Ghost Husband

Ghost Husband
Σαράντα επτά


__ADS_3

Debby kini membalikkan tubuhnya saat mendengar suara seseorang yang kini menyapa indra pendengarannya. Wajah nya yang sudah terlihat begitu menyedihkan kini semakin cemberut saat melihat laki-laki yang kini berjalan di depannya itu.


“Apa yang kau lakukan di sini? Pergi lah,” ucap Debby dengan kekesalannya yang kini memilih untuk kembali membalikkan tubuhnya dan kembali menghadap ke luar kamar nya.


Laki-laki yang tak lain adalah Eric itu kini menghembuskan nafasnya melihat istrinya yang tengah marah pada nya itu. Eric berjalan ke arah Debby dengan begitu pelan lalu segera memeluk istrinya itu. Namun Debby kini langsung menghempaskan tangan Eric.


“Jangan menyentuhku. Harusnya kau sekarang bersama dengan selir mu itu, untuk apa kau ke sini? Aku tak membutuhkanmu lagi,” ucap Debby dengan kekesalannya. Debby kini kembali membalikkan tubuhnya lalu ia menatap Eric dengan tatapan kesal nya. Mendengar ucapan wanita nya itu Eric merasa begitu bersalah.


“Aku bisa menjelaskannya sayang, semua tidak seperti yang kau pikirkan,” ucap Eric dengan tatapan bersalah nya pada Debby yang kini malah berdecih mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Aku sama sekali tidak peduli,” ucap Debby yang setelahnya ia segera berjalan ke arah ranjang nya dan kini ia merebahkan tubuhnya di kasur king size nya.


Eric segera berjalan ke arah wanita nya itu. Mendekatkan dirinya pada Debby lalu ia segera ikut merebahkan tubuhnya di samping Debby. Memeluk wanita nya itu dari belakang. Namun lagi-lagi kini Debby menoleh nya.


Tak ingin lagi mendapatkan penolakan dari wanita yang begitu ia cintai itu. Eric segera membalikkan tubuh Debby lalu mencium wanita nya itu dengan ganas. Debby beberapa kali menolak nya namun Eric malah terus saja memaksa nya.


Pada akhirnya ia memilih menyerah dan membiarkan Eric melakukan apa yang laki-laki tersebut inginkan. Lagi pula kini ia juga sudah terbungai dengan apa yang Eric lakukan. Untuk kali ini biarkan saja ia kalah dengan nafasnya namun tidak untuk lain kali.


Ia benar-benar akan tinggal di tempat ini tanpa peduli dengan Eric dan tak ingin bersama dengan laki-laki itu lagi. Ia hanya akan tinggal sebagai Putri mahkota atau bahkan ratu sebelum akhirnya ia bisa melarikan diri dari dunia ini.

__ADS_1


***


Keadaan ruang makan istana kini sudah lengkap dengan anggota keluarga inti. Hanya Debby dan Eric yang kini belum datang. Namun mereka cukup memaklumi. Mereka mengira jika Eric kini masih berada di kediaman Selir dan Debby yang masih bersedih.


“King,” panggil Arthur pada Fred yang membuat Fred kini segera menoleh ke arah Arthur yang kini tengah memberi hormat padanya.


“Tolong katakan pada Putra mahkota setelah sarapan untuk segera menemui ku di ruangan ku. Ada yang ingin aku bahas dengannya tentang Putri mahkota,” ucap Fred pada Arthur yang kini menaikkan sebelum nya mendengar ucapan Fred.


Jadi Fred tadi memanggil nya untuk ini? Tadi Fred memang memanggil Arthur, ia pikir ada hal penting yang ingin disampaikan oleh raja nya itu.


“Putra mahkota sebentar lagi juga akan turun bersama putri mahkota, King. Apa saya masih harus menyampaikannya?” tanya Arthur pada Fred yang kini mengerutkan kening nya mendengar ucapan Arthur begitu juga dengan shirley yang kini juga mengerutkan kening nya dengung mendengarnya.


Arthur yang mendengar ucapan ratu nya itu menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Kini ia malah bingung harus menjelaskannya seperti apa karena ia takut jika ucapannya malah membuat putra mahkota nya menjadi bersalah.


