GERIMIS DI MATA HATI

GERIMIS DI MATA HATI
eps.24


__ADS_3

"Aku tidak bisa menerimanya, kata andra."


"Tapi kenapa, aku mohon cerita padaku, jika kamu sedang ada masalah."


"Aku rindu kamu yang dulu ceria dan jahil, dan aku sedih kamu yang sekarang galak dan tidak bisa aku mengerti, kataku."


"Aku mohon berhenti bicara, dan pergi dariku sekarang juga, kata andra."


"Baik, aku akan pergi, tapi satu hal yang perlu kamu ingat, aku sangat mencintai dirimu dan menerima kekuranganmu, aku terima diperlakukan seperti ini, kataku sambil meninggalkan mereka."


"Andra apa tadi yang kamu lakukan itu tidak terlalu kasar padanya? Tanya dion."


"Itu agar dia semakin membenci diriku dan mau meninggalkan aku, aku sadar itu terlalu berlebihan dan aku juga sakit saat mengatakan semua itu padanya, kata andra."


"Aku benar-benar kasihan pada amel, apa salahnya sehingga ia harus merasakan kehilangan untuk kedua kalinya, cintanya begitu tulus namun balasannya tidak pernah selaras dengan semua pengorbanannya, kata kely."


Tuhan telah mempertemukan aku dengannya dalam waktu singkat di sisa hidupku, dan yang aku sesali mengapa Tuhan memberikan semua ini disaat aku benar-benar mencintai gadis itu. Jika nanti aku pergi, aku akan menjadi malaikat yang menemani langkahnya dalam bentuk bayangan.


*****


Aku sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dalam hidupku, semuanya perlahan-lahan menjauh dariku. Hanya tinggal kely dan dion yang masih bersamaku namun aku tidak tahu jika suatu saat nanti mereka juga menjauh. Jika itu benar terjadi, siapa yang akan menemaniku melewati semua takdir ini?


Aku tidak sengaja bertemu andra kembali di dalam kelas, dia begitu cuek padaku hingga tidak ada senyum bahkan matanya terlihat sangat hitam. Aku sempat takut melihatnya seperti ini, namun aku juga tidak berani bertanya karena aku tahu jika dia hanya akan memarahiku.


Aku mengikutinya yang keluar di saat aku ingin masuk ke dalam kelas, aku khawatir akan terjadi sesuatu padanya. Dia berjalan ke arah gudang kampus, aku bingung apa yang akan dia lakukan di sana sendiri. Andra berhenti tepat di depan pintu gudang itu dengan tangan mengepal lalu ia memukul pintu tua dan memukulkan kepalanya di pintu itu.


Aku tidak tega melihatnya seperti itu, tangannya sudah terluka dan juga tubuhnya mulai melemah.


"Andra hentikan, aku bilang hentikan, jangan menyakiti dirimu sendiri, kataku."


Setelah mendengar suaraku andra menatapku dengan tatapan tidak berdaya, aku sempat takut melihatnya berjalan ke arahku karena aku fikir dia akan memukulku namun tidak, dia justru memeluk diriku dan menangis membasahi pundakku, dan seketika pula andra tekapar di lantai, karena aku tidak kuat menahan tubuhnya.


Aku segera berlari meminta pertolongan, dan aku kembali pada Al, setelah kembali aku tidak lagi menemukan dirinya, apa mungkin dia tersadar lalu pergi? atau seseorang telah membawanya pergi? Aku semakin merasa panik dengan keadaan andra.


*****


Setelah hari itu aku tidak lagi melihat andra di kampus. Kely dan dion memberitahu aku bahwa andra pergi ke singapore, dion dan kely tidak tahu pasti alasan andra pergi ke Singapore bersama orang tuanya. Yang membuat aku sedih adalah aku sama sekali tidak tahu andra akan pergi, dia juga tidak memberitahukan aku.


"Kamu harus menunggu andra kembali, kata dion dan kely."


"Tetapi apa yang akan andra lakukan disana, dan mengapa dia harus disana, ada aku disini yang bisa menemaninya. Aku akan membatu menyelesaikan masalahnya, kataku."

