
Pagi ini seseorang mengetuk pintu apartemenku, aku membuka dan terkejut melihat cristofer.
"Selamat pagi amel, kata cristofer."
"Selamat pagi, kamu mau apa pagi-pagi begini? Tanyaku."
"Kamu tidak perlu banyak bertanya, lebih baik sekarang kamu mandi dan aku akan menunggumu di bawah, kata cristofer."
Akupun menuruti perintahnya, setelah mandi dan berpakaian aku pergi menemuinya di bawah.
"Memangnya kita mau kemana cristofer? Tanyaku."
"Ke jembatan gembok cinta paris, kata cristofer."
"Untuk apa kita kesana? Tanyaku."
"Kamu banyak Tanya, ikut saja denganku, kata cristofer."
Sesampai di jembatan itu, cristofer meminjam gitar dari salah satu pengamen di sana. Lagi-lagi cristofer memintaku untuk bernyanyi. Kali ini aku menyanyikan lagu anji "DIA"
"Amel, kamu tahu alasan mengapa aku membawamu ke tempat ini? Tanya cristofer."
"Aku sama sekali tidak tahu, kataku."
__ADS_1
"Semakin aku mengenal dirimu, aku juga sadar telah jatuh cinta padamu, kata cristofer."
"Tapi, kataku sambil memegang kalung gembok yang dulu andra berikan kepadaku, dan kuncinya ada pada andra, haruskah aku mencoba untuk kembali merasakan cinta? tapi bagaimana jika aku kembali tersakiti?"
"Amel apakah kamu mau menjadi pacarku? Tanya cristofer."
Aku terdiam sesaat dan memutuskan untuk mencoba cinta yang baru lagi.
"Iya aku mau, kataku."
Kami menggembok cinta kami di jembatan paris ini.
Cristofer adalah orang yang baik, sopan dan pandai berbahasa Indonesia, mengapa tidak untuk mencoba memberinya kesempatan. Aku juga sudah seharusnya bisa move on dari masa laluku, aku harus bangkit untuk hidup yang baru. Aku tidak ingin melihat mereka yang ada di sekelilingku merasa khawatir akan diriku.
Sepulang dari jembatan cinta paris, aku menemukan Aabriella berdiri di depan pintu apartemenku. Aku pun mempercepat langkahku menemuinya.
"I'm just waiting for you, by the way, where are you from? (aku hanya sedang menunggumu, ngomong-ngomong kamu dari mana) Tanya Aabriella."
"Pont de I'Archeveche, (jembatan cinta paris) kataku."
"Are you going with a cristofer? (apa kamu pergi dengan cristofer) Tanya Aabriella."
"Yes, I went with him? (iya, aku pergi dengannya) kataku."
__ADS_1
"I'm leaving, sorry for bothering you (aku pergi dulu, maaf karena telah menganggumu) kata Aabriella."
"Wait Aabriella, do you love cristofer? (tunggu Aabriella, apa kamu mencintai cristofer?) Tanyaku."
"Yes, but it looks like he loves you (iya, tapi sepertinya dia mencintaimu) kata Aabriella."
Aku harus bisa mempersatukan mereka, aku tidak ingin Aabriella merasakan apa yang aku rasakan yaitu merasa kehilangan orang yang dia cintai, biarlah aku yang kembali melepaskan demi kebahagiaan Aabriella.
Dia belum biasa merasakannya sedangkan aku sudah dua kali merasakannya, aku lebih berpengalaman dalam menghadapi rasa sakit, aku yakin Aabriella tidak akan kuat menerima sakit dan kenyataan jika aku dan cristofer telah jadian tanpa sepengetahuannya, kataku dalam hati.
Aabriella pergi meninggalkan aku dengan air mata yang mengalir di pipinya. Dia juga gadis yang baik, dia pantas mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.
Tanpa berfikir lagi, aku menelfon cristofer dan memintanya untuk bertemu denganku di cafe itu.
"Hallo, cristofer aku ingin bertemu denganmu di cafe itu sekarang juga, kataku."
"Tapi untuk apa, kita baru saja bertemu, kata cristofer."
"Aku mohon, ini sangat penting cristofer, kataku sambil menutup telfonku."
Aku buru-buru menemui cristofer di cafe itu, sesampai disana ternyata cristofer belum sampai, aku menunggunya dengan memikirkan cara untuk membuat cristofer mengerti.
Tiba-tiba seseorang menutup mataku dari belakang, akupun melepaskan jari-jarinya dari mataku, dan mulai bicara.
__ADS_1
"Cristofer ayo duduk di sana, kataku."
"Kamu ini kenapa, kok kamu berbeda dari biasanya, kata cristofer."