Game & Takdir
28. dirawat


__ADS_3

Sudah lima jam aku berbaring, tapi masih saja tidak bisa tertidur. Ibu juga lagi keluar rumah, lagi arisan dengan ibu-ibu satu RT.


Adik ku juga belum pulang, entah kemana dia belum pulang, padahal sudah waktunya pulang dari tadi.


Dengan kata lain, aku sendirian di rumah. Ah... Aku lapar, tapi aku tidak bisa berbuat banyak, kerena kepala ku masih terasah pusing.


* Tok ... tok ... tok*


Ini siapa sih, masak keluarga ku? Tidak mungkin lah, kalo mereka pasti langsung masuk kedalam rumah, apalagi mereka juga sudah tau kalo aku sakit.


ketukan pintu makin keras dan lebih kencang dari sebelumnya. Karena aku sangat terganggu dengan ketukan itu, aku pun bangun dari tempat tidur dan menuju ke pintu masuk.


Aku membuka pintu dan ternyata Alvina yang mengetok pintu.


"Kenapa kamu kesini?" Pertanyaan ku.


"Ya menjenguk kamu lah, masak gitu aja tanya" jawaban Alvina.


"Trus, dari siapa kamu tau rumah ku?"


"Ah itu, aku bersama Billa"


Aku melihat sekeliling, tapi hanya ada Alvina di depan rumah ku.


"Mana Billa? gak ada nih" perkataan ku.


"Eh?" -Alvina juga langsung melihat sekeliling dan di belakangnya- "loh... Kok ilang, tadi aku kesini naik taksi bersama Billa"


Gitu ya, Billa pasti sangat tidak ingin bertemu dengan ku. Wajar saja ya, kemarin aku berbuat buruk padanya. Besok kalo aku sembuh, aku akan benar-benar minta maaf padanya.


"Ini, aku membawa sesuatu untuk mu" perkataan Alvina dengan menjulurkan sesuatu dalam kantung kresek.


Aku menerimanya dan melihat isinya "eh? Kok sayur-sayuran? Ah... Untuk ibu ku ya... Terimakasih, tapi saat ini aku sedang sendirian di rumah" ucapan ku.


"Loh, ibu mu sedang keluar! Gawat, kamu lapar gak?" Pertanyaan Alvina.


"Ya... Agak lapar sih"


"Kalo gitu akan aku masakan sesuatu untuk mu" ucapan Alvina dan langsung menyerobot masuk kedalam rumah.


"Eh, gak usah ... gak usah repot-repot, sebentar lagi ibuku akan pulang"


Alvina berbalik badan "gak boleh! Kalo sudah lapar ya harus segera makan, apalagi kamu lagi sakit, kamu Balik saja ke kamar mu, biar aku masakan sesuatu untuk mu"


Aku pun mendengarkan kata Alvina dan langsung berjalan menuju ke kamar ku. Aku berbaring menunggu masakan Alvina jadi.

__ADS_1


Tak lama Alvina pun masuk ke kamarku dengan membawa sebuah sup dan sepiring nasi.


"Kamu bisa bangun?" Pertanyaan Alvina yang sambil menaruh makanan di meja ku.


"Ya, bisa" aku pun berdiri dan duduk di atas kasur ku.


Alvina menuangkan kuah sup ke atas nasi dan juga mengambil beberapa sayurnya. Dia menyendok nasinya.


"Bilang ah..." Kata Alvina.


"Eh? aku bisa makan sendiri kok" jawab ku.


Alvina melihat ku dengan lirikan tajam "bilang ah..." Kata Alvina.


Dengan terpaksa, aku pun membuka mulut ku dan Alvina pun menyuapi ku.


"Nah... Kalo gitu kan bagus, sekali lagi, ah..." Ucapan Alvina.


Aku disuapi Alvina hingga nasi dan sup nya habis. Aku pun diambil minum dan obat oleh Alvina juga. Setelah makan, aku kembali berbaring, karena kepala ku kembali pusing.


Perut ku udah kenyang aku pun mulai mengantuk. Alvina dudu di sebelah ku, dia tersenyum melihat ku.


"Ah... Aku teringat masa lalu, saat aku kelas tiga SD, ibu ku pernah merawat ku seperti i...


Aku langsung bangun duduk "dimana Alvina?" Kata pertama ku saat bangun.


"Alvina? Siapa dia? Kakak abis mimpi basa dengan orang yang bernama Alvina?" Pertanyaan adik ku.


