GERIMIS DI MATA HATI

GERIMIS DI MATA HATI
eps. 21


__ADS_3

Andra melihatku terjatuh dan dia tertawa dengan riang melihat aku kesakitan.


"Hahaha kamu cium lantai? dari pada kamu cium lantai lebih baik kamu cium pipi aku, kata andra."


"Dasar pria tidak waras, pria tanpa hati, kataku."


"Memangnya ada manusia tanpa hati? kamu itu sudah kuliah, itu saja kamu tidak tahu, atau jangan-jangan kamu itu wanita yang punya intelektual rendah ya? Tanya andra."


"Diam kamu, aku benar-benar sakit hati kali ini, kamu sudah menghinaku beberapa kali, dan yang paling parah kamu menghina intelektualku, ini karena sudah keturunan tahu, kataku."


Setelah kejadian itu kami kembali ke kelas secara terpisah, andra lebih dulu ke kelas, sedangkan aku harus pergi ke toilet terlebih dulu untuk membersihkan pakaian yang terkena noda minuman.


Setelah beberapa menit aku kembali ke kelas, pintu kelasku tertutup, aku benar-benar lupa ini mata kuliah dari dosen arif, sudah kupastikan aku akan mendapat hukuman lagi.


"Assalamualaikum pak, kataku sambil mendekatinya, belum cukup beberapa langkah, pak arif membentak diriku dan menyuruh aku untuk keluar dari ruangan."


"Pak, kataku."


"Keluar kamu! pinta pak arif."

__ADS_1


"Tapi pak aku, kataku."


"Saya bilang keluarrrrrr, kata pak arif yang membuatku lari terjirit-jirit keluar ruangan."


Terdengan suara tawa di dalam sana, mereka menertawakan ketidakberdayaanku.


Sebelumnya aku tidak pernah dimarahi oleh pak arif, aku juga tidak pernah dihukum, tetapi setelah andra datang semuanya berubah, aku selalu dimarahi dan dihukum oleh pak arif, aku yang harus menanggung semuanya sendiri.


Tapi satu hal yang aneh, meskipun aku sering terkena marah dan hukuman namun aku tidak pernah sekalipun menangis, hanya ada rasa benci dan dendam di dalam hatiku. Aku selalu mencari akal untuk membalas semua yang aku dapat karena dirinya.


Terik matahari siang menyengat kulit-kulit kami yang berlalu lalang di jalanan kampus. Aku merasa bosan dan aku memutuskan untuk pergi ke cafe di dekat kampus, semua berubah saat meliat Al dan syerien tiba-tiba ada di cafe, itu mengingatkan aku kembali saat-saat aku bersama Al dahulu. Aku menangis mengingat semua kejadian masa lalu yang kejam padaku.


"Mengapa kamu menampakkan wajahmu lagi di hadapanku di saat aku mulai belajar menerima sakitku di masa lalu."


"Diam kamu, menyamakan aku dengan moyet pula, aku manusia sedangkan dia hewan, kataku ketus."


"Mungkin setelah ini kamu akan memikirkan aku terus, seperti monyet yang selalu membutuhkan pohon, aku pohonnya dan kamu monyetnya, kata andra sambil menjulurkan lidahnya padaku."


"Awas kamu, jika aku berhasil menangkapmu akan aku patahkan kakimu itu, kataku."

__ADS_1


"Sadis sekali kamu jadi cewek, kejar saja sampai kaki kamu tidak menyentuh aspal lagi, kata andra."


Karena terbawa nafsu untuk mengejar andra sampai aku tidak memperhatikan jalan lagi tetapi memperhatikan andra yang terus berlari di hadapanku. Dan aku kembali tersandung batu dan terjatuh kali ini kepalaku yang luka.


Andra mendengar teriakanku dan berlari ke arahku, dan menggendongku ke tempat yang lebih teduh, lalu andra meninggalkan aku, entah kemana dia akan pergi.


Tidak lama dia kembali dengan membawa kotak P3K ada kely dan dion juga bersamanya.


"Ya ampun amel, kenapa bisa seperti ini, Tanya kely."


"Ini semua karena aku yang ceroboh, kataku."


"Andra cepat bantu amel, pintah dion."


"Aku tidak mau, salah dia sendiri, kata andra."


"Aku juga tidak membutuhkan bantuanmu, aku bisa sendiri, kataku."


"Andra minta maaf sama amel, kamu itu cowok, harus mengalah sama cewek, iyakan sayang, kata dion sambil tersenyum pada kely."

__ADS_1


"Yang dikatakan dion itu benar."


Akhirnya andra mau meminta maaf kepadaku dan aku pun memaafkan andra. Sejak hari itu tidak ada lagi balas membalas di antara kami.


__ADS_2