GERIMIS DI MATA HATI

GERIMIS DI MATA HATI
eps. 27


__ADS_3

"Cristofer, aku harap kamu bisa mengerti dan memahami semua yang akan aku katakan, kataku."


"Katakan saja, jangan membuatku semakin penasaran, kata cristofer."


"Cristofer, kamu pria yang baik, dan kamu juga pantas mendapat wanita yang baik, tidak seperti diriku, maaf karena aku mengtakan ini, hubungan kita tidak akan bahagia karena ada seorang wanita yang lebih mencintai kamu melebihi aku.


Aku juga tidak bisa tinggal di prancis untuk selamanya, setelah tulisanku selesai aku akan kembali ke Indonesia. Aku minta maaf karena telah membuatmu kecewa tapi aku juga tidak ingin membuatnya kecewa. Aku tidak ingin ia merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan beberapa tahun lalu. Aku ingin hubungan kita sampai disini saja dan mulailah mencoba mencintai Aabriella. Besok lusa dia akan merayakan ulang tahunnya yang ke 24, dan di moment special itu aku ingin kamu mengatakan cinta padanya, itu jika kamu benar-benar cinta padaku. Cinta butuh pengorbanan dan sekarang aku sudah melakukannya dan sekarang terserah padamu, kataku."


"Aku tidak percaya dengan semua yang kamu katakan ini, aku mencintaimu bukan mencintai Aabriella, aku ingin bersamamu bukan dengannya. Tapi jika itu yang kamu inginkan, aku akan melakukannya demi cintaku padamu, kata cristofer sambil meninggalkan aku."


Aku hanya bisa menangis, melepas itu bukan persoalan yang mudah namun jika itu diperlukan demi suatu kebahagiaan sahabatku maka aku akan melakukannya meski harus aku yang tersakiti kembali.


Akupun kembali ke apartemen dan melanjutkan tulisanku, aku harus bisa menyelesaikannya dalam dua hari, aku harus kembali ke Indonesia. Sampai larut malam aku tetap saja mengetik meski mataku tidak sanggup lagi menahan kantuk. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur dan kembali melanjutkannya besok.


Pagi yang cerah, aku sempatkan menulis puisi perpisahan untuk mereka, karena setelah ulang tahun Aabriella aku akan kembali ke Negara asalku. Setelah membuat puisi aku bermain gitar dan bernyanyi, setelah mandi dan berpakaian aku kembali pergi mencari tempat untuk menulis, setelah hari itu cristofer tidak lagi menghubungiku, aku tahu bagaimana perasaannya, tapi aku yakin lambat laun dia akan bisa menerima Aabriella.


Setelah tulisanku selesai, aku memotret sudut demi sudut di tempat ini, di tengah-tengah aku memotret aku merasakan sakit di perutku, dan aku memutuskan untuk kembali ke apartemen.


Tubuhku melemah, tapi aku harus berkemas semua barang-barangku di apartemen ini. Dan aku juga harus pergi mencari kado untuk Aabrella, aku harus bisa menahan sakitnya perutku. Setelah semua selesai, aku kembali tidur dan berharap besok sakit perutku sudah hilang.


Tapi aku salah sakit perutku bukannya hilang tetapi tambah sakit, dan sudah sampai di kepalaku juga. Bagaimana caranya aku bisa ke pesta Aabriella, dan jika aku tidak pergi pastilah dia akan merasa sangat sedih. Aku pergi ke pesta dengan menahan sakitnya perutku. Disana banyak sekali tamu, namun aku belum juga melihat Aabriella dan cristofer.


Tidak lama seseorang menepuk pundakku, itu adalah Aabriella, dia bersama cristofer.


"Hello Aabriella, happy birthday (halo Aabriella, selamat ulang tahun) kataku."

__ADS_1


"Thank you amel (terima kasih amel), kata Aabriella."


"Because you are already there, now we start the party (karena kalian sudah ada, sekarang kita mulai pestanya) kata Aabriella."


Sekarang waktunya tiup lilin dan mengucapkan suatu permohonan, setelah Aabriella meniup lilinnya, cristofer meraih kedua tangan Aabriella.


"Aabriella, I love you (Aabriella, aku mencintaimu) kata cristofer."


"Cristofer, I love you too (aku juga mencintaimu) kata Aabriella."


Aku ikut merasa bahagia karena cristofer benar-benar melakukan apa yang aku katakan saat bertemu dengannya. Semua orang bertepuk tangan, Aabriella memeluk tubuhku dengan sangat erat, aku tahu betapa bahagianya dirinya bisa mendapatkan sosok yang ia cintai.


Setelah pestanya selesai, dan tinggallah kami betiga di tempat ini.


"Amel, you will come back here right? (amel, kamu akan kembali lagi ke sinikan?) Tanya Aabriella."


"I don't know (aku tidak tahu) kataku."


"Don't forget me, (jangan lupakan aku) kata Aabriella sambil memelukku."


"Cristofer, aku minta kamu jaga Aabriella, kataku."


"Aku akan menjaganya demi dirimu amel, kata cristofer."


"Terima kasih cristofer, kamu telah mengabulkan satu permintaanku, aku harus pergi sekarang, kataku."

__ADS_1


"Bye, see you (selamat tinggal, sampai jumpa) kata Aabriella."


Mereka sudah tidak terlihat lagi dan mereka pasti sudah membaca puisi yang aku buat untuk mereka.


Love story


Aku pernah patah hati


(I've been broken heart)


Aku pernah kehilangan dia yang aku cinta


(I never lost the one I love)


Kembali untuk mencintai sulit bagiku


(back to love is hard for me)


Hidupku seakan hancur


(my life was devastated)


Setelah bertemu mereka hidupku seakan kembali


(after meeting them my life seemed to come back)

__ADS_1


__ADS_2