
Bismillah.
"Lo kagak bakal menang Faqih." teriak Viko dari atas motornya.
Faqih sudah paham Viko ingin memporovokasinya agar geng Atras bisa memenangkan balapan kali ini. Semakin sering memperhatikan Revan, Faqih jadi tau seperti apa trik licik yang digunakan oleh musuh. Faqih merupakan seorang yang mudah paham akan sesuatu yang dia cermati.
"Kita lihat saja Viko, siapa yang akan menang. Buktikan lewat kemampuan bukan omongan." balas Faqih.
Faqih semakin menambah kencang laju motornya, dia ingin memporovokasi Viko lewat tindakan, bukan seperti Viko yang berusaha memporovokasi dirinya lewat ucapan yang sama sekali tidak menyulut emosi seorang Faqih.
"Sial!" umpat Viko, bagaimana tidak kesal. Dia tak berhasil membuat Faqih emosi dan sekarang dirinya tertinggal jauh dari Faqih.
Viko semakin menambah kecepatan laju motronya untuk mengejar Faqih. Sayangnya Viko telat dalam waktu 10 menit, Faqih sudah berada digaris finis sementara Viko baru bisa mengejar Faqih. Saat motor Faqih sudah berada di garis fhinis.
"Kalian lihat sendirikan, siapa yang bakal menang." Digo dan Irfan tersenyum mengejek pada geng Atras.
"Hahah, jangan senang dulu kalian. Kita masih ada 3 pertandingan lagi bukan, tak tahu siapa yang akan menang. Jadi jangan senang diawal, siapa tau kalian kalah."
Sebenarnya Joki berusaha untuk memancing amarah Revan, dia gagal sepertinya. Revan sama sekali tak menggubris perkataan Joki. Dia bahkan sibuk dengan dunianya sendiri.
"Selanjutnya!" suara wasit balap liar membuat para ketua memutuskan siapa yang akan balapan selanjutnya.
"Dirga giliran lo." suruh Joki pada wakil ketua geng Atras itu.
Dirga tak banyak bicara, dia langsung maju saja. Tak peduli lawannya siapa, malam ini Dirga hanya ingin balapan saja.
Senyum licik itu kembali terbit dikedua sudut bibir Revan. Dia sudah menebak kalau balapan kedua akan Dirga yang maju dan Joki berharap Revan lah yang akan jadi lawan Dirga. Sayangnya semua strategi Joki sudah bisa dibaca oleh Revan.
"Gib, giliran lo."
__ADS_1
Mata Joki melotot sempurna mendengar nama yang disebut oleh Revan. Padahal dia sudah memperhitungkan Dirga keluar untuk balapan kedua melawan Revan. Ternyata dia salah Revan akan menjadi lawannya.
Untuk kembali memporovokasi Revan, Joki tersenyum mengejek pada ketua geng Revandra itu. Dia ingin melihat apakah Revan akan tetap memilih Gibran untuk menghadapi Dirga. Atau Revan akan turun tangan sendiri setelahnya.
"Lo takut lawan Dirga." Sengaja sekali Joki mengeraskan suaranya agar semua orang yang berada di sirkuit balapan mendengar perkataannya.
"Takut? Tentu tidak." Jawaban yang keluar dari mulut Revan terdengar begitu santai, sehingga membuat mereka semua tidak mampu menebak apa yang sedang Revan rencanakan.
Revan menatap Joki dalam kurung waktu yang lama, bukan tatapan teman, ataupun persahabatan yang Revan tunjukan. Melainkan tatapan lawan yang sangat menantang menurur Joki di matanya. Joki sebagai ketua Atras harus berlaku tetap tenang agar orang-orang tidak meremehkan geng mereka.
"Aku tidak takut pada Dirga, hanya saja malam ini aku Revan Revandra menantang Joki sebagai ketua Atras untuk balapan." ucap Revan sangat lantang.
"Hahahaha, mampus lo Joki terkena perangkap sendiri." Revan tertawa kemenangan di dalam hatinya, seakan dia menemukan permainan baru.
