GERIMIS DI MATA HATI

GERIMIS DI MATA HATI
eps.7


__ADS_3

BAB 2


PERMAINAN HATI


"Jelaskan padaku apa yang kamu inginkan karena aku bukan peramal yang bisa menebak semua keinginanmu."


Aku kembali masuk sekolah setelah dua hari aku dirawat di rumah sakit. Tentu itu membuat aku bosan hanya bisa terbaring dan tidak bisa kemana-mana. Hari ini kakek meminta aku untuk naik kendaraan umum saja, karena aku belum bisa terlalu lelah. Sampai di depan gerbang aku bertemu dengan regina dan berjalan bersama menuju kelas. Kely melihatku dan langsung menarik tanganku menjauh dari regina.


"Amel, kamu kenapa jalan dengan regina? Tanya kely."


"Kami berpapasan di gerbang tadi, jadi tidak ada salahnya kalau aku ke kelas dengannya, kataku."


"Tapi...dia itu, kata kely."


"Aku tahu kok, kataku."


"Ya sudah kita masuk ke kelas saja, kata kely."


Kami masuk ke dalam kelas dan ibu yasmin menyusul dari belakang.


"Anak-anak hari ini kita akan pergi ke ruang seni dan kalian akan menunjukkan bakat kalian, bisa memainkan alat musik yang mana, kata ibu yasmin."


"Kely, bagaimana ini, aku tidak bisa bermain alat musik satupun, aku juga tidak pandai bernyanyi, kataku."


"Aku juga sama sepertimu, aku juga tidak bisa bermain alat musik, kata kely."


"Tenang saja pasti banyak juga di antara mereka yang sama dengan kita, kataku."


"Semoga saja, karena jika tidak, maka kita akan dipermalukan, kata kely."


"Ayo ikuti ibu, kata ibu yasmin."

__ADS_1


Sesampai di ruang seni, kami dites satu persatu. Aku dan kely duduk di bangku paling unjung belakang, untuk menghindari menjadi orang pertama. Ternyata regina, dion dan Al pandai bermain alat musik. Regina pandai berpiano, dion pandai bermain drum sedangkan Al pandai bermain gitar. Tibalah giliran kami, kami sama-sama maju ke depan dan menjelaskan pada ibu yasmin bahwa kami tidak bisa bermain musik.


"Ibu, maaf tapi aku tidak bisa bermain alat musik maupun bernyanyi, kataku."


"Jika kalian tidak bisa, lalu apa yang akan ibu nilai dari kalian berdua? Tanya ibu."


"Kami bisa bermain volly kok bu, kata kely"


"Tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran ibu, kata ibu yasmin." Semua yang ada di dalam kelas menertawakan aku dan kely.


Ibu yasmin mengancam jika kami tidak bisa maka kami tidak akan diberi nilai, ibu yasmin memberi usul agar kami belajar dengan teman-teman.


"Kely tidak mungkinkan kalau kita meminta bantuan pada regina, karena sudah jelas dia akan menolak, kataku."


"Yang kamu katakan itu benar, tapi aku juga tidak bisa meminta bantuan dari dion karena aku dan dion ada masalah, kata kely."


"Lebih baik kamu simpan dulu kekesalanmu pada dion, yang terpenting kita bisa belajar, kataku."


"Itu juga tidak mungkin, kamu lihat sendiri Al terlalu diam untuk bisa mengajari kita, kataku."


"Terus bagaimana? Tanya kely."


"Jalan satu-satunya adalah dion, kataku."


"Kenapa harus dia sih, kata kely."


"Sudahlah, ikut denganku, kataku."


Kami pergi menemui Dion setelah pelajaran selesai, kami menemuinya di kantin. Dion tidak sendiri. Dion lagi-lagi bersama dengan seli dan juga gengnya, namun Al dan regina juga ada disana.


"Amel, lebih baik kita jangan kesana, karena ada kak seli dang gengnya terus juga ada regina, kata kely."

__ADS_1


"Jangan takut, mereka tidak akan memakan kita, kataku sambil menghampiri mereka semua."


"Dion, aku mau bicara denganmu, kataku."


"Eh teman-teman cewek cupu seperti dia mau bicara dengan dion, hahaha, kata kak seli."


"Kak seli benar sekali, dia juga suka cari perhatian dengan Al, kata regina."


"Kalau bicara difikir dulu, bukannya kamu ya yang sering cari perhatian di depan Al dan Dion, kata kely."


"Kamu terbawa perasaan ya hahaha? Tanya kak rere."


"Memangnya kamu mau bicara apa denganku? sepertinya serius sekali, kata dion."


"Aku dan kely, mau belajar alat musik denganmu, kataku."


"Kely juga? aku fikir dia masih marah dan tidak mau bertemu denganku lagi, kata dion."


"Seandainya bukan karena nilai, aku juga tidak mau meminta bantuan denganmu, kata kely."


"Sombong sekali kamu, mau dibantu bukannya berterima kasih malah marah-marah, kata regina."


"Kamu diam saja, ini bukan urusan kamu, kata kely."


"Dasar cewek tidak tahu malu, kata regina."


"Kalau bicara hati-hati ya, jangan asal bicara saja, kata kely."


"Memangnya kenapa? kata regina sambil mendorong bahu kely hingga kely terjatuh ke lantai."


"Kamu jangan kasar dong, kataku, sambil membantu kely bangun."

__ADS_1


__ADS_2