GERIMIS DI MATA HATI

GERIMIS DI MATA HATI
eps.20


__ADS_3

BAB 6


DIA


Seseorang hadir dalam sepi dan mengubah gelap menjadi warna dalam hariku yang kelam.


Dia menjadi payung dalam hujanku.


12 februari 2018


Dering jam weker membangunkan pagiku. Dan aku meraihnya untuk menghentikan deringnya yang menggangguku dengan selimut yang masih menutupi wajahku. Kali ini aku bisa move on dari Al karena dia sudah menjadi pemimpin dari seorang istri yang dulu sempat menjadi temannya.


Aku mengubah penampilanku dengan mengenakan topi dan juga sepatu sneakers. Aku berjalan menuju kampus karena aku masih semester akhir, Al lulus lebih dulu dari kami karena otaknya yang cerdas berbeda dengan kami.


Di tengah perjalanan Handphoneku berdering seseoang menelfonku, aku melihat di layar tertera nama kely dan aku menerima panggilannya.


"Hallo kel, kataku."


"Aku ada di kelas, kamu cepat kemari, kata kely yang membuat aku semakin penasaran."


Aku pun buru-buru menuju kelas tanpa aku sadari tali sepatuku lepas dan aku menginjak salah satu talinya dan terjatuh.


Mereka kembali menertawakan aku, tapi ada yang suaranya lebih bersemangat dari yang lain dan dia berdiri di balik punggungku. Aku pun berdiri dan berbalik badan.


"Siapa pria ini? aku baru melihatnya? kataku dalam batin."


"Kamu ada masalah ya sama aku? mengapa suara tawamu lebih keras dari yang lain, apa kamu puas menertawakan aku? Tanyaku."


"Belum, hahaha, kata pria itu."


Tanpa memperdulikan hinaan dari pria itu aku pergi menemui kely namun pria itu menghalangi jalanku.


"Mau kamu apa? jangan menghalangi jalan karena aku mau lewat, kataku."

__ADS_1


"Aku cuman mau kenalan denganmu, aku mahasiswa baru di kampus ini dan sekarang aku sudah semester akhir, aku tidak tahu dimana aku harus mencari ruangan dosen, kata pria itu."


"Oh kamu mencari ruang dosen ya! aku bisa membantu menunjukkan jalan, dari sini kamu lurus belok kanan itu ruang dosen, kataku yang memberinya jalan yang salah dan menahan tawa."


"Terima kasih ya, katanya sambil berjalan mengikuti arah yang aku beri tahu padanya."


Aku mengikutinya dari belakang, dan tertawa melihatnya di depan toilet wanita, dan pipinya memerah karena malu.


"Wah aku ditipu oleh wanita itu, kata pria itu."


"Hahaha bagaimana rasanya, kamu malu? Kataku."


Tidak lama dosen arif datang dan bertanya.


"Ada apa ini? Tanya dosen arif."


"Begini pak aku mahasiswa baru di kampus ini, aku bertanya padanya jalan menuju ruang dosen, tapi dia sengaja menunjukkan jalan yang salah pak."


"Pasti dia mau membully saya pak, kata pria itu sok polos"


"Amel, kamu tahukan peraturan serta sanksi di kampus ini jika ada yang membully, kata dosen arif."


"Iya pak, tapi aku tidak membully dia, kataku."


Tapi pak arif tidak mau mendengarkan penjelasanku dan pada akhirnya aku saja yang dihukum, aku harus berdiri di koridor tempat mahasiswa lain berlalu lalang dan harus memakai atribut dengan tulisan "aku tidak akan membully lagi."


Lama kelamaan aku mulai pusing akibat kelelahan dan terjatuh tidak sadarkan diri. Setelah sadar aku sudah terbaring di UKS. Dan pria itu ada bersamaku, dia berdiri di dekat daun pintu UKS.


"Kamu mau apa di situ, ini semua salah kamu karena acting sok polos di depan pak arif, lebih baik kamu pergi saja dari sini aku tidak suka melihatmu, kataku."


"Baiklah jika itu mau kamu, kata pria itu."


"Dasar pria nyebelin, sifatnya jauh berbeda dari Al, amel, amel sadar Al sudah punya istri, kataku."

__ADS_1


Aku mengingat kely menungguku di kelas saat ini.


"Kel maaf aku terlambat soalnya tadi ada masalah, memangnya ada apa kamu memintaku buru-buru? Tanyaku."


"Jadi begini, aku mau bilang kalau sepupu dion pindah ke kampus kita, dia dari bandung, namanya Andra dan aku akan mengenalkanmu padanya, kata kely."


"Jangan-jangan pria yang nyebelin itu sepupunya dion, tidak, aku tidak mau, kataku dalam batin."


"Amel kamu kenapa melamun? Tanya kely."


"Tidak apa-apa, kataku."


Kami berdua pergi ke kantin untuk makan siang, tidak lama setelah itu dion datang bersama seorang pria. Dion belum sempat mengenalkan pria yang bersamanya.


"Kamu! kata kami serentak."


"Kamu mau apa di sini, mau ribut lagi sama aku, kataku."


"Eh cewek gila, kamu fikir kalau ke kantin itu mau apa? masih bertanya, pasti kami mau makan, memangnya ini kantin punya nenek kamu apa, kata pria itu."


"Apa! Cewek gila! kamu saja yang tidak waras jangan mengajakku ikut gila sama denganmu, kataku sambil mendekatinya namun kakiku tersandung kursi dan aku terjatuh, dia kembai menertawakan aku, aku kembali berdiri dan mengambil sebuah gelas di atas meja lalu aku menyiram air itu kepadanya."


"Apa-apaan ini, kamu memang cewek tidak waras tahu, kata pria itu."


"Kita impas, kataku singkat."


Kely dan dion sangat heran melihat aku dan andra, pria yang ingin kely kenalkan padaku. Mereka meninggalkan kami berdua saat peselisihan itu terjadi, mereka tidak mencegahku untuk melawan pria itu. Mungkin mereka tidak tahu cara menghentikan kami.


"Aku membuang air mataku meski aku tahu itu hanya sia-sia saja, tapi aku tetap melakukannya lagi dan lagi."


Andra tidak pernah membiarkan aku tenang walau sehari. Ada saja yang ia lakukan untuk membuat aku kesal, aku juga terpancing emosi karenanya. Pernah suatu ketika aku hendak meneguk minuman yang aku genggam namun andra datang dan dengan sengaja menyenggol tanganku hingga minuman itu jatuh ke lantai.


Lalu dia berlalu begitu saja tanpa menengok apakah aku sedang marah atau tidak, benar-benar pria yang menyebalkan. Hatiku terkutuk untuk kamu, semoga saja aku tidak pernah merasakan hadirnya cinta padamu.

__ADS_1


Saat aku hendak membalasnya dengan melemparkan sepatu ke arahnya, tetapi semua itu gagal karena aku terpeleset oleh tumpahan minumanku sendiri.


"Awwhh!! kataku."


__ADS_2