__ADS_1


"Kamu tidak akan bisa menyelesaikan masalahnya kata dion."


"Mengapa begitu? Tanyaku."


"Karena masalahnya begitu berat, aku pun tidak bisa menyelesaikan masalahnya, kata dion."


"Kita akan menunggu andra, jika andra tidak kembali maka kita yang akan kesana, kata kely."


"Aku setuju, kata dion."


Aku pergi meninggalkan mereka berdua untuk pergi ke perpustakaan dan membaca buku, untuk menghilangkan penat hari ini. Dan juga berfikir mencari alasan andra harus pergi ke Singapore meninggalkan aku.


Setiap hari aku tidak fokus pada yang membawakan materi di kelas, karena fikiranku hanya tertuju pada andra yang pergi jauh tanpa kabar darinya. Hariku dipenuhi dengan penantian akan sosoknya kembali bersamaku.


Hidupku semakin kelam, karena aku merasakan masa lalu aku yang juga ditinggal ke luar negeri, aku takut jika andra juga dijodohkan dengan wanita lain disana.


Berhari-hari aku menunggu kabar darinya namun satupun tidak ada, dia juga tidak pernah menelfonku. Aku hanya ingin tahu keadaanmu yang terlihat parah saat itu, aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa.


Berminggu-minggu aku lalui namun aku belum juga mendapat kabar darimu, sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan disana sehingga kamu rela membiarkan aku menunggu kamu. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa di sini tanpa hadirmu.


*****


4-Apr-18


Dan setelah semua ini selesai aku juga akan berpisah dengan kely dan dion. Mereka akan melangsungkan pernikahan mereka seminggu lagi dan setelah itu mereka akan pindah ke London. Sedangkan aku akan tetap menunggu andra di Indonesia.


Seminggu kemudian hari pernikahan kely dan dion telah di depan mata. Begitu banyak tamu undangan yang menyaksikan cinta mereka, aku berharap bertemu andra disini, pasti dia akan datang di pesta pernikahan sepupunya. Selesai sudah pernikahan mereka namun andra belum juga terlihat.


Aku kembali menemui dion dan kely untuk mengajaknya ke singapore menemui andra.


"Dion, kely, kalian masih ingatkan, waktu itu kalian pernah bilang jika andra tidak kembali maka kita yang akan kesana, dan sekarang aku ingin besok kita pergi menemuinya, kataku."


"Kami juga berfikiran hal yang sama denganmu, besok kita akan pergi ke singapore menemui andra demi kamu"


Aku bahagia karena mereka menepati janjinya padaku, dan aku juga bahagia akan bertemu dengan andra disana.


Setelah aku pulang dari pernikahan kely dan dion, aku mulai berkemas untuk besok berangkat ke Singapore, aku akan bertemu andra disana, dan pasti dia akan sangat terkejut melihat kedatanganku.


Esok harinya kami pergi ke bandara menuju singapura, setelah sampai di bandara singapore aku mengajak dion dan kely untuk membeli kue untuk andra terlebih dahulu, aku memilihkan kue yang sangat indah untuknya.


"Dion, kely, sebelum kita menemui andra, kalian harus menemaniku ke toko kue untuk andra, kataku."

__ADS_1


Dion dan kely yang mendengar ucapanku terlihat sedih bukan bahagia.


"Baiklah jika itu yang kamu mau, kata dion."


Mereka pun menemaniku membeli kue special untuk andra. Setelah membeli kue, dion mengantar kami ke tempat andra berada, tempat yang sangat jauh dari perkiraanku. Dan yang aku herankan mengapa dion membawa kami ke rumah sakit.


"Untuk apa kita ke rumah sakit? Tanyaku."


"Di sini tempat andra, andra yang selama ini berjuang melawan tumor yang menggerogoti tubuhnya, dia tidak pernah memperlihatkanmu jika dia sedang kesakitan maka dia hanya akan meninggalkanmu tanpa harus kamu tahu mengapa, kata dion sambil menangis."


