
Seperti yang Debby harapkan kini akhirnya ia kembali ke dunia manusia. Tak hanya itu, akhirnya kini ia bisa kembali untuk kuliah. Setelah berbagai kejadian yang menimpanya dan membuatnya tak kuliah dalam berapa waktu kini akhirnya ia bisa menghirup aroma segar.
Namun kini ia tak sendiri. Ada Anna yang juga akan kuliah bersama nya. Meskipun mereka berbeda tingkatan namun mereka mengambil jurusan yang sama.
“Putri Mahkota aku pergi dulu, kau berhati-hati lah. Jika terjadi sesuatu panggil saja Putra mahkota,” ucap Anna dengan senyuman lebar nya yang kini malah membuat Debby meringis mendengar panggilan Anna kepadanya.
“Jangan memanggilku dengan panggilan seperti itu di sini Anna. Kau akan membuat orang lain memandangmu aneh. Kau bisa memanggil kami dengan nama,” ucap Debby memperingati Anna. Anna tampak bingung namun akhirnya ia hanya mengangguk saja. Meskipun itu terasa aneh dan tak sopan untuknya. Namun kini ia berada di dunia yang berbeda dengan nya. Jadi jika ia tak mau dianggap aneh maka ia harus mengikutinya.
Sebelumnya ia memang belum pernah ke dunia manusia dan ia pertama kali nya ia pergi ke dunia manusia. Jujur saja sebenar nya Debby begitu takut meninggalkan Anna tanpa pengawasan. Namun ia juga harus kuliah. Kini ia hanya bisa untuk mencoba percaya pada gadis itu.
“Kalau begitu aku pergi dulu. Terima kasih Debby,” ucap Anna yang Debby balas dengan anggukan dan senyuman.
Setelahnya Debby memilih untuk segera menuju ke ruang dosen untuk menemui dosen pembimbing nya. Mengingat ia sudah meninggalkan kuliah nya dalam beberapa waktu. Entah bagaimana nasib tugas juga skripsinya itu. Namun bisa Debby tebak. Kini ia akan dimarahi habis-habisan oleh dosen pembimbing nya.
Mengingat itu Debby hanya bisa menghela nafasnya kasar. Baru saja Debby akan pergi suara seseorang yang sudah begitu ia kenal dan begitu ia kenali kini memanggilnya begitu keras.
“Debby,” teriak orang tersebut yang sontak membuat Debby tersenyum melihat nya lalu merentangkan tangannya ke arah anita yang kini berlari ke arah nya itu.
Namun bukannya pelukan yang ia terima melainkan sebuah pukulan dan hal itu membuat Debby memelototkan matanya. Namun pada akhirnya wanita di depannya itu memeluknya dengan begitu erat.
“Kemana saja kau pergi? Aku begitu mengkhawatirkanmu, kau tahu,” ucap wanita itu dengan kekesalannya. Bahkan matanya kini sudah berkaca-kaca menatap sahabatnya yang kini akhirnya kembali dengan keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
“Kau tahu aku mengalami kecelakaan bersama Luis,” ucap Debby menjelaskan pada sahabatnya yang tak lain adalah Elice.
“Benarkah? Apa kau baik-baik saja? Lalu mengapa bisa kini Luis malah bertunangan dengan kakak mu? Tunggu kau tahu mereka juga akan segera menikah dua hari lagi,” ucap Alice beruntun seolah tak memberikan kesempatan pada sahabatnya itu untuk menjawabnya.
Debby menghembuskan nafasnya kasar. Ia baru tahu jika mantan kekasihnya juga kakak tirinya itu akan menikah. Namun entah mengapa saat mendengarnya tak ada lagi rasa sakit yang Debby rasakan. Ia seolah bisa menerima nya dengan baik.
“Benarkan mereka akan menikah?” tanya Debby yang kini malah membuat sahabatnya itu terkejut mendengar pertanyaan Debby.
“Kau tak tahu?” tanya Alice yang Debby balas dengan gelengan karena jelas ia tak mengetahuinya.
