
Aku menunggu kely sekitar lima menit, saat kely kembali wajahnya murung entah mengapa gerangan.
"Kely ada apa, mengapa wajah kamu murung? Tanyaku."
"Aku kesal sama kak seli dan gennya, dan juga dion, mereka sengaja menjatuhkan aku lalu menertawakan aku, dan Al juga ada disana namun dia tidak ikut menertawakan aku, dia tetap diam, kata kely."
"Dion? Siapa dion? Tanyaku."
"Dion, orang yang pernah aku ceritakan, kalau aku menyukainya, namun saat tahu sifatnya seperti itu aku jadi merasa salah memilih orang, kata kely."
Kami melanjutkan meminum minuman kami, setelah minuman kami habis datanglah Al dan dion. Mereka kembali dikelilingi oleh gadis-gadis yang ada di dalam kelas, tinggallah aku dan kely yang tidak menghampirinya. Dan bell masuk pun berbunyi saatnya mengganti seragam dengan pakaian olahraga.
Aku dan kely pergi ke loket untuk mengambil baju lalu menggantinya di toilet. Saat sampai di loker aku mencari-cari kunci lokerku namun aku tidak menemukannya, mungkin tertinggal di kelas.
"Kely aku ke kelas dulu ya, aku lupa membawa kuncinya, kataku."
"Oke, jangan lama-lama, kata kely."
Akupun berlari ke kelas, sampai di kelas aku langsung meraih tasku dan mencari kuncinya, dan benar saja aku menyimpannya di tasku. Aku mengambilnya lalu kembali menemui kely. Kely sudah menungguku lama di sana.
"Ayo cepat ganti pakaianmu, tinggal kita berdua saja yang belum ke lapangan, bisa-bisa kita tidak diikutkan, kata kely."
"Iya, kamu benar, tunggu sebentar aku akan ganti pakaianku, kataku."
Kely terus saja mengetuk pintu toiletnya, dan itu membuatku semakin panik, karena takut tidak akan diperbolehkan ikut olahraga, dan bukan hanya itu, kely juga tidak bisa ikut karena menunggu diriku.
Selesai mengganti pakaian aku menarik ganggang pintu namun aku tidak bisa membukanya, akupun teriak memanggil kely.
"Kely, kely, aku tidak bisa membuka pintunya, kataku."
"Apa? bagaimana bisa? Tanya kely."
__ADS_1
"Aku tidak tahu mengapa, tapi coba kamu yang buka dari luar, kataku."
Saat kely hendak membuka, kely membaca kertas yang tertempel di daun pintu toilet itu.
"Amel, kamu masuk toilet yang pintunya sedang rusak, kata kely."
"Bagaimana sekarang, aku sulit bernafas di dalam sini, kataku."
"Tunggu sebentar aku akan mencari bantuan, kata kely."
Kely mencari bantuan, dia berlari menuju lapangan dan menemui guru olahraga kami yaitu pak rafi.
"Pak, pak tolong, kata kely dengan nada yang tidak beraturan."
"Kamu ini kenapa, bicara yang jelas, jangan membuat kami panik, kata pak rafi."
"Begini pak, temanku amel terkunci di dalam toilet dan dia sulit bernafas di dalam, kami tidak melihat kalau ternyata pintu toiletnya sedang rusak, kata kely."
Pak rafi langsung mendobrak pintunya hanya dengan dua kali percobaan, aku yang sudah banyak menghabiskan oksigen hanya bisa terduduk di sudut toilet. Pak rafi membawaku keluar, dan kely yang membantuku ke UKS. Aku masih beruntung karena saat terkunci aku bersama dengan kely. Aku tidak tahu bagaimana jadinya diriku jika tadi aku tidak bersamanya.
Setelah istirahat sejenak di UKS aku kembali ke kelas, "Assalamualaikum, bu. Kataku"
Semua yang ada di dalam kelas serentak menjawab salamku.
"Apa kamu sudah merasa lebih baik? Tanya ibu santi (guru ipa)."
"Iya bu, kataku."
"Kalau begitu duduklah, kata ibu santi."
Anak-anak sebelum kita mengakhiri pelajaran kita siang ini, ibu akan membagi kelompok untuk tugas alam. Kelompok 1 : rian, ayu, sari, indah, dan irfan. Kelompok 2 : amel, dion, kely, regina dan Al. Dan untuk kelompok seterusnya. Aku dan kely tidak menyangka akan satu kelompok dengan dion dan Al.
__ADS_1
Setelah ibu santi keluar, aku, kely, regina, dion dan Al berbincang untuk menentukan tempat untuk penelitian alam sebentar sore. Kami sepakat untuk berkumpul di depan sekolah jam 16:00. Dan bell pulang pun berbunyi, aku dan kely pulang bersama, meski hanya sampai di gerbang sekolah, karena arah rumah kami berbeda.
Sesampai di rumah, nenek memintaku untuk mengganti seragamku dan makan bersama kakek dan nenek.
"Kakek, nenek, sebentar sore aku harus pergi kerja kelompok sama teman-temanku, kataku."
"Memangnya kamu mau kerja kelompok apa? Tanya nenek."
"Kerja kelompok tentang alam, kataku."
"Maksud kamu, kamu akan ke hutan? Tanya kakek."
"Mungkin, kataku."
"Kamu harus hati-hati saat masuk ke dalam hutan, dan ingat jangan sampai kamu terpisah dengan teman-teman kamu, kata kakek."
"Iya kakekmu benar, kata nenek."
"Siap komandan, kataku sambil hormat kepadanya."
"Ya sudah ayo cepat habiskan makananmu, kata nenek."
Setelah makan dan sholat, aku pergi mandi dan berpakaian. Kemudian aku pamit pada kakek dan nenek. Aku menggayung padel sepedaku dengan sedikit lebih cepat, sampai disana, ternyata tinggal aku yang mereka tunggu. Tapi hanya aku yang bersepeda, mereka punya motor.
"Bagaimana caranya kita ke hutan itu? Tanyaku pada kely."
"Aku tidak tahu, karena tadi aku hanya diantar oleh ayahku, kata kely."
"Jadi, kita akan naik sepeda kesana? Tanyaku pada kely."
"Tenang saja, ada tiga motor disini, kalian bisa ikut salah satu dari kami, kata dion."
__ADS_1
"Kely denganku, dan amel dengan Al, kata dion."