“Aku tidak bersama selir Mylen, aku bersama dengan Putri Mahkota,” ucap Eric yang kini datang bersama dengan Debby yang berjalan di depannya dengan kekesalannya. Terlihat dengan jelas kini begitu banyak tanda kemerahan di leher Debby. Melihat itu kedua orang tua Eric menggelengkan kepalanya namun mereka tak bisa lagi untuk memaksa Eric melakukan apapun. Eric sudah menyetujui untuk menikah saja sudah bagus untuk mereka.


Jika mereka terus memaksa Eric, mereka malah malah memberontak.


“Baiklah, silahkan duduk. Kita sarapan dulu. Setelah ini kita keruangan ku,” ucap Fred yang kini membuat semua orang yang berada di sana menganggukkan makannya.

__ADS_1


Shirley menoleh ke arah Debby sebentar. Ia tahu, pasti saat ini wanita tersebut sedang berada dalam suasana hati yang tidak baik. Pikirannya kini pasti masih memikirkan tentang Eric yang memiliki selir. Shirley pernah ada di posisi ini jadi ia tahu bagaimana perasaan gadis tersebut.


“Debby, ingin berjalan-jalan dengan Mom?” tanya Shirley setelah mereka selesai dengan makananya. Debby yang mendengar hal tersebut segera menoleh ke arah Shirley sebelum akhirnya ia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Shirley.


“Ayo kita pergi,” ajak Shirley pada Daddy yang kini segera pergi bersama dengan Shirley. Melihat hal tersebut Eric menghembuskan nafasnya kasar. Kini Debby masih saja marah padanya karena masalah selir. Entah bagaimana caranya untuk meyakinkan Debby.


Sepertinya saat ini ia harus menjelaskan semua nya pada Debby. Agar tidak ada lagi kesalahpahaman di antara mereka. Ia benar-benar tak tahan jika harus terus di diam kan oleh Debby seperti ini.


Shirley dan Debby kini tengah berjalan-jalan di sekitar istana. Banyak pelayan yang menunduk saat melihat Ratu juga Putri mahkota mereka itu.


“Kau pasti kecewa bukan, karena Eric akhirnya memiliki selir?” tanya Shirley saat mereka kini memilih untuk duduk di paviliun yang berada di tengah danau.


“Mom mengerti perasaanmu, Mom juga pernah ada di posisi mu. Namun pada akhirnya tak ada yang bisa kita lakukan,” lanjut Shirley lagi yang membuat Debby kini segera menoleh ke arah wanita cantik tersebut dengan tatapan sendunya. Jika ia di ingatkan tentang tersebut selalu saja membuat Debby merasa kembali di lukai.


“Percayalah Debby, ini bukan yang Eric inginkan. Dia tidak menginginkannya, lihat saja bahkan saat malam pertama nya dengan selir nya dia malah datang pada mu, itu membuktikan jika dia tak menyukai selir itu. Yang ada di hatinya hanya lah dirimu nak,” ucap Shirley yang kini berusaha meyakinkan Debby dan menguatkan menantunya tersebut.


“Mom tahu pasti sulit untuk mu sekarang menerima semua ini. Namun kau harus tetap kuat nak. Dan kau harus membuat Eric terus mencintai mu, jangan biarkan dia berpaling dari mu. Kehidupan di istana begitu rumit dan berat Debby, jadi kau harus bisa bertahan dengan memiliki seseorang yang kuat untuk mu,” ucap Shirley yang kini kembali memberikan kekuatan juga nasihat pada menantunya itu.


“Tak semua Putri mahkota atau ratu seberuntung dirimu Debby, lihat saja aku. Pada akhirnya ayah Eric juga memiliki anak dengan wanita lain. Aku sadar semua ini karena aku yang tak bisa menahan nya hanya untuk ku. Dan saat aku sadar kini akhirnya aku hanya menyimpannya hanya untuk ku, membuat nya terus merasa nyaman dengan ku,” lanjut Shirley memberikan saran pada Debby yang kini terlihat sedang memikirkan ucapan Shirley yang sepertinya memang ada benar nya juga, namun tetap saja untuk sekarang ia masih marah dan kesal pada Eric. Untuk saat ini ia masih ingin menenangkan perasaannya lebih dulu, nanti jika ia sudah membaik mungkin ia akan bisa untuk memaafkan Eric dan kembali bersama dengan Eric lagi.

__ADS_1


“Mom yang terbaik untuk kalian,” ucap Shirley dengan senyumannya sambil mengelus punggung Debby yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan ibu mertuanya itu.


__ADS_2