GERIMIS DI MATA HATI

GERIMIS DI MATA HATI
eps.3


__ADS_3

"Aku tidak mau pergi dengan kamu, kata kely yang masih kesal dengan dion karena telah menertawakannya."


"Ya sudah kalau tidak mau, kamu naik sepeda saja, kata dion."


"Sudahlah kely, kamu ikut saja dengan dion, agar tugas kita cepat selesai, kataku."


"Tunggu aku tidak terima kalau amel dengan Al, kata regina."


"Lalu amel naik apa kesana? Tanya dion."


"Dia bisa memekai motor milikku, kata regina"


"Bagiku itu tidak masalah, kataku."


Saat kami sudah berada di atas motor, aku melihat motor Al yang mirip dengan motor yang membuatku terkena lumpur tempo hari. "Tunggu sebentar, kataku."


"Apa lagi amel? Tanya dion."


"Al, apa ini motor milik kamu? Tanyaku."


"Ya jelas punya Al, memangnya punya siapa lagi? Tanya kely."


"Ayo jawab Al, kataku."


"Iya, kata al."


"Oh jadi kamu yang tempo hari membuat seragamku terkena lumpur, dan bisa-bisanya kamu tetap terlihat tidak bersalah dan juga kamu tidak meminta maaf kepadaku, kataku."


"Sudah cukup, masalah sepeleh seperti itu saja diperpanjang, lagi pula Al juga tidak sengaja, kata regina."


"Amel, ayolah, sekarang bukan waktunya untuk bertengkar, kata dion."

__ADS_1


Kami pun pergi ke sebuah hutan yang jaraknya cukup jauh, sepanjang perjalanan aku terus saja menggumam dalam batin, ternyata Al tidak sebaik yang aku kira. Dia sombong, mengucapkan kata maaf saja tidak mau, padahal sudah jelas dia bersalah.


Aku tertinggal jauh dari teman-temanku, karena motor regina kehabisan bensin dan aku juga tidak membawa uang sepeserpun. Bagaimana caranya aku bisa mengejar mereka dan bagaimana caranya aku pulang!


Di depan hutan mereka baru menyadari aku tidak bersama mereka. "Amel kemana ya, kenapa belum sampai juga! harusnya dia sampai bersamaan dengan kita, kata kely.


"Jangan-jangan terjadi sesuatu pada amel, kata dion."


"Palingan juga dia kehabisan bensin, kata regina."


"Apa? kamu pinjamkan motor kamu pada amel dengan keadaan bensin sekarat? Tanya kely dengan nada yang sedikit tinggi."


"Memangnya kenapa? dia bisa beli bensin sendirikan, kata regina."


"Kamu keterlaluan sekali, kata kely."


"Jadi sekarang bagaimana? Tanya dion."


"Kenapa bukan kamu saja yang mencari amel? kenapa harus al? Tanya regina."


"Aku tidak tahu jalan di sekitar sini, jika aku yang pergi, kalian akan semakin repot karena harus mencari aku dan amel, kata kely."


"Tidak akan ada juga orang yang mau cari kamu, kata regina."


"Stop! Stop! kalian bisa diam tidak? Al aku juga setuju dengan yang dikatakan kely, kata dion." Akhirnya Al pergi mencariku.


Aku hanya bisa melamun memikirkan nasibku, namun tidak lama sebuah motor menghampiri diriku.


"Motor Al? iya itu motor Al, kataku."


"Ayo naik, kata Al."

__ADS_1


"Kenapa kamu yang datang bukannya kely? Tanyaku."


"Mau naik atau aku tinggal? Tanya Al."


"Tapi motor regina bagaimana? Tanyaku."


"Nanti juga orang bengkel akan mengambilnya, kata Al."


"Oh begitu, kataku."


"Naik atau tidak? Tanya Al sekali lagi padaku."


"Iya, iya, kataku."


Setibanya kami di depan hutan, regina langsung menanyakan motornya.


"Amel, motor aku di mana? Tanya regina."


"Aku sudah menelfon tukang bengkel, kata Al."


"Ya sudah sekarang ayo kita masuk, karena hari sudah semakin gelap." Beruntung karena kami menyiapkan senter dan alat-alat lainnya.


Kami mulai meneliti semua yang ada di hutan ini, mulai dari pohon, daun dan bunga serta jamur liar. Aku kembali berjalan paling belakang, karena aku yang bertugas menulis, dan tentu aku harus berjalan lambat.


"Amel, ayo cepat, apa kamu suka hilang supaya dicari lagi sama Al, kata regina."


"Aku sama sekali tidak pernah berfikir seperti itu regina, mengapa kamu selalu berkata kasar padaku? Memangnya apa yang pernah aku lakukan padamu? Tanyaku."


"Aku hanya kesal melihat wajah kamu yang sok polos itu, kata regina."


"Kalau bicara itu harus dijaga, atau kamu sirik karena amel lebih cantik dari kamu? Tanya kely."

__ADS_1


"Semua orang juga tahu kalau aku lebih cantik dari kalian berdua, kata regina."


__ADS_2