
"Kamu tenang saja, aku yang akan mengantarmu pulang, kata dion."
"Kalau begitu ayo kita pulang, pasti papi dan mami juga sudah menungguku, kata kely."
"Tunggu! Kalau Al, tinggal dengan ayah dan ibunya, kalau kely dengan papi dan maminya, sedangkan amel tinggal dengan kakek dan neneknya, kalau begitu aku panggil orang tuaku abi sama ummi saja, kata dion."
"Bercandaan kamu lucu juga hahaha, kata kely."
"Tumben kamu memuji diriku, kata dion."
"Itu karena hari ini aku bahagia, kata kely."
"Bahagia kenapa? Tanya dion."
"Karena bisa memukulmu, kata kely sambil meninju perut dion."
"Awwh, pukulan kamu boleh juga, kata dion sambil mengejar kely."
"Om, tante amel pamit pulang dulu, kataku."
"Iya sayang, Al naik motornya pelan-pelan saja agar selamat, kata ibu Al."
"Iya ibu, kata Al."
Al mengendarai motornya dengan sangat hati-hati, tidak seperti dulu yang ngebut sampai seragamku terkena lumpur.
"Amel, sudah sampai, kata Al, namun aku malah melamun dan sama sekali tidak mendengarkan Al."
"Amel! Hey, kata al dengan menepuk pundakku."
"Iya, kenapa, Tanyaku."
__ADS_1
"Sudah sampai, kata al."
"Ha, sudah sampai? aku tidak sadar, maaf-maaf, kataku sambil tertunduk malu."
"Hahaha iya tidak apa-apa."
"Kamu tertawa? aku baru sekali ini melihatmu tertawa, kataku."
"Tidak, sekarang aku sedang menangis hahaha, aku menertawakan dirimu, kata Al."
"Ak..aku masuk dulu ya, sampai jumpa besok, kataku."
"Sampai jumpa, kata al."
Aku mengingat kejadian tadi yang begitu memalukan, bisa-bisanya aku gagal fokus saat bersama Al. Aku terlihat seperti orang aneh di depannya, pasti dia menganggap aku cewek yang rada-rada stress. Amel-amel jangan bikin malu di depan Al.
*****
"Kely! aku mau bicara sesuatu hal denganmu sepulang sekolah, kata dion."
"Memangnya kamu mau bicara tentang apa? Tanyaku."
"Pokoknya kamu datang saja tempat dimana terakhir kali kamu menangis karenaku, kata dion."
"Maksud kamu di belakang sekolah? Percaya diri sekali kamu berfikir aku menangis karenamu, kataku."
"Karena kalau bukan aku siapa lagi? Tanya dion."
"Banyak, kata kely."
"Ya sudah jangan lupa datang, kata dion."
__ADS_1
Setelah sepulang sekolah, kely pergi menemui dion di belakang gedung sekolah.
"Kely ayo kemari, kata dion."
"Kamu mau bicara apa? Tanyaku."
"Aku mau kamu jadi pacar aku, kata dion sambil berlutut memberikan setangkai mawar pada kely."
"Aku sangat kaget, aku tidak pernah berfikiran kalau kamu akan bilang hal seperti itu padaku, karena aku fikir selama ini kamu suka dengan regina, kataku."
"Mana mungkin aku suka sama regina yang kasar dan tidak punya hati sepertinya, sedangkan ada yang lebih pantas aku jadikan pasangan yaitu kamu, aku sudah tahu semuanya dari amel, kamu menyukaiku sejak MOS, kata dion."
"Yang dikatakan dion benar, cewek yang pantas bersama dion itu kamu kel, kata amel."
"Kalian berdua cocok, kata Al."
"Amel, al, kalian juga di sini? Tanyaku."
"Iya, karena aku bisa memarahi kamu jika saja kamu menolak dion, kata amel."
"Jadi sekarang jawaban kamu apa kel, kasihan dion sudah menunggu dari tadi, kata amel."
"Hmm, ak..aku mau, kataku."
"Kalau beginikan aku juga senang lihatnya dari pada melihat kalian bertengkar terus, kata amel."
"Terus amel, kapan kamu jadian juga dengan Al? Tanya kely tanpa sadar."
"Kely! kata amel."
"Maksud kamu apa kel? Tanya Al."
__ADS_1
"Aku cuman bercanda saja, kataku."