Gengster Love Gadis Muslimah

Gengster Love Gadis Muslimah
Ega Farenza


__ADS_3

Bismillah.


Flashback On.


Ega Farenza merupakan anak sulung dari pasangan suami istri dari keluarga ternama. Mereka Diana Irasita (Anak dari orang terkenal di kota Surabaya) Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Irasita.


Irasita merupakan seorang perempuan yang begitu terkenal, dia memiliki beberapa anak salah satunya Diana yang menjadi istri dari seorang Riko Farenza.


Siapa keluarga Farenza? Sama seperti keluarga Irasita. Keluarga Farenza sangat terkenal di kota Surabaya, keluarga Farenza sangat berpengaruh di kota tersebut.


Pernikahan Diana dan Riko membuahkan dua orang anak yang semuanya laki-laki. Kedua anak itu juga begitu cerdas.


Ega Farenza, kakak dari Revan Farenza. Kedua kakak adik itu saling menyayangi satu sama lain. Tak jarang mereka terlihat begitu akrab.


Ega lebih kalem dari pada Revan tapi. Ega adalah anak yang sopan tapi dia juga seorang pemalu. Berbeda dengan Revan, dia sangat aktif dan mudah bergaul dengan orang baru.


Diana dan Riko juga sangat menyayangi kedua anak mereka tanpa membedakan satu sama lain, Riko dan Diana tidak pernah pilih kasih.


Hanya saja dalam segala bidang Ega selalu lebih unggul dari Revan. Tapi hal itu tak membuat Revan iri, dia malah bangga memiliki seorang kakak yang sangat berprestasi. Sampai lulus sekolah SMA Ega sudah berhasil bekerja di perusahaan ayahnya.


Jadi saat itu Ega kuliah sambil bekerja, di perusahaan sang papa Ega menjabat sebagai Menejer keuangan, hal itu Ega dapat bukan karena perusahaan tempatnya bekerja adalah kantor milik papanya. Ega mendapatkan jabatan manajer karena usahanya sendiri.


Sampai suatu hari.


"Bang jalan-jalan yuk, bosen di rumah terus mana sekarangkan hari libur." Ajak Revan.


"Boleh juga ide kamu Rev." Sahut Ega.


Kebetulan sekali dia juga tidak masuk kerja, karena memang hari libur. Jadi waktu santai mereka lebih banyak dari pada hari biasanya.


Revan sang kakak sudah bersiap untuk menikmati hari libur mereka di luar rumah. Saat ini Revan tengah menginjak kelas 2 SMA. Dia sekolah di tempat kakaknya dulu.


"Jadi kita kemana hari ini?" tanya Ega memastikan.


Revan terlihat berfikir sejenak sebelum memutuskan. Sebuah senyum terbit di bibir Revan kana dia menemukan tempat apa yang pas untuk mereka pergi jalan-jalan.


"Pantai gimana? Mumpung mama, sama papa lagi keluar juga." Usul Revan.


"Boleh juga ide kamu. Go lah kalau begitu."


Kakak, beradik itu segera menuju tempat yang sudah mereka sepakati untuk menikmati hari libur, sebelum besok mereka kembali melakukan kegiatan seperti biasanya.

__ADS_1


Mereka pergi menggunakan mobil Ega. Ega memang sudah memiliki mobil, begitu juga dengan Revan. Wajar saja mereka anak orang kaya.


Dengan menggunakan mobil milik Ega, mereka akhirnya benar-benar menuju pantai. Selama perjalan keduanya saling bergantian untuk menyetir. Pantai yang mereka tuju sedikit jauh lokasinya dari rumah. Mereka harus menempuh waktu 2 jam lebih agar bisa sampai di pantai.


"Bang mampir makan dulu yuk." Ajak Revan.


"Boleh juga, kebetulan abang juga laper." Putus Ega.


Kedu orang itu akhirnya memutuskan untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan, sebelum pergi mereka memang tidak sempat mengisi perut mereka.


"Pesen apa?"


"Samain aja bang." Sahut Revan.


Ega mengangguk, saat ini mereka telah berada di sebuah rumah makan kecil, hanya untuk mengisi perut. Ega dan Revan memang tidak pernah pilih-pilih tempat untuk makan.


