
"Aku tidak bercanda, aku bisa melihat tadi kamu bicara dengan serius, kata Al."
Amel berlari meninggalkan kami karena ucapanku tadi, aku sungguh tidak sengaja.
"Kely ayo jelaskan padaku, kata Al."
Baiklah, aku akan menceritakan semuanya, jadi amel juga menyukai kamu sejak MOS, dia sering memperhatikanmu dari jauh, dia tidak berani mendekatimu, karena dia tidak pernah melihatmu tersenyum, maka dari itu dia mengurungkan niatnya.
Dan dia sampai sekarang masih enggan mengatakannya padamu, mungkin karena dia malu atau ada alasan lain, aku tidak tahu, tapi percayalah amel menyukaimu dengan tulus, kataku."
"Aku sama sekali tidak menyadari semua ini, kata Al."
"Al ini kesempatan kamu membalas semua pengorbanan amel,"
"Yang dikatakan kely benar kalau amel anak yang tulus dan baik hati, aku bisa melihat dari cara dia memandang seseorang, kata dion."
"Tapi sebelumnya aku belum pernah pacaran, kata Al."
"Jangan fikirkan itu, cepat katakan padanya sebelum orang lain mendahuluimu dan kamu akan menyesal karena terlalu lama berfikir, kataku."
"Aku akan mengatakan cinta pada amel besok, tepat di hari kenaikan kelas, kata Al."
*****
Esok harinya setelah penerimaan rapor, aku mengucapkan selamat pada Al karena meraih peringkat satu, aku tidak kaget saat tahu Al juara kelas karena memang dia cerdas.
"Al, selamat ya, kamu jadi juara kelas, kataku."
__ADS_1
"Iya sama-sama, oh iya mel kamu ada acara tidak sepulang sekolah? Tanya Al."
"Sepertinya tidak ada, memangnya kenapa? Tanyaku."
"Aku mau mengajakmu makan di cafe dekat sekolah, itupun jika kamu mau, kata Al."
"Cuman kita berdua? Tanyaku."
"Tidak, ada kely dan dion juga, kata Al."
"Aku fikir hanya berdua saja, gumamku dalam batin.", "Oke, aku mau, kataku."
"Ya sudah kita tunggu kely dan dion dulu, kata Al."
Tidak lama kami menunggu, akhirnya kely dan dion datang juga. Sekarang saatnya kami pergi ke cafe tersebut. Kami beruntung karena cafenya hari ini sepi pengunjung.
"Kenapa cafenya sepi, biasanya juga ramai, kataku."
"Siapa? aku mau tahu siapa orangnya, kataku."
"Orangnya adalah kamu, kamu yang selama ini diam menyukaiku dan aku yang tidak menyadari itu, sekarang aku sadar, aku juga mencintaimu. Lihatlah di belakangmu, kata Al."
Akupun berbalik badan dan melihat kely serta dion sedang memegang spanduk bertuliskan "Maukah kamu menemani hariku sebagai seorang pacar sekaligus sahabat?"
"Al kamu serius? Tanyaku yang masih tidak percaya."
"Aku serius, dan ada lagi yang perlu kamu lihat, kata Al."
__ADS_1
Al menepuk tangannya tiga kali dan tiba-tiba puluhan balon gas terbang di ruangan ini, aku merasa sangat bahagia dan bukan hanya itu, Al juga menyewa seseorang untuk bermain biola dengan nada romantis. Cocok sekali dengan kami berempat yang sedang di mabuk asmara.
*****
4 januari 2015
Kami berempat semakin akrab setelah setahun bersama, tahun ini diadakan roling, aku tidak lagi sekelas dengan kely, Al, dan juga dion. Aku di kelas IPA 4, kely di IPA 3, dion di IPA 2, dan Al di IPA 1 tempat semua siswa/siswi yang cerdas dan berprestasi. Aku sedikit merasa malu dengan mereka karena aku berada di kelas paling bawah bersama siswa/siswi lain yang tidak terlalu pintar dan juga tidak terlalu bodoh.
Kami juga masuk dalam organisasi di sekolah, aku dan kely masuk dalam organisasi PMR sedangkan dion dan Al masuk organisasi Tim basket. Aku dan kely sengaja tidak masuk ke dalam anggota cheerleader karena ada regina dan juga geng seli.
Suatu hari ada perlombaan basket yang diadakan di sekolah, anggota tim basket yang dianggotai oleh : Kevin, Al, Dion, Rafli, dan izul mereka diberi kepercayaan membawa nama sekolah dalam pertandingan ini. Anggota PMR juga berperang penting dalam perlobaan sebagai anggota medis, membantu mereka yang cedera akibat pertandingan basket, sedangkan anggota cheerleader berperan sebagai penyemangat tim basket.
Di tengah pertandingan yang semakin menegangkan karena poin mereka hanya beda 1 angka saja dan sekolah kami masih memimpin. Kapten pemain basket yang menjadi lawan sekolah kami mengalami cedera tempurung lutut akibat terjatuh di lapangan yang keras, aku yang harus menolongnya sebab aku dipercaya untuk menjadi ketua PMR. Aku membawanya ke pinggir lapangan, kali ini dia harus digantikan oleh salah satu pemain cadangan karena kondisinya tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan.
"Maaf, tolong kamu luruskan kakimu, pintaku."
"Baiklah, katanya."
Akupun mulai mengobatinya, aku mengoleskan minyak zaitun yang sudah aku persiapkan sejak hari kemarin.
"Apa masih terasa sakit? Tanyaku."
"Sudah sedikit mendingan dan itu semua berkat dirimu, katanya."
"Kalau begitu kamu istirahat saja di UKS, aku akan meminta tim medis lain untuk mengatarmu, kataku."
"Tidak, aku mau tetap di sini sampai pertandingan selesai, katanya."
__ADS_1
"Kalau begitu aku permisi dulu, kataku."
"Tunggu, kita belum berkenalan, katanya."