Gengster Love Gadis Muslimah

Gengster Love Gadis Muslimah
Kehancuran


__ADS_3

Bismillah.


Malam ini Revan dan kawan-kawannya berencana akan membalas geng Atum yang sudah berani bermain-main dengan geng Revandra. Ada sekitar 50 orang lebih berkumpul di depan markas geng Revandra.


Semua bukti juga sudah Revan dapatkan, benar ternyata geng Atmu lah yang sudah mengusik ketenangan geng Revandra dan geng Atum juga sudah mengadu domba geng Jenlot dan Revandra.


Sudah berkali-kali geng Athum kalah ditangan geng Revandra tapi mereka tidak kapok-kapok juga ternyata, malah terus mencari gara-gara pada geng motor yang dipimpin oleh Revan.


Kalau sudah marah dan hilang kesabaran Revan tidak akan melepaskan musuhnya secara cuma-cuma, Revan akan menghancurkan musuhnya tanpa belas kasihan.


Revan, Gibran, Faqih, Digo dan Irfan berdiri di depan markas di hadapan para anggota geng Revandra. Revan menatap para anggotnya dengan korban api yang seakan menyala di mata Revan.


"Malam ini kita akan meratakan geng Atum dengan tanah, jangan biarkan mereka lolos!" teriak Revan.


Jiwa emosi sudah mulai mengebu-ngebu di dalam diri Revan, dia sudah tidak sabar meratakan geng Atum dengan tanah.


"Ingat jangan biarkan seorang pun lolos, geng Atum sudah berani bermain-main dengan kita!"


"Kita berangkat sekarang!" teriak Revan lagi kali ini lebih mengebu dari pada sebelumnya.


Puluhan motor berangkat menuju markas Atum yang berada di sebelah barat, tak ingin tertangkap oleh polisi Revan menyuruh pada anggotanya untuk membelokri jalan yang akan mereka lewati.


Jadi malam ini di bawah langit yang terlihat tamaram geng Revandra mulai bergerak menuju markas geng Atum. Geng Atum tidak tahu kalau malam ini geng Revandra akan melakukan penyerangan.


Strategi yang digunakan Revan memang bagus, Revan berhasil mengacau musuh. Pasti saat ini geng Atum sedang berpikir kalau dua geng besar di daerah mereka sedang melakukan serangan satu sama lain.


Geng motor Revandra dan geng motor Jenlot merupakan kelompok gengster terbesar di kota Surabaya. Kedua geng motor ini sudah membuat janji untuk tidak ikut campur dan saling bermusuhan satu sama lain.


Jika ada yang melanggar maka geng yang telah melanggar harus dibubarkan, sejak perjanjian yang dibuat oleh kedua gengster terbesar ini. Keadaan kelompok gengster semakin baik. Sampai ada kelompok-kelompok kecil yang berusaha memporovokasi kedua geng ini agar kembali membuat ricuh dan saling menyalahkan satu sama lain.


Rombongan Revan terbilang banyak dan para anak anggotanya sudah terlatih ketat dalam bela diri. Geng Revandra adalah gengster yang terkenal ahli dalam bertarung.


Sampai di depan markas geng Atum, Revan tidak menunggu lama lagi dia segera menyuruh para anggotnya bergerak.


Kebetulan sekali para anggota geng Atum sedang berkumpul mendengar banyak suara motor mereka semua berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


"Kalian para tikus akhirnya keluar juga!" Revan menatap sinis geng Atum.


"Ratakan dengan tahan sekarang juga!"


Para anggota yang bertugas membakar markas geng Atum segera melakukan tugas mereka. Sebelum itu mereka akan memastikan tidak ada orang di dalamnya.


Walaupun mustahil untuk menang tapi geng Atum tetap melakukan perlawanan. Dimas sebagai ketua dari geng Atum merasa frustrasi melihat si jago merah perlahan-lahan telah melahap habis markas mereka.