Selesai makan kedunya kembali melanjutkan perjalanan.


"Rev." Panggil Ega tiba-tiba.


Sebelumnya memang tidak ada obrolan lagi antara Revan dan Ega di dalam mobil, setelah mereka selesai mengisi perut.


Revan meloneh pada abangnya yang sedang fokus menyetir, tapi sejenak Ega menoleh pada Revan. Lalu kembali fokus tidak ingin terjadi apa-apa nantinya pada mereka berdua.


"Heheh, cuman mau tanya gimana kabar Oca? Udah ada pacara belum? Abang pengen nembak dia."


Deg!


Revan tersentak kaget, tentu saja kaget. Dia tak menangkan akan menyukai orang yang sama seperti abangnya.


'Ternyata perempuan itu Oca?' batin Revan terdiam, dia menjawab pertanyaan abannya karena dia jadi melamun.


'Padahal aku juga suka sama Oca. Tapi kalau aku perhatin Oca juga kayaknya suka sama bang Ega deh, dia kan sering nanyain bang Ega.' Batin Revan lagi.


"Rev." Panggi Ega sambil menyenggol lengan Revan.


"Eh." Revan tersadar dari lamunannya.


Dia berusaha untuk tetap baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa. Bisa runyam masalahnya kalau sang abang tau mereka telah menyukai gadis yang sama. Lebih baik dia yang mengalah, pikir Revan. Lagipula abangnya belum tau kalau dia juga menyukai Oca. Sedangkan dirinya sudah tau abangnya menyukai Oca.


"Oca belum ada pacar bang, lagian aku juga sering bilangkan sama abang kalau Oca selalu nanyain abang."

__ADS_1


Revan dapat melihat abangbya tersenyum setelah mendapatkan jawaban dari dirinya.


"Kamu mau bantu abang buat nembak Oca?"


Deg!


Lagi-lagi Revan tersentak kaget. Membantu abannya untuk menembak Oca? Bukankah sama saja dia sedang membohongi dirinya sendiri. Tapi kalau dirinya menolak sudah pasti sang kakak akan curiga pada dirinya.


"Tentu saja boleh bang, abang mau Revan bantu gimana? Revan pasti siap." Sungguh hati dan mulut Revan berbeda..


Di mulutnya dia terlihat bahagia abangnya akan bersama Oca. Tapi di hatinya dia merasa sakit.


"Nanti abang fikirkan dulu, rencana apa yang pas buat nembak Oca."


Sampai akhirnya obrolan abang dan adiknya itu terhenti, mereka sudah sampai di pantai yang mereka tuju.


Revan dan Ega sudah membeli camilan untuk menemani mereka di pantai.


Keduanya segara turun dari mobil untuk menikmati suasana pantai yang indah dan bersih karena begitu terjaga.


Baru melangkah beberapa meter Revan dan Ega mendengar suara seorang yang sangat familiran memanggil Revan.


"Revan." Teriak orang itu, suranya milik seorang perempuan.


Revan dan Ega mencari sumber suara, sampai mereka melihat seorang perempuan berjalan kearah mereka.


"Oca." Gumun Revan


Lalu Revan menoleh pada abangnya, dia dapat melihat jelas kalau abangnya sedang tersenyum pada gadis yang mendekat kearah mereka.


'Kamu harus ngalah sama bang Ega, Revan. Dia udah sering banget ngalah sama kamu. Sekarang giliran kamu.' Ucap Revan pada diri sendiri dalam benaknya.


Tanpa Revan sadari Oca sudah ada di hadapan mereka. "Hai Revan." Sapa Oca pada Revan.


"Hai Ca." Sahut Revan apa adanya.


Lalu Oca menoleh pada Ega, gadis yang masih berstatu SMA itu tersenyum malu pada Ega. Dan Revan menangkap jelas hal tersebut.


"Eh, ada bang Ega." Sapanya malu.


"Hai Ca." Sapa Ega juga ikut tersipu malu.

__ADS_1


"Baiklah bang nikmati waktu kalian berdua jangan sia-siakan momen ini." Bisik Revan di telinga Ega.


"Gue duluan ya Ca. Lo sama bang Ega aja." Pamit Revan tanpa menunggu persetujuan dari keduanya.


__ADS_2