“Aku sudah tak tinggal dengan mereka. Kau tahu Luis lupa ingatan karena kecelakaan yang kita alami. Dan selama itu Laura yang merawatnya hingga Laura berpura-pura menjadi kekasihnya. Saat aku kembali ke rumah setelah sadar dari koma aku malah disambut dengan pertunangan mereka. Jadi aku memutuskan untuk segera pergi,” jelas Debby pada sahabatnya itu yang terlihat semakin terkejut mendengar penjelasan Debby.
“Kau koma? Lalu dimana sekarang kau tinggal? Kau baik-baik saja? Jika kau tak memiliki tempat tinggal, tinggallah bersama ku,” ucap Alice dengan begitu khawatir pada sahabatnya itu yang membuat Debby tersenyum senang karena nyatanya masih ada manusia yang peduli padanya. Ia beruntung memiliki sahabat seperti Alice.
“Benarkan?” tanya Alice memastikan. Ia takut jika sahabat nya itu membohonginya karena tak ingin merepotkannya.
“Benar Alice. Aku bahkan akan segera bertunangan,” ucap Debby dengan senyumannya yang membuat sahabat nya itu kini memelototkan matanya mendengar ucapan Debby.
“Kau bercanda?” tanya Alice dengan tak percaya. Ia jelas tahu jika sahabatnya itu tak memiliki laki-laki lain selain Luis. Ia begitu mencintainya namun mengapa tiba-tiba sekarang Debby mengatakan jika ia akan bertunangan?
“Tentu saja tidak. Bahkan aku akan menikahi seorang pengusaha terkaya di negara ini. Kau akan terkejut,” ucap Debby sambil tertawa dan meninggalkan sahabatnya itu yang kini semakin menatap Debby tak percaya.
__ADS_1
“Kau sedang membohongi Debby. Hey, kemari kau. Katakan yang sejujurnya. Jangan coba-coba untuk kabur,” teriak Alice yang kini mengejar Debby namun Debby malah semakin berlari juga meninggalkan Alice yang masih mengejar nya.
“Sepertinya koma membuat otakmu bermasalah Debby,” teriak Alice lagi yang malkah semakin membuat Debby tertawa mendengar ucapan tersebut.
“Katakan lah sesukamu, tapi aku memang mengatakan yang sejujurnya,” teriak Debby yang kini sudah membalikkan tubuhnya dan berjalan menghadap ke belakang sambil mengejek ke arah sahabatnya itu.
“Pengusaha mana yang kau maksud?” tanya Alice yang kini akhirnya mulai semakin penasaran pada Debby. Debby yang mendengar nya hanya terkekeh.
“Eric,” ucap Elice yang kini memelototkan matanya. Ia tidak salah dengar? Sahabatnya dengan Eric?
“Bukan Eric yang ada di pikiran ku buka?” tanya Elice masih berusaha untuk realistis. Karen jelas ia mengetahui dengan jelas Eric yang ada di pikirannya bukanlah laki-laki yang mau untuk dengan seoarang gadis.
“Aku rasa itu adalah Eric yang ada di pikiran mu,” ucap Debby dengan senyuman bangga nya yang kini malah membuat Elice berkali-kali membelalakkan matanya tak percaya mendengar ucapan sahabatnya itu.
“Kau bercanda,” ucap Elice dengan senyuam tak percaya nya yang malah membuat Debby meledakkan tawanya melihat ekspresi sahabat nya itu.
“Maka aku akan mengenalkan mu pada nya agar kau percaya,” ucap Debby yang kini semalkin membuat Elice terkejut.
Setelah beberapa aktu tak bertemu dengan sahabat nya itu dan ia mendapatka kabar buruk tentang hubungan sahabatnya dengan mantan kekasih nya. Kini Elice malah mendapatkan kavar yang begitu mengejutkan seperti ini. Sangat sulit untuk di percaya.
“Sudah puas berbicara nya? Bukakah kau harus melakukan bimbangan? Dan apa kau bisa melihat jika berjalan seperti itu?” tanya seseoarang di belakang Debby yang kini sontak membuat Debby membalikkan tubuhnya. Mata nya langsung menbola saat melihat laki-laki di belakang nya ityu., Tak hanya Debby. Elice bahkan kini juga di buat terkejut melihat nya.
__ADS_1
***