GERIMIS DI MATA HATI

GERIMIS DI MATA HATI
eps. 16


__ADS_3

(KELY, DION, AL, & SYAKIRA)


Kely dan dion pergi menemui Al, dan mereka terkejut melihat al bersama cewek lain.


"Jadi ini alasan amel menangis? aku tidak habis fikir kamu akan setega ini padanya, jika kamu ingin membalas kecemburuanmu pada amel bukan seperti ini caranya. Kamu sadar tidak? amel tidak pernah sengaja membuatmu cemburu, dia ingin kuliah di Jakarta juga karena ingin bersamamu, kamu tahu? Dia sering menghubungimu namun nomormu tidak bisa dihubungi dan apa yang amel lakukan, dia menelfonku di tengah malam hanya ingin menanyakan kabar darimu, dan apa balasan kamu untuknya??! kata kely."


"Yang dikatakan kely benar, apa yang kurang dari amel? dia cewek yang baik hati, penyayang, tulus dan juga lugu. Dan aku tidak terima jika kamu memanfaatkan keluguan dia meskipun kamu adalah sahabatku, banyak yang suka padanya namun dia tetap memilih dan menjaga hatinya untukmu, kata dion."


"Apa kamu pernah sekali saja melihat amel menagis? Tidak kan! itu karena amel tidak ingin terlihat sedih dan lemah di hadapanmu, namun di belakangmu ia tidak sanggup berkata apa pun dengan semua ini, kata kely."


"Kalian ini siapa? Tanya syakira."


"Aku kely dan ini dion, kami adalah sahabat Al dari SMA, dan kamu perlu tahu bila Al sudah punya pacar yaitu amel, kata kely."


"Jadi cewek tadi itu adalah pacar kamu? tapi kenapa dia terlihat biasa-biasa saja saat aku menggandeng tanganmu? Tanya syakira."


"Itu karena amel tidak ingin membuat Al kecewa dan memilih untuk dia saja yang merasa kecewa, dan Al coba fikir sekali lagi, seberapa banyak amel berkorban untukmu dan kamu akan tinggalkan amel demi cewek lain yang baru kamu kenal, kata kely."


"Aku terlanjur kecewa padanya, kata Al."


"Bro kamu lupa? siapa yang menolongmu saat kamu di ambang kematian karena racun di tubuhmu, dan siapa yang membuat ayah dan ibumu bersatu kembali? kata dion."


"Yang kalian katakan benar adanya, tapi..."


"Tapi apa Al, kamu menunggu sampai yohan benar-benar merebut amel darimu? Tanya kely."


"Aku tidak akan membiarkan yohan merebut amel, kata Al."


"Sekarang pergi dan temui amel sekarang juga, kata dion."


"Al tunggu, kata syakira."

__ADS_1


"Syakira tolong mengerti, mereka itu saling mencintai sejak SMA dan jangan rebut kebahagian itu dari mereka, kata kely."


"Tapi Al tidak terlihat bahagia dengan amel, kata syakira."


"Tapi mereka tetap bersama sampai sekarang bukan? itu berarti cinta mereka sulit terpisah karena hati sudah saling menyatu, kata kely."


"Tapi aku mencintai Al, Al terlihat sangat sempurna di mataku, aku tidak bisa melepas Al begitu saja, karena Al terlanjur memberiku harapan, kata syakira."


"Coba saja kalau kamu bisa memisahkan mereka, kata kely."


"Jangan buat dirimu menyesal nantinya, kata dion."


*****


Seseorang datang menemuiku dan memeluk tubuhku dari belakang.


"Berhentilah menagis karenaku, untuk pertama kalinya aku melihatmu menangis di depan mataku, kata Al."


"Aku tidak akan melakukan itu padamu amel, kata Al."


"Janji?, kataku sambil menyentuhkan jari telunjukku di dadanya."


"Aku janji, kata Al."


Al menarik tanganku dan pergi menemui kely dan dion. Kami bertemu di perpustakaan untuk mengobrol bersama, menceritakan pengalamanku selama bersekolah di bandung. Jakarta dan bandung sangat jauh berbeda menurutku, karena di Jakarta aku punya kalian tetapi di bandung aku punya kakek, nenek dan paman.


"Apa ada kabar mengenai keberadaan orang tuamu? Tanya kely."


"Tidak sama sekali, mereka sudah lama melupakan aku, dan aku juga sering menangisi mereka namun semuanya akan sia-sia, kataku."


"Kamu jangan pernah merasa kesepian, karena ada kami yang akan selalu menjadi teman hidupmu, kata dion."

__ADS_1


"Dan aku akan selalu ada di dekatmu, kata Al."


"Terima kasih kalian memang orang yang berharga dalam hidupku, kataku sambil memeluk mereka bertiga."


Kami berbincang banyak hal, namun Al harus pergi ke toilet dan Al tidak menyadari jika handphonenya tertinggal di meja perpustakaan dan akupun baru menyadari itu ketika handphone yang berdering, seseorang telah menelfon Al.


Aku melihat tertera nama syerien sayang, akupun memutuskan untuk menerima telfon Al.


"Hallo Al sayang, kamu apa kabar, aku ingin bertemu denganmu, kata syerien."


Aku belum sempat membalas ucapan cewek itu dan Al merampas handphonenya dari tanganku dengan sangat kasar.


"Kamu ini diajarkan sopan santun atau tidak, seharusnya kamu tidak menyentuh barang orang lain tanpa izin terlebih dahulu, kata Al."


"Al, yang seharusnya marah itu aku, kenapa jadi kamu yang marah? Tanyaku."


"Sudahlah aku mau pulang saja, kata Al."


"Al tunggu, jawab dulu pertannyaanku, kataku."


Namun al tetap menghiraukan aku.


"Mata melamun, melihat hati bersayap perlahan-lahan mengibaskan sayap itu menjauh dariku."


"Apa yang telah kamu lakukan padaku? apa mungkin hatimu hanya kau titipkan padaku untuk separu waktu! sampai kau menemukan wanita lain yang benar-benar kau inginkan!"


"Lantas apa yang bisa aku katakan kini disaat semuanya telah terlanjur berantakan."


"Aku tidak yakin batin ini akan kuat melepasmu, tetapi sepertinya air mata tak lagi berpengaruh padamu, lelah, aku lelah terluka memperjuangkan cinta di masa lalu masih terlihat indah sebelum dia bertemu dengan yang lain selain diriku."


"Jika kau yang menginginkan ini semua, maka aku tidak lagi punya hak untuk mencegah pergimu, aku berusaha melepasmu tanpa sesal di kemudian hari."

__ADS_1


Amel merasa begitu terpukul melihat al kembali berubah. Sunggu sulit memahami al, semua yang aku lakukan kini semuanya salah di matanya.


__ADS_2