Saking seriusnya Revan dan Joki bicara ngotot satu sama lain, sampai mereka tidak sadar Gibran dan Dirga sudah mulai melajukan motor mereka.
Kali ini Gibran harus berusaha kerasa agar bisa menang dari Dirga. Dulu dia pernah melawan raja balap dari Atras ini, sayangnya Gibran kalah.
"Tunggu, ada yang aneh dengan Dirga. Dia kenapa tidak seperti biasanya? Cara membawa motornya juga berbeda. Apakah ini alasan kenapa Revan menyuruh gue untuk melawan Dirga. Gue paham sekarang."
Beberapa meter lagi motor Dirga akan sampai pada garis finis, motor Gibran dari belakang melaju begitu kencang sampai membuat Dirga tertinggal dalam waktu hanya kurang dari satu menit saja.
"Revandra kembali menajdi pemenang untuk yang kedua kalinya. Dua ronde lagi bersiaplah." terika wasit.
Joki begitu tercengang mengetahui Dirga sang racing king kalah dari seorang Gibran. Mungkin Gibran beruntung atau keahlian balapnya sudah semakin meningkat.
"Apa! Bagaimana lo bisa kalah Dirga. Jika kita kalah lagi maka Atras akan hancur."
Joki merasa dia malam ini bernasib sial, sudah kalah dua kali berurut-urut dari geng Revandra. Kali ini dia harus bisa menang lawan Revan walaupun mustahil rasanya Joki bisa mengalahkan seorang racing king yang sangat terkenal.
__ADS_1
"Kalian sebagai ketua bersiaplah."
Revan sudah berada diatas motornya, begitu juga Joki. Sebelum pertandingan antara dua ketua geng motor itu dimuali. Revan menatap tajam Joki begitu juga sebaliknya.
"Jika tidak ingin hancur maka jangan macam-macam dengan Revadra." Peringat Revan lalu dia menutup kaca helm full face berwarna hitam miliknya.
Bendera sudah mulai dikibarkan, tiga kali setelah itu balapan sengit antara Revan dan Joki akhirnya terjadi pual. Momen inilah yang sedari tadi Revan tunggu-tunggu. Dia akan mempermalukan ketua Atras di depan banyak kelompok geng motor yang tengah menonton mereka.
"Lo benari nantang Revandra, kayanya nggak lihat berita kehancuran Atam." Sinis Revan pada Joki.
Kedua orang itu mengendarai motor pelahan untuk saling memporovokasi satu sama lain, agar dari mereka ada yang kalah karena tersulut emosi.
"Gue ingetin sekali lagi ya, jangan main-main dengan Revandra. Sekali ada yang mengusik bantai. Tidak tahu diri bantai."
Lalu Revan menginjak pedal gas motor sportnya untuk menambah kecepatan meninggalkan Joki yang terus berusaha mengejar Revan, sayangnya dia tak dapat mengejar racing king Revandra. Joki bukalah tandingan yang seimbang kalau berbanding dengan Revan.
Hanya dalam waktu 10 menit Revan dapat memenangkan pertandingan. Melihat hal itu Joki mengumpat kesal. Sudah habis kesaraban sudah Joki, dia langsung menyuruh anak buahnya untuk mengacaukan acara balapan.
Tau keributan akan terjadi Revan mendekati Joki untuk menagih janji yang dia ucapkan sebelum balapan dimulai.
Di sirkuit balap liar itu terjadialan baku hantam antar geng satu sama laim. Revan sendiri tidak peduli. Sesekali dia juga melawan orang yang tiba-tiba menyerang dirinya. Dia tersenyum menyeringai pada Joki yang berdiri tak jauh dari motornya.
"Ingat janji lo Joki, kalau sampai besok gue kagak dapat informasi kemunduran Atras, besok gue bakal datengi lo dan akan membuat Atras lebih malu dari pada malam ini." Ancam Revan.
Bruk!
Duk!
Duk!
__ADS_1
Dibawa langit yang semakin tamaram tepat sirkuit balap liar dijadikan ajang saling melukakan satu sama lain.