GERIMIS DI MATA HATI

GERIMIS DI MATA HATI
eps. 13


__ADS_3

BAB 3


CINTA KEDUA


Perjumpaan kembali hadir namun berbeda dengan dahulu kala, meskipun tidak terlalu berbeda jauh.


17 juli 2017


Ketika aku berjalan memasuki gerbang kampus yang terbuka lebar di hadapan mata ini. Aku menghabiskan separuh waktuku di tempat ini. Entah mengapa aku suka berada di sini lebih lama lagi. Gerimis di luaran kampus terlihat sangat indah di mataku, tanpa sadar aku tersenyum tanpa tahu sebabnya. Seseorang menepuk pundakku dan itu membuat lamunanku buyar.


"Amelia aisya putri! Apa ini benar kamu? Tanyanya."


"Iya aku amel, dan kamu kely angelista kan? Tanyaku."


"Iya ini aku kely, kata kely."


"Apa kabar kely, aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu lagi di sini, kataku."


"Aku juga sangat merindukanmu, dan selama kamu ada di bandung aku sangat sepi karena tidak ada dirimu, kata kely."


"Terus Al dan dion kuliah di mana? Tanyaku."


"Mereka juga kuliah di sini meskipun dengan jurusan yang berbeda."


"Benarkah? aku mau bertemu dengan mereka, aku juga sangat merindukan mereka, kataku."


Kely angelista salah satu sahabat sejatiku, aku bertemu dan mulai berteman sejak SMA dan sekarang lagi-lagi kampus kami sama. Ciri khas kely yaitu dia tidak bisa diam, ceria dan suka tertawa.


Aku, Al, Kely dan Dion bersahabat sejak SMA, hari ini kami menyempatkan waktu berkumpul di cafe dekat kampus. Kami duduk berhadapan satu sama lain. Kely dan dion tetap mesrah seperti dahulu meski melihat aku dan Al bagai batu galau. Al sama sekali tidak melirik diriku, mungkin dia masih marah dengan kejadian dua tahun silam. Aku ingin menyapanya namun dia tidak memberiku waktu untuk memulai pembicaraan, dia sibuk dengan laptop dan buku-bukunya. Tidak lama Al pergi meninggalkan kami, aku merasa sangat sedih melihat Al seperti ini.

__ADS_1


"Al, kamu mau kemana? Tanyaku memulai bicara."


"Bukan urusan kamu, kata Al."


"Tapi Al, aku mau bicara dengan kamu, kataku."


"Tidak perlu, kata Al."


"Tapi...Al tunggu, kataku."


Namun Al tetap pergi meninggalkan kami, sepertinya dia tidak senang aku kembali atau sekarang dia sudah punya yang lain. Aku pun bertanya kepada kely dan dion mengenai Al selama aku pindah ke bandung.


"Kely, dion, apa al masih marah denganku atau dia mau melupakan aku karena ada cewek lain? Tanyaku."


"Sejak kamu pindah ke bandung, sikap Al berubah drastis, dia jarang mau berkumpul dengan kami, jika kami tidak mengajaknya, mungkin dia sangat terpukul karena ditinggal kamu, dan asal kamu tahu waktu itu al pergi mengejarmu di stasiun namun dia terlambat, dan untuk dekat dengan cewek lain sepertinya tidak, aku belum pernah melihat Al bersama cewek lain selain dirimu, kata kely."


"Aku juga kurang tahu, sebab al tidak pernah cerita padaku tentang seseorang selain kamu, kata dion."


Sesampai di rumah aku mulai menulis apa yang sedang aku alami hari ini.


Kau tetap ada di dalam sudut hatiku namun perlahan-lahan hatimu semakin berlabuh jauh, apa mungkin kamu merasakan hal yang sama denganku? aku fikir itu tidak mungkin, aku juga sama sekali tidak bisa memahaminya, aku merasa seperti kekasih bayangan yang membayangimu setiap saat.


Lalu aku menyobek kertas tersebut dan melipatnya kemudian aku masukkan kedalam amplop warna merah jambu berlatar hati retak. Kemudian aku simpan kembali ke dalam laci.


"Apa masih tersimpan cintaku di hatimu? apa kamu juga masih ingin hatimu bersamaku? atau mungkin kamu sengaja memberiku penderitaan ini? asal kamu tahu besarnya cintaku melebihi cintamu untukku. Hatiku seolah-olah tenggelam dalam danau air mata."


Sepanjang malam aku memikirkan apa yang sebenarnya membuat Al seperti itu, jika aku yang salah maka maafkanlah aku dan jika kamu salah mengapa kamu tidak meminta maaf?


Aku berusahan menghubungi Al selama aku di bandung namun nomor Al tidak bisa dihubungi dan kely tahu semua itu. Dan sekarang aku mencoba menghubunginya kembali namun tidak ada jawaban dan aku putuskan untuk mengirim pesan padanya.

__ADS_1


"Al aku mau bicara denganmu malam ini di cafe tempat kita jadian dua tahun silam, kataku."


Tidak lama kemudian ada pesan masuk dari Al.


"Baiklah, jam 20:00, kata al."


Akupun bersiap-siap untuk pergi ke cafe itu. Sampai di cafe jarum jam sudah menunjukkan pukul 19:50, aku datang lebih awal, aku menunggu dan terus menunggu namun Al belum juga datang. Sekarang sudah pukul 22:00 dan cafenya sudah tutup dan aku terpaksa menunggu al di luar cafe dengan hujan bersamaku di malam kelabu. Aku kedinginan dan kelaparan karena belum sempat makan, hanya seteguk kopi yang masuk ke dalam tubuhku.


Al datang menghampiriku dan meneduhkan diriku dengan sebuah payung yang ia genggam.


"Mengapa kamu begitu bodoh untuk tetap menungguku, kamu menyiksa dirimu sendiri, kata Al."


"Aku tidak bodoh dan tidak menyiksa diriku, aku lakukan ini demi cintaku, kataku dengan nada dan bibir gemetar."


"Al membawaku menuju mobilnya, dan dia juga memberiku jaketnya agar badanku tidak terlalu dingin."


"Sekarang aku akan mengantarmu pulang, kata Al."


Aku menunjukkan jalan menuju kosanku. Sesampai di kosan aku diam sejenak di dalam mobil Al untuk mengatakan sesuatu.


"Al, apa kamu sudah punya pacar baru? Tanyaku."


"Belum, kata Al."


"Kenapa? Tanyaku."


"Karena aku cinta pada satu wanita yaitu kamu, kata Al."


Aku merasa bahagia dengan ucapan Al, akupun masuk ke dalam kosan dengan wajah ceria. Lalu Al pulang ke rumahnya.

__ADS_1


*****


__ADS_2