"Bukan begitu, tapi sebelumnya Alvina yang memasakkan ku sup tadi sore"


"Sup? Bukan kah itu masakan ibu? Kalo kakak masih sakit, biar aku buatkan surat izin lagi untuk Kakak" adik ku pun pergi keluar dari kamar.


Tunggu, seingat ku memang Alvina yang memasakkan ku sup dan dia juga menyuapi ku. Kok aneh ya, tidak mungkin kalo adik ku berbohong pada ku. Tapi ya...., Ah dah lah, makin pusing kepala ku memikirkannya.


Aku pun beranjak dari tempat tidur ku dan langsung pergi mandi. Kepala ku sudah lumayan membaik, jadi aku bisa bersekolah lagi.


Setelah mandi, aku berganti pakaian dan langsung pergi makan pagi.


"Aku berangkat pergi dulu ya Bu!" Ucapan adik ku.


"Ya, hati-hati dijalan" balasan ibu.


Aku masih makan, aku penasaran, apakah benar kemarin sore ibu yang memasakkan sup untukku, padahal seingat ku dia lagi pergi arisan dengan ibu-ibu satu RT.


"Bu, kemarin sore, ibu yang masak sup?" Pertanyaan ku.

__ADS_1


"Eh, tidak, ibu pulang terkejut ada sup di panci. Bukan kah kamu yang memasak sup itu?" Ucapan ibu.


"Kalo gitu, apakah ibu memilih seorang cewek disini? Dia bernama Alvina"


"Alvina? Tidak ada, saat ibu pulang, tidak ada siapapun di rumah ini, cuma ada kamu yang lagi tidur pulas ... Udah, capek abis kan makanan mu, nanti telat loh"


Aku pun langsung cepat menghabiskan makanan ku "ibu, aku berangkat"


Sepanjang perjalanan mengendarai motor supra bapak, aku memikirkan sesuatu. Berarti, saat aku sudah tertidur pulas, Alvina langsung pulang.


Ya pastinya bosan lah ya, cuma melihat aku lagi tertidur. Tapi dia pulang pakek apa? Masak berjalan kaki? Jarak rumah ku jauh banget dengan rumahnya. Pikir positif aja, pasti dia naik ojek atau apa lah.


Aku sampai di sekolah, aku mensejahterakan motor ku dan langsung masuk menuju kelas. Saat perjalanan di lorong, aku melihat Billa juga lagi menuju kelas.


Oh ya, aku harus minta maaf kepada Billa. Aku langsung berlari mendekati Billa, dia menyadari keberadaan ku dan langsung menoleh kebelakang.


"Billa, soal kemarin Senin, aku..."


Aku belum selesai ngomong dan Billa langsung berlari.


"Eh? Eh... Aku belum selesai ngomong loh. Benci gitu kah dia sama aku?"


Aku pun lanjut berjalan menuju ke kelas, sebelum masuk kelas, ada Agong dan Ivan yang sedang berdiri di depan pintu kelas ku.


Ivan melihat ku "wih, udah sembuh nih" ucapan Ivan.


"Yo, kangen ya sama aku?" Ucapan ku.


"Gak, kami mengirah kamu sebentar lagi mau mati" kata Ivan.


"Kejam lah, apakah kalian benar-benar teman ku?"


"Hahaha" Agong dan Ivan pun tertawa bersama.


"Kalo gitu, kenapa kalian berdiri didepan pintu kelas ku?" Pertanyaan ku.


"Itu-itu, lihat tu" Agong menarik kepala ku dan aku pun melihat apa yang ditunjukkan oleh Agong.


Yang di tunjuk Agong adalah, ada seorang cewek, yang cantiknya luar biasa, Alvina dan Billa pun jauh kalah dengan cewek itu.


Kulitnya sangat putih dan terlihat sangat mulus, rambutnya berwarna kuning seperti rambut bule dan dia terlihat lumayan tinggi.


Cewek itu jadi pusat perhatian, mulai dari teman sekelas ku, hingga kelas sebelah. Dia lagi duduk di belakang, tepat di samping kanan tempat duduk ku, yang sebelumnya kosong, karena cuma aku yang sebelumnya duduk di belakang.


Cewek itu melihat kearah ku, dia lagi melihat aku atau orang lain ya? Atau mungkin melihat Agong nih?

__ADS_1


__ADS_2