
Dua tahun telah berlalu, dan aku tetap menunggunya tetap menjaga hati dan cintaku hanya untuk dirinya seorang. Di dalam hariku hanya ada penantian dan penantian akan kembalinya dia di sisiku. Aku menunggu janjinya untuk pulang ke Indonesia dan menemuiku yang telah lama menantinya.
Aku mengambil kembali boneka yang Al beri untukku, saat aku menekan tombol di dada boneka itu, benar adanya, suara maaf Al untukku, tapi, yang saat ini aku butuhkan bukanlah kata maaf tetapi kembalilah bersamaku.
Kely dan dion memberitahu kepadaku bahwa Al sudah kembali, tentu saja aku bahagia mendengarnya.
"Kalau begitu aku akan menemui Al sekarang juga, kataku."
"Amel tunggu, aku tahu cintamu untuk al begitu besar namun, kely tidak sanggup melanjutkannya."
"Amel kamu wanita kuat yang pernah aku kenal, kata dion."
"Ada apa dengan kalian, kalian aneh tahu, kataku sambil berlari menuju rumah Al."
Kely dan dion mengikutiku dari belakang.
"Kely, dion! Ada apa ini? mengapa ada tenda serta banyak sekali kursi di sini? Tanyaku."
Mereka tidak perlu menjawabnya karena aku sudah melihat sosok dia yang aku tunggu selama dua tahun lamanya namun ada yang berbeda dengannya kali ini, mengapa dia mengenakan jas hitam dengan kemeja dalam putih, tetapi yang menjadi pertanyaan mengapa wanita yang pernah Al kenalkan padaku bersamanya? Dia juga mengenakan pakaian yang berbeda dengan balutan gaun putih yang terlihat mewah serta seikat bunga yang ia genggam dan mereka bergandengan.
"Kely, dion, apa ini! Ini yang tidak sanggup kalian katakan padaku? ini yang artinya persahabatan kita sejak SMA? aku kecewa dengan kalian!"
Aku memanggil nama Al dengan nada yang sangat nyaring, al yang mendengarnya langsung berjalan menemuiku dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Amel, kata Al."
"Terima kasih karena masih mengingat namaku dan aku cuman mau bilang selamat atas semua ini, dan satu lagi, kamu berhasil membuat aku menjadi orang yang paling konyol! kataku."
"Aku juga ingin mengembalikan surat serta boneka yang kamu beri dua tahun yang lalu."
Al memberiku sebuah pelukan hangat, namun aku melepasnya meski aku menginginkan pelukan itu bertahun-tahun lalu. Aku berlari meninggalkan mereka semua yang sukses membuat aku kembali terluka.
"Kamu telah menuliskan perpisahan ini di dalam takdirku, dimana aku merasakan kehilngan dia yang selama ini aku nanti kehadirannya kembali."
"Dia lupa, lupa semua pengorbanan hati yang telah aku beri untuknya, aku terima semua amarahnya, aku terima semua penantian, namun balasan darinya adalah seorang wanita yang akan bersamanya seumur hidup."
Al mengejarku dan menjelaskan semua alasan dirinya menikah dengan wanita lain.
"Amel dengarkan penjelasanku, aku terpaksa menikah dengannya karena perusahaan ayahku hampir gulung tikar namun ayah syerien membantu ayahku dengan syarat aku harus menikah dengan putrinya."
"Kata sayangmu tidak ada artinya lagi Al, aku fikir kamu akan mempertahankan cintaku, ternyata kamu lebih mencintai harta dibanding diriku, jadi cukup, aku terlalu bodoh tetap menunggumu siang dan malam, kataku."
"Tapi amel, kata Al."
"Al lepaskan aku dan pergilah menemui dia yang menunggumu saat ini, jangan biarkan dia menunggu seperti aku dahulu menunggumu, kataku sambil meninggalkan mereka."
Tidak lama kely dan dion yang menyusulku untuk meminta maaf telah menyembunyikan rahasia besar itu dariku.
__ADS_1
"Amel, aku sungguh-sungguh minta maaf, aku fikir Al tidak akan menikah dengan wanita itu, kata kely sambil memelukku."
"Maafkan aku juga amel, aku tidak bisa mencegah pernikahan mereka, kata dion."
"Kalian tidak perlu minta maaf, karena semuanya sudah terjadi, aku sudah cukup lelah dengan semua ini, aku ingin kembali saja ke bandung, kataku."
"Jangan amel, jika kamu kembali ke bandung, aku dengan siapa? Tanya kely."
"Ada dion bersamamu, kataku."
"Tapi aku juga membutuhkanmu mel, kata kely."
"Aku akan tetap di sini demi pendidikanku dan demi kalian berdua, kataku."
"Kamu benar-benar bidadari yang Tuhan kirim untuk kami, hati kamu itu sangat baik, kata kely."
"Suatu saat nanti aku yakin ada seseorang yang lebih pantas bersamamu, kata dion."
"Kalian bisa saja."
"Mungkin ini akhir dari kepedihan yang berkali-kali Al berikan padaku."
Aku hanya bisa berharap agar Al tidak melakukan hal yang sama sepertiku pada wanita itu.
__ADS_1
"Aku telah kehilangan hatinya, melepasnya benar-benar pergi menemukan apa yang diinginkannya tanpa terhalangi olehku."
"Satu-satunya jalan adalah merelakan dia bersama yang lain untuk bahagia di balik hujanku. Dan pelangiku akan bersamanya mewarnai hitam putih kelam sebelumnya dalam kisah maa lalu."