
Jika dia mencintaiku lalu, aku mencintainya, maka siapa yang akan memulai?
27 maret 2018
Semua bermula pada saat aku dan andra makan malam bersama di sebuah restaurant. Andra menyiapkan makan malam ini untuk membahagiakan aku, dan benar saja aku bahagia karena hal yang tidak pernah aku dapatkan dari Al sekarang aku dapat dari andra.
Puluhan sinar lilin mengelilingi meja ini, andra memintaku memejamkan mata sejenak lalu kembali memintaku membukanya. Adra memberi aku buket bunga mawar merah dan putih yang lumayan besar dengan pita merah jambu yang menambah cantiknya bunga itu. Aku tersenyum malu pada andra.
Andra memberiku kejutan lain di saku celananya, dia memberikan aku sebuah kalung dengan liontin love. Namun liontin ini berbeda dari yang lain ada kunci dan gembok yang terpisah satu sama lain.
Andra memberikan kalung berbentuk gembok kepadaku sedangkan dia yang memakai kalung berbentuk kunci. Ini artinya hanya aku yang bisa mengunci dan membuka hatimu, kata andra.
Setelah itu kami menyantap hidangan makan malam yang ada di meja sejak tadi. Tidak berselang lama andra meminta izin ke toilet, aku menunggu andra sekitar sepuluh menit namun andra tidak kunjung kembali. Tiba-tiba handphoneku berdering, dan ternyata itu adalah andra.
"Hallo andra, kamu dimana, lama sekali, kataku."
"Maafkan aku amel, aku pulang lebih awal karena mendadak aku tidak enak badan, dengan menahan sakit kepala yang luar biasa."
"Kenapa kamu langsung pulang, aku kan bisa mengantar kamu, kataku."
"Aku tidak mau merepotkan kekasihku, kata andra."
"Kamu ini, kebiasaan merayu, kataku."
"Ya sudah, aku mau istirahat dulu, kata andra.", "Dan jangan lupa hati-hati di jalan, beritahu pada supirnya dia akan berhadapan denganku jika terjadi sesuatu dengan kekasihku, kata andra."
__ADS_1
Akupun pulang sendiri dengan perasaan masih tertuju pada keadaan andra yang sedang sakit. Sesampai di rumah aku langsung tidur karena kelelahan yang mendera.
Esok harinya di kampus, aku mencari andra di kampus, dan aku menemukannya di kelas, aku menghampiri andra dengan tangan dan kepala di meja.
"Andra, apa kamu masih sakit? Tanyaku."
"Tidak, aku mau sendiri, tinggalkan aku, kata andra dengan posisi yang tidak berubah."
"Andra, aku khwatir sama kamu, tapi kamu membentakku, jika ada masalah katakan padaku, jangan kamu jadikan aku sebagai pelampiasan, kataku."
"Aku bilang kamu pergi, kata andra sekali lagi."
Aku pergi meninggalkannya, untuk pertama kalinya aku menangis karenanya, sebelumnya aku selalu bahagia tapi kali ini ada yang salah dengannya. Mungkin ada masalah yang tidak boleh aku ketahui. Aku akan memberinya waktu sendiri untuk menenangkan hati dan fikirannya.
"Andra, aku punya lolipop untuk kamu, kamu makan ya, kataku sambil memberikan permen itu padanya namun andra melempar permen lolipop itu ke lantai."
"Aku bukan anak kecil lagi, aku tidak akan makan permen seperti itu lagi, aku kan sudah bilang sama kamu aku mau sendiri, kata andra sambil membuang muka."
"Mendengar itu semua aku pun pergi dari rumah dion dan kely menyusul aku dari belakang."
"Dion, aku tidak bisa selamanya marah pada amel, tapi aku juga tidak bisa mengatakan apa yang terjadi padaku, aku tahu dia pernah merasakan sakit hati yang sangat dalam dan kali ini semua masa lalunya akan kembali mengingatkannya melalui diriku, kata andra."
"Minggu depan aku harus ke singapore, aku minta jika aku tidak kembali maka kalian yang harus menemuiku disana, kata andra."
"Aku mengerti perasaanmu, tapi setidaknya kamu lebih baik dibanding Al, kamu harus bisa bertahan demi cintamu, amel wanita yang kuat kamu harus percaya itu, kata dion."
__ADS_1
"Kamu benar amel wanita yang kuat, tapi dia akan tetap merasakan sakit, dia akan menangis, dan saat ini juga pasti dia sedang menangis, memikirkan perubahan yang terjadi padaku yang begitu cepat, aku baru mengenalnya dan aku juga sangat mencintainya namun sakit ini mengharuskan aku berpisah, kata andra."
"Sudahlah lebih baik kamu tenangkan fikiran kamu dan istirahatlah, kamu harus berjuang demi amel yang kamu cintai, jangan biarkan dia merasakan kesakitan seperti di masa lalunya, kata dion."
Kely menenangkan aku, aku melihat kely menangis.
"Ada apa denganmu kely? mengapa kamu ikut menangis? Tanyaku."
"Aku ikut sedih melihatmu seperti ini, kata kely sambil memelukku."
Aku kembali ke rumah dengan perasaan hancur, tidak lama setelah aku sampai di rumah aku tertidur dengan perut kosong dan mata bengkak. Aku akan terlihat berbeda besok di mata andra, dengan mata yang membengkak. Aku akan buatkan bekal untuk andra dan semoga andra tidak marah lagi. Aku membuat itu pakai perasaan dan senyuman, aku ingin dia tersenyum menerima makanan dariku.
Di kampus aku menunggu andra dengan memegang tempat bekal untuknya. Andra datang bersama dion dan kely, akupun menghampiri mereka.
"Hai andra, kenapa wajahmu terlihat sangat pucat? kamu sakit? Tanyaku."
"Aku tidak apa-apa, minggir aku mau ke kelas, kata andra."
"Tapi andra, aku bawakan bekal untuk kamu, kamu makan ya atau mau aku suapin? Tanyaku."
Aku bukan anak kecil lagi, dan aku tidak suka nasi goreng, kata andra dan menjatuhkan kotak makanan yang aku berikan padanya.
Aku merasa sangat sakit melihat nasi goreng itu terjatuh ke lantai.
"Andra maaf, aku tidak tahu kalau kamu tidak suka nasi goreng, tapi besok aku akan buatkan roti bakar untukmu, kataku."
__ADS_1