
BAB 7
PADANYA HATI INI DIAM
Benih cinta yang mulai tumbuh di hati masing-masing.
15 februari 2018
Siang ini aku datang terlambat ke kampus karena suatu urusan. Aku berlari masuk ke dalam kampus, karena tidak hati-hati aku menabrak seseorang.
"Kamu punya mata tidak? sakit tahu, katanya memarahiku."
"Iya maaf aku yang salah, kataku."
"Kalau kamu lelaki sejati kamu akan malu jika memarahi seorang wanita yang jelas-jelas tidak sengaja dan sudah meminta maaf, kata andra yang menyambung percakapan kami."
Andra berdiri di belakangku. Andra menarik tanganku dan sekarang aku ada di belakang andra.
"Tidak perlu berbicara tentang lelaki sejati, kalau kamu berani lawan aku sekarang juga, pinta pria itu."
Pria itu memukul ke arah andra namun andra berhasil menghindar tetapi pukulan kedua andra tidak bisa menghindarinya dan membuat pipi kanan andra memar, setelah berhasil memukul andra pria itu langsung pergi meninggalkan kami.
"Andra maaf karena aku, kamu yang menerima semua ini, kamu juga sih yang sok jadi pahlawan, kataku."
"Banyak bicara kamu, bukannya bantu aku, kamu malah marah-marah, kata andra."
"Iya-iya aku bantu, bantu ke UKS, kataku."
"Bukan ke UKS tapi ke rumah Dion, kalau ke UKS nanti dosen tahu aku berkelahi, kata andra."
"Kamu benar juga, tapi rumah Dion jauh dari kampus, aku mengantarmu pakai apa, kataku."
"Dasar bodoh, kamu panggil Dion dan kely untuk menemuiku, kata andra."
"Oh iya, kataku sambil pergi mencari dion dan kely."
"Dion, kely, ada masalah baru, andra, andra terkena pukulan, kataku."
"Sekarang andra dimana? Tanya dion."
"Kalian ikut saja denganku, kataku menuju tempat andra."
"Astaga andra, kamu berkelahi dengan siapa? Tanya dion"
"Jangan banyak bertanya, sekarang ayo antar aku kembali ke rumahmu, kata andra."
__ADS_1
"Aku tahu andra sangat kesakitan, gumamku dalam hati."
"Amel, ayo bantu aku, malah bengong, jangan-jangan kamu mulai ada rasa ya denganku, kata andra."
"Tidak, kataku malu."
"Jangan bohong, pipi merah kamu sudah membuktikan tahu, kata andra."
"Andra sekali lagi kamu bicara seperti itu aku akan pergi, kataku."
"Kalau aku tidak mau, bagaimana? kata andra."
"Amel yang kesal dengan ucapan andra, benar-benar pergi meninggalkan andra."
"Amel tunggu, aku juga sama denganmu, aku mulai ada rasa padamu, dan hari ini aku mau kamu dan aku jadian, kata andra."
"Aku tidak percaya, kamu suka bercanda dan kali ini pasti aku yang jadi bahan lelucon kamu, kataku."
"Jika kamu ingin bukti, maka berbaliklah dan lihatlah diriku, kata andra, jika aku tidak suka padamu aku tidak akan mencelekakan diriku sendiri dengan melawan pria tadi, tapi karena aku suka sama kamu maka aku tidak takut demi melindungimu, kata andra."
"Andra benar mel, ini saatnya kamu bahagia, kamu melupakan masa lalu kamu dan kembali merasakan cinta, kata kely."
"Aku setuju dengan kely, kata dion."
"Baiklah aku akan mencoba menjalin asmara dengan andra, kataku."
Setelah mengatar andra ke rumah dion, aku dan kely pamit kepada mereka berdua, di perjalanan kely memberitahuku, ada lomba puisi besok di kampus. Dan aku tertarik mengikutinya, aku suka menulis puisi karena pengalaman-pengalaman kelam di kehidupan masa laluku.
*****
Esok harinya perlombaan dimulai...
APA KABAR DENGAN DIA
Oleh: Amelia Aisya Putri
Berkali-kali perahu kertas aku biarkan berlabu
Aku tidak peduli dimana mereka saat ini
Jika tenggelam hati pun demikian
Embun di kelopak mata
Bukti hati ini terluka
__ADS_1
Siapa? Siapa yang tahu
Hari-hariku pupus karenamu
Tidak ada sadar dalam cintamu
Apa cintamu untukku adalah nyata?
Tapi aku tidak merasa demikian
Kau pernah menjadi payung dalam hujanku
Kau pernah menjadi bayangan dalam langkahku
Kau pernah menjadi awan pelindung bagiku
Sekarang apa kabar denganmu yang entah kemana
Sendiri terpaku di bawah derita hati
MELODI HATI
Oleh: Andra
Melodi hati mengalahkan irama detikan hujan
Suaramu terbawa udara sampai di daun telingaku
Aku mencari pemilik suara membelah hati
Aku akan menyapa dengan senyum
Hadir! Hadirlah di depan mataku
Berikan aku cinta dan kasih
Pastikan aku akan membalas lebih dari itu
Jadikan aku pengunci hatimu
Puisi terbaik akan ditempel pada mading kampus, dan puisi itu adalah puisi aku dan andra. Aku tidak menyangka andra pandai membuat puisi yang romantis.
"Andra puisimu bagus sekali, kataku."
"Puisi ini aku buat saat bertemu denganmu, kamu menjadi inspirasi puisiku, kata andra."
__ADS_1
"Kamu bisa saja, kataku."
Sejak hari itu aku melupakan semua kejadian yang membuatku kesal, aku juga telah melanggar kata-kataku sendiri, aku justru jatuh cinta padanya. Tetapi masih ada ketakutan dalam diriku, takut jika suatu saat nanti dia juga akan melukaiku sama seperti apa yang Al lakukan padaku.