Game & Takdir

Game & Takdir
7. Terlalu banyak berfikir


__ADS_3

Satu jam setelah aku di tinggal oleh Ryot. Alvina sedang mandi dan aku sedang berbaring di atas kasur. Jujur, empuknya kasur ini sama seperti kasur di kamar ku.


Tapi ya... Gimana nasip sekolah ku? Bisa di bilang aku sudah dua hari di sini. Kepada bisa begitu? Karena ini sudah jam enam malam.


Yang masih membuat aku tidak percaya adalah, aku tidur bersama cewek cantik yang seumuran denganku.


Pintu kamar mandi terbuka, Alvina keluar dari kamar mandi "ah... Segarnya setelah mandi ... Riko, aku sudah selesai" kata Alvina.


Aku bangun dari kasur dan langsung pergi ke kamar mandi. Kamar mandi ini juga, seperti kamar mandi di Eropa abad 18.


Aku mandi hanya mengunakan air, karena tidak ada sabun atau sampo. Sepuluh menit kemudian aku sudah selesai mandi.


Alvina sedang menyisir rambutnya, jantung ku tiba-tiba berdetak kencang melihat Alvina. Sial, kenapa dia begitu sangat cantik.


Oh ya, ada yang ingin aku tanyakan ke Alvina "Alvina, bisa kita berbicara sebentar?"


"Ah, apakah kamu mau minta jatah? Aduh Riko kita masih sekolah loh, tapi kalo Riko maksa sih... Aku ... Aku siap" kata Alvina dengan wajah memerah.


Sabar ini ujian, pokoknya berfikir saja positif. eh, ada yang tegang di bagian bawah si- Aku langsung keluar dari kamar.


Setelah sudah tenang aku masuk kembali ke kamar "Saat pertama kali kamu main game ini, berapa lama kamu di sini?" Tanya ku.


"Eh, kok malah bertanya itu? Tidak jadi ingat minta jatah?" Alvina balik bertanya.


"Mana mungkin lah! Aku tidak seorang yang mencari kesempitan dalam kesempatan ... Dah, sekarang serius"


"Saat aku pertama kali main game ini cuma 1 hari selesai ... Lagian, aku cuma melakukan tutorial game" jawab Alvina.


"Kalo saat kedua kalinya kamu bermain game ini?" Aku bertanya lagi.


"Kedua kalinya aku bermain game ini selama dua hari ... Misinya sulit banget lah, aku harus bertarung melawan slime"

__ADS_1


Tunggu, cuma melawan Slime, sulitnya dari mana coba melawan Slime. Dah lah, tak heran kalo seorang cewek bermain game.


Aku duduk di kasur, aku sedang berfikir sesuatu, Alvina ikutan duduk di atas kasur di samping ku.


"Ada apa Riko? Apa yang sedang kamu pikirkan?"tanya Alvina.


"Dari tadi aku berpikir gimana nasip kita sekolah, kayaknya kita bermain game ini akan lebih lama lagi"


Alvina tersenyum "tentang saja Riko, waktu di dunia nyata akan berhenti saat kita bermain game ini ... Mungkin kamu tidak akan percaya sih, tapi percayalah dengan ucapan ku ini"


"Kalo itu kata kamu, aku akan percaya. Lagian, aku sudah banyak menerima hal tidak masuk akal saat pertama kali bermain game ini"


Hari esoknya, aku dan Alvina turun kebawah, aku menyapa Ryot untuk mengambil quest mengambil biji goool.


"Hoya, apakah kalian tadi malam sudah puas bersenang-senang, muka klaim terlihat sangat cerah" kata Ryot.


"Mana mungkin lah, muka kami Cerah mungkin karena kami tidur jam sembilan malam" kata ku.


"Ini" -Ryot menunjukkan sebuah kertas quest- "tingkat kesulitannya adalah B, kamu yakin mau mengambil ini?"


