
"Palingan juga dia melakukan itu cuman mau mencari perhatian dengan Al, secara Al pria yang tampan, banyak yang mencari perhatiannya dan termasuk kamu, kata regina."
"Mulut kamu itu benar-benar tidak bisa diam, kata kely."
"Kely, biarkan saja, kataku."
"Aku tidak terima dia bicara seperti itu tentang dirimu, kata kely."
"Oh iya apa ada PR dari sekolah? Tanyaku."
"Ada catatan sejarah, tapi aku belum selesai, soalnya pak toni membacanya terlalu cepat, kata kely."
"Kalau buku aku, dipinjam oleh irfan, kata dion."
"Kalau aku ada tapi, aku tidak mau meminjamkannya pada amel, kata regina."
"Kamu pinjam bukuku saja, sebagai tanda terima kasih aku kepadamu, kata Al."
"Terima kasih kembali, kataku."
"Sudah hampir sore, kami pamit pulang dulu, kata Al."
"Iya kalian hati-hati ya, kataku."
"Tidak perlu sok perhatian kamu, kamu tidak bilang saja kami sudah pasti hati-hati, kata regina."
"Kamu ini, kata kely."
"Kely ! Regina ! stop, kalian ini salalu saja bertengkar, kata dion."
"Regina duluan yang mengajak ribut, kata kely."
"Kenapa jadi aku yang salah ? Tanya regina."
"Memang kamu yang salah, kata kely."
"Dan dion kamu juga salah karena mengizinkannya ikut menemui amel, kamu sudah tahu kalau dia ini suka bicara tanpa berfikir dulu, kata kely."
"Kamu menyalahkan aku juga ? kamu tahu tidak ? kamu itu hanya bisa menyalahkan orang lain saja, kata dion."
__ADS_1
"Aku benar-benar menyesal mengenalmu, awalnya aku fikir kamu itu! kata kely dan berlari meninggalkan mereka yang belum sempat mendengar lanjutan dari perkataan kely."
"Dion, kamu kenapa kasar sekali pada kely, padahal kely itu anak yang baik hati, dia bicara seperti itu demi aku, kataku."
"Kamu diam saja, sudah sakit masih saja genit, kata regina."
"Regina! Cukup, aku sudah terlalu sering mendengarmu berbicara kasar, selama ini aku diam karena masih menghargaimu, tetapi sekarang kamu sudah keterlaluan, kata Al."
"Dion aku minta tolong sama kamu buat cari kely sampai ketemu, kamu kesini bersamanya bukan? berarti kamu juga harus pulang bersamanya, aku takut terjadi apa-apa dengannya, kataku."
"Kely tidak perlu dicari lagian dia juga sudah dewasa buat pulang sendiri, kata regina."
"Tapi mel, kata dion."
"Yang dikatakan amel benar, bagaimanapun kely seorang wanita dan sekarang dia pergi sendiri dalam keadaan yang kurang baik, kata Al."
"Baiklah demi kalian aku akan mencari kely, kata dion sambil pergi meninggalkan yang lain."
(KELY & DION)
Aku merasa sangat sakit hati dengan ucapan dion, meskipun sudah jelas regina yang salah dia masih tetap membela regina dan menyalahkan aku. Apa mungkin dion suka dengan regina? Tapi setahu aku regina menyukai Al. Jika dion benar-benar menyukai regina maka aku akan berhenti berharap dan membuka lembaran baru untuk yang lainnya. Dion juga tidak pernah memikirkan apakah aku sakit hati dengan semua ucapannya atau tidak.
Aku menghilangkan kesalku di taman rumah sakit, aku melihat anak kecil dengan wajah pucat sedang bermain di atas kursi roda, sepertinya umurnya enam tahunan, aku menghampirinya dan bertanya.
"Bintang kak, kata bintang."
"Wah nama yang sangat indah, dan kakak yakin suatu saat nanti kamu juga akan bersinar seperti namamu, kataku."
"Kak penyakit kanker itu apa sih, kenapa saat ibu mendengar dokter bicara tentang kanker ibu langsung menangis? Tanya bintang."
"Bintang, kamu tidak perlu tahu penyakit kanker itu apa, yang terpenting sekarang kamu harus rajin minum obat dari dokter, harus menuruti semua perkataan dokter, kata kely sambil menghapus air matanya."
"Kenapa kakak juga menangis? apa karena penyakit aku itu tidak akan bisa disembuhkan? Tanya bintang."
"Kakak tidak menangis, mata kakak hanya terkena debu, dan siapa bilang penyakit kamu tidak bisa disembuhkan? bisa kok asalkan kamu melakukan semua yang kakak bilang tadi, kata kely."
Tidak lama kami mengobrol, seorang perawat datang dan membawa bintang pergi dari taman.
Dion menyaksikan semua yang aku lakukan bersama bintang tadi, dia baru menyadari jika hatiku benar-benar baik dan penyayang.
__ADS_1
"Kely ! kata dion."
"Mau apa lagi kamu menemuiku? Tanyaku."
"Aku mau minta maaf, aku tahu aku salah, kata dion."
"Aku bisa memaafkanmu, namun ucapan kamu tadi sudah terlanjur menyakitiku, kataku."
"Apa yang harus aku lakukan agar bisa menebus keslahanku? Tanya dion."
"Kamu tidak perlu melakukan apapun, semuanya akan sia-sia, kataku."
"Kalau begitu izinkan aku mengantarmu pulang, kata dion."
"Tidak perlu repot-repot, aku bisa pulang sendiri, kataku."
"Kely ayolah, jika aku tidak pulang bersamamu maka amel dan Al pasti akan marah padaku, kata dion."
"Jadi hanya karena kamu takut, amel dan al akan marah padamu? sampai-sampai kamu bersikeras ingin pulang bersamaku? kataku."
"Bukan seperti itu, kamu ini kenapa sih, kamu cemburu dengan regina? Tanya dion."
"Apa, cemburu? aku tidak akan cemburu dengan orang seperti regina, kataku."
"Jika ini mau kamu, aku juga tidak akan bicara lagi dengan kamu, kata dion yang juga mulai kesal."
Mereka berdua pergi terpisah, kely ke arah selatan dan dion ke arah utara.
"Jika dion benar-benar merasa bersalah pastilah dia mengejarku, aku menunggu dion mengajarku dan menahan diriku, ternyata dugaanku salah, dion tidak mengerjaku."
Dion kembali ke ruangan amel dan menjelaskan semua yang terjadi. Dion membuka pintu dengan wajah murung.
"Assalamualaikum, kata dion."
"Walaikumsalam, jawab kami serentak."
"Dion! Kelynya mana? Tanyaku."
"Maaf mel, kely marah denganku dan tidak ingin pulang bersamaku, kata dion."
__ADS_1
"Dasar cewek tidak bisa ditebak, aku juga bingung yang dia mau itu apa, kata regina."
"Mungkin kely butuh waktu untuk sendiri, kataku."