"Apa? mengapa kalian tidak memberitahukan kepadaku? mengapa kalian lagi-lagi harus menyembunyikan hal besar seperti ini dariku? kataku."


"Antar aku pada andra sekarang, andra sangat membutuhkan aku saat ini, kataku."


Setelah sampai di depan kamar andra dirawat, aku semakin menangis melihatnya terbaring lemah tidak berdaya dengan alat-alat medis di tubuhnya. Aku masuk dan menemuinya, terlihat keluarga andra terus menangisi anak mereka.


Aku menggenggam tangan andra yang mendingin serta memucat, aliran darah mulai tidak terliat.


"Mengapa kamu melakukan ini padaku? aku tidak bisa menemanimu dalam perjuanganmu melawan sakit. Bangunlah dan lihat aku ada bersamamu disini, aku juga membawakan kamu sebuah kue yang aku beli sepenuh hati untukmu. Lihatlah aku yang kamu tinggalkan sebulan lebih lamanya, sekarang aku sudah sarjana dan gelar sarjanaku juga untukmu.


Aku akan menunggumu dan menemanimu untuk menyelesaikan kuliahmu. Dan kamu juga masih memakai kalung kunci itu, dan hanya kamu yang bisa membuka kunci hatiku. Dan apa kamu lupa hari ini? hari ini adalah hari dimana kita genap sebulan pacaran."


Tidak ada respon sama sekali dari andra, aku melihat andra kejang-kejang, aku sangat takut terjadi apa-apa dengan andra, semua yang ada di ruangan ini panik, kami diminta untuk keluar dari ruangan ini, agar dokter dapat dengan leluasa memeriksa andra. Aku melihat sudut mata andra meneteskan air mata, aku sangat ingin menghapus air mata itu namun aku tidak bisa masuk.


Selama dokter memeriksa andra aku tidak henti-hentinya berdoa pada Tuhan untuk kesembuhan andra. Setelah beberapa menit dokter keluar dan memberitahu bahwa mereka tidak bisa menyelamatkan andra. Seketika aku menjatuhkan kue yang kugenggam saat mendengar semua pernyataan dokter. Aku berlari masuk menemui andra dan menggerak-gerakkan tubuhnya.


"Andra bangun, bangun dan lihat aku disini, aku ada disini bersamamu, kamu harus bangun, kita akan kembali ke Indonesia bersama tapi bukan dalam keadaan seperti ini."


"Amel tenang dan ikhlas kan andra pergi dengan tenang, kata kely sambil memelukku."


"Tapi mengapa semua ini terjadi padaku kel, aku sudah kehilangan Al dan sekarang andra juga meninggalkan aku. Aku harus apa sekarang? semuanya sudah hancur, aku tidak punya harapan lagi, kataku."


"Tidak amel, kamu masih punya aku dan dion yang bersamamu, kata kely."


"Tidak, kalian sudah menikah dan akan pindah ke London, setelah itu aku dengan siapa? Tanyaku."


Kely dan dion tidak bisa menjawab pertanyaan terakhirku.


Andra berhasil membuatku terluka untuk yang kedua kalinya. Entah apa yang harus aku katakan pada takdirku yang tidak adil. Siapa yang tahu kemana aku akan mengeluh. Air mataku sudah memenuhi sudut mataku.


Entah setelah semua ini, aku masih mampu untuk mencintai atau tidak. Pasalnya aku sudah cukup merasa kehilangan mereka yang menemani aku selama ini. Mereka berdua sama-sama pergi meninggalkan pilu dalam diriku. Memberiku kenangan yang manis lalu kenangan pahit.

__ADS_1


Aku tidak henti-hentinya menangisi kepergian andra sampai pemakaman andra selesai, aku memeluk nisannya, aku sedih semua ini terjadi padamu dan bukan aku. Aku harus melanjutkan hidupku sendiri lagi tanpa kamu di sisiku.


Setelah semua kejadian itu, aku memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan pergi menjelajahi dunia semauku. Aku ingin semua masa lalu bisa aku lupakan dan aku harus bisa mencapai cita-citaku, karena aku yakin kamu juga akan bahagia di sana saat aku sukses.


__ADS_2