GERIMIS DI MATA HATI

GERIMIS DI MATA HATI
eps.5


__ADS_3

"Al dan dion hanya tersenyum melihat mereka."


"Eh teman-teman coba lihat, siapa gadis yang bersama pangeran-pangeran kita, kata seli."


"Bukannya dia, orang yang waktu itu tersungkur ke lantai ya? Tanya rere."


"Benar sekali, gadis yang tidak tahu malu, kata fatin."


"Jangan fikir karena kalian senior terus kalian bisa menindas junior kalian seenaknya, kata kely."


"Berani-beraninya kamu membentak senior, kata seli."


"Memang kalian pantas dibentak, karena kalian juga tidak menghargai kami sebagai junior, kata kely dan pergi meninggalkan mereka."


"Kely tunggu! kata dion."


"Apa? kamu juga mau menindasku? kalian itu tidak jauh berbeda, kata kely."


"Bukan seperti itu, tapi, kata dion."


"Tapi apa? kamu juga pernah ikut menertawakan aku waktu itu, kata kely."


"Soal yang waktu itu aku minta maaf, aku menyesal, kata dion."


"Sudahlah, aku mau kembali ke kelas, kata kely."


"Aku ikut denganmu, kata dion."


Dion dan Al ikut bersama kely kembali ke kelas. Tidak lama setelah pelajaran kimia, bell pulang berbunyi. Kami bergegas untuk pergi ke alamat rumah amel namun lagi-lagi ada regina.


"Kalian mau kemana? sepertinya buru-buru sekali, Tanya regina."


"Kami mau ke rumah amel, kata dion."

__ADS_1


"Aku boleh ikut tidak? Tanya regina."


"Tidak boleh, kata kely."


"Boleh...boleh, kata dion."


"Tapi, kata kely."


"Kely ayo naik, kata dion."


"Aku tidak mau, aku sama Al saja, kata kely."


"Memangnya kenapa? Tanya dion."


"Kamu sama regina saja, kata kely."


"Kamu marah ya? Tanya dion."


"Tidak, aku hanya kesal saja, kata kely."


"Assalamualaikum, kata kely"


"Walaikumsalam, kata seseorang di dalam sana."


"Iya, ada apa kemari? Kalian mencari siapa? Tanya nenek."


"Begini nek, kami mencari amel, ini benar rumah amel? Tanya kely."


"Iya benar, tapi amel sekarang ini ada di rumah sakit, nenek baru mau kembali ke rumah sakit, kata nenek."


"Apa! amel di rumah sakit? memangnya amel sakit apa nek? dan bagaimana keadaannya sekarang? Tanya kely."


"Kely tanyanya satu-satu, nenek jadi bingung mau jawab yang mana dulu, kata dion."

__ADS_1


"Kata dokter di dalam tubuh amel ada racun, dan katanya besok juga amel sudah bisa pulang, kata nenek."


"Kalau begitu sekarang kita pulang saja, kata regina."


"Kalau kamu mau pulang, pulang saja, kata kely."


"Kely jaga bicaramu, kata dion."


"Kamu kenapa marah sama aku, sudah jelas ucapan regina lebih kasar dari ucapan aku, kalau kamu mau pulang juga tidak apa-apa, kamu terus saja membela regina, kata kely."


"Sudahlah, lebih baik sekarang kita ke rumah sakit saja, kata Al."


Sesampai di rumah sakit, nenek menunjukkan ruangan tempat aku dirawat.


"Amel ! amel, bagaimana keadaanmu sekarang ? Tanya kely."


"Aku sudah tidak apa-apa kok, kamu tenang saja, besok juga aku sudah pulang, kataku."


"Bagaimana bisa aku tenang saja melihat keadaanmu seperti ini."


"Ini jadi pelajaran buat kamu, supaya kamu tidak perlu sok menjadi pahlawan, kata regina."


"Kamu lebih baik diam, ini rumah sakit, aku tidak mau ribut dengan kamu di tempat seperti ini, kata kely."


"Terserah aku, aku mau bicara apa juga bukan urusan kamu, kata regina."


"Regina bisa tidak sekali saja tutup mulutmu, kata Al."


"Tapi Al, kata regina."


"Kamu dengarkan kata Al, kata kely."


"Mel, terima kasih karena telah menolongku semalam dan akibatnya kamu harus terbaring di rumah sakit, kata Al."

__ADS_1


"Iya sama-sama, kataku."


__ADS_2