Dimas akhirnya menyesal telah bernai bermain-main pada geng Revandra. Ternyata Revan tidak pernah main-main denga ucapan yang pernah keluar dari mulutnya.


"Gue sudah memperingati lo Dimas! Jangan berani macam-macam dengan geng Revandra, tapi geng Atum malah sekaan tulis."


"Permata hangusnya markas kalian tidak begitu setimpal denga penderitaan yang anggota gue alamin! Kalain sepertinya harus merakan apa yang Faqih rasakan di rumah sakit."


Duk!


Brug!


Brak!


"Kalian salah besar sudah berani menentang Revandra! Gue umumkan mulai hari ini geng Atum dibubarkan."


"Trio sampaikan berita ini pada seluruh gangster yang berada di kota!" perintah Revan pada anggotanya.


Para anggota yang disuruh segera melakukan tugas mereka. Dalam semalam hanya dengan hitungan jam geng Atum sudah dibumi hanguskan oleh Revandra.


Setelah ini geng Revandra bakal kembali berada di atas dan ditakuti oleh para gengster lainnya. Terbukti sudah oleh geng Atum jika Revan tak pernah main-main dengan ucapannya.


"Stop! Kita bubar sekarang mereka juga sudah merasakan yang setimpal."


Revan menyuruh mundur para anggotnya, karena melihat geng Atum sudah kalah dan mereka semua sudah tidak bisa lagi melawan.


Dimas sebagai ketua geng Atum merasa menyesal, akhirnya geng motor yang mereka dirikan hancur oleh keegosian Dimas sendiri.


"Argh!" teriak Dimas sekencang mungkin.

__ADS_1


Sudah tidak ada harapan lagi bagi Dimas dan seluruh anggotnya.


"Gue baru tau ternyata kekuatan geng Revandra sangat besar." ucap wakil ketua dari geng Atum.


"Kalau gue tau mereka sekuat ini gue nggak akan macem-macem!" maki Dimas.


Revan dan seluruh anggotanya telah kembali ke markas mereka, setelah tidak ada usuan lagi mereka semua makan bersama di dalam markas untuk merayakan kehancuran geng Atum.


Revan sudah memesan makanan lewat onlien untuk 60 anggota mereka semua yang hadir, 60 anggota termasuk mereka berlima sebagai anggota inti.


"Akhirnya makan juga, tenaga gue sudah terkuras habis." ucap Irfan.


Dia yang paling lebih dulu memegang makanan, saat mereka sampai di markas bersama dengan driver ojol pesanan Revan sampai pula membawa semua makanan yang sudah dipesan.


"Makan turus otak lu Irfan!"


"Dih kayak situ kagak aja Digo! Anak dugo." sungut Irfan.


"Lama-lama kalian kagak bakal gue kasih jatah makan gratis ya. Apa mau gue buat pengumuman khusus Digo dan Irfan harus membayar setelah makan. Bayarnya 3 kali lipat dari yang kalian makan." ancam Revan.


"Nggak!" jawab kedua orang itu serentak.


"Makanya jangan cerewet." timpal Faqih.


Sedangkan anggota yang lain sudah fokus makan, sambil menahan tawa mereka melihat Irfan dan Digo situkang rusuh mendapatkan ancaman dari Revan.


"Setelah makan yang mau pulang, pulanglah tapi ingat jangan pulang sendirian musuh pasti akan mencari kesempatan. Jangan perlihatkan pada orang lain kalau kalian bagian dari anggota Revandra bahaya." ujar Gibran.


Mereka semua mengerti apa yang dikatakan oleh wakil ketau dari geng Revandra itu.


Setelah selesai makan beberapa dari anggota Revandra memutuskan untuk pulang dan ada juga yang menginap di markas.


Untuk kelima anggota inti Revandra jelas mereka memutuskan untuk menginap di markas, karena hampir setiap malamnya mereka berlima berada di markas.


Tidak ada yang tahu kalau markas Revandra ada dua markas. Markas anggota dan markas inti yang mereka tempati saat ini.

__ADS_1


__ADS_2