"Sebenarnya tidak yakin sih, tapi tetap akan aku ambil"


"Baiklah, hadiahnya satu keping diamond, bawalah kertas itu, kalo nanti quest nya benar-benar sudah tuntas, kertas itu akan kembali ke sini meskipun kamu tidak sengaja menjatuhkan kertas itu"


Jadi bisa dibilang, kertas ini nanti bisa menjadi bukti kalo aku benar-benar menyelesaikan quest. Oke, aku tidak usah repot-repot nanti menjelaskan bahwa aku benar-benar sudah selesai.


Sebelum pergi keluar kota, aku dan Alvina makan terlebih dahulu. Aku tidak hemat uang yang penting kenyang, karena kita nanti berjalan sangat jauh.


Tidak hanya makan saja, kami membeli beberapa roti untuk bekal, aku membeli tongkat setinggi satu setengah meter dan beberapa ramuan penyembuh.


Sampai-sampai, sisa uang yang aku punya tinggal satu Koin Emas, lima koin perak, dua Koin perunggu, dan enam koin besi. Aku menatapi uang ku di tangan kanan ku. Sial, baru pertama kali ini aku ingin menangis gara-gara uang.

__ADS_1


Persiapan kami sudah selesai, kami langsung pergi keluar kota. Setiap perjalanan kami bertemu beberapa monster dan untungnya bisa aku kalahkan.


Expi demi Expi aku dapat kan, sekarang level ku 21 dan Alvina malah aku ungguli, dia berlevel enam belas.


Hari mulai gelap, kami beristirahat di pinggiran sungai. Kami membuat api unggun dan memakan persediaan kami, yaitu roti doang.


Jam sepuluh malam, Alvina sudah tertidur pulas dan aku tidak tidur untuk menjaga malam. biar tidak bosan, aku mengotak-atik job ahli kimia milik ku.


Aku sempat heran, kenapa aku sebagai ahli kimia malah terasa seperti seorang penyihir? Aku mendapatkan mantra baru bermunculan di kepala ku saat aku naik level.


Sudah beberapa jam aku melakukan pengujian sampai mana ku habis berulang kali, untung aku juga beli ramuan pemilih mana.


Aku sudah sangat kelelahan, rasanya ingin menyerah dan tidur. Namun, di saat ingin menyerah itu malah aku tidak sengaja melakukan suatu hal.


Aku menggabungkan empat mantra, setiap mantra aku mengambil satu kata dan mengucapkannya, kalian sulit memahaminya ya?.


Gini, ada kalimat buka pintu itu, dorong meja kelas, dan potong batang bambu. Kalo aku gabungkan dengan mengambil setiap kalian satu kata jadi kalimat itu menjadi, buka jendela bambu. Bisa dipahami?


Dengan menggabungkan mantra itu aku bisa menciptakan patung dari tanah tapi di dalamnya ada api yang menyala.


Di situlah aku mendapatkan pencerahan, aku mempelajari tiap mantra dan inggin menciptakan senjata yang cocok buat aku.


Aku begadang sampai jam tiga pagi, namun hasilnya dari begadang ku itu, bisa membuat beberapa besi batangan, aku melajunya lagi dan mencoba membuat emas batangan dan hasilnya bisa juga.


Dari titik itu, mulai bermunculan beberapa ide untuk membuat sesuatu yang lain, tapi kayaknya besok saja lah, mana ku sudah habis lagi.


"Hehe ... Ha ... Hahaha! Akhirnya ... Akhirnya bisa berguna juga keku-" aku berhenti berteriak karena baru ingat ada Alvina yang sedang tidur.


Oke-oke, jadi sekarang aku tau apa itu job ahli kimia, dari namanya saja sudah jelas kalo aku adalah orang ahli kimia. Jadi, tiap zat kimia aku tau semua dan tentu saja aku bisa membuat zat kimia tersebut.


Dengan menggabungkan zat kimia layaknya seorang profesor yang sedang membuat obat baru, aku bisa membuat suatu benda. Nanti aku juga akan mencoba membuat senjata yang tidak ada di dalam game ini.

__ADS_1


Rasanya aku juga sedang memakai cheat, ah... Sudah lah tidur-tidur, besok aku masih harus melanjutkan perjalanan ku.


__ADS_2