Ghost Husband

Ghost Husband
είκοσιεφτά


__ADS_3

Debby kini masih saja terdiam di tempatnya sambil menatap pada penampilannya yang malam ini terlihat begitu cantik. Rambut nya yang indah kini di tata begitu rapi yang semakin menambah kesan cantik pada gadis dengan dress panjang berwarna biru muda itu.


Malam ini ia akan menghadiri pesta pernikahan Louis dan Laura, namun sampai saat ini ia masih begitu ragu untuk datang ke pernikahan itu. Entah apakah hatinya akan siap melihat laki-laki yang dicintainya kini akan menikah dengan wanita lain.


“Kau sudah siap?” pertanyaan itu membuat Debby segera menoleh ke arah sumber suara dan ia mendapati Eric yang kini di belakang nya dengan setelan jas rapi berwarna biru yang senada dengan dress miliknya.


“Apa kau harus datang?” tanya Debby yang kini kembali bertanya pada Eric dengan tatapan memohonnya. Ia berharap Eric bisa mengerti jika ia tak ingin untuk datang ke acara itu.


“Ya kau harus datang, karena ini juga adalah acara keluarga mu,” ucap Eric dengan begitu santainya yang malah membuat Debby kini menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan laki-laki itu namun seperti nya memang ia harus pergi ke acara itu.


“Ayo kita berangkat,” ajak Eric sambil mengulurkan tangannya pada Debby. Debby lebih dulu menarik nafas nya dalam sebelum akhirnya menerima uluran tangan laki-laki itu dan segera pergi dari kamar mereka.


Saat mereka melewati ruang keluarga, dapat mereka lihat. Anna yang kini tengah belajar bersama dengan Athur tentang benda-benda elektronik juga isi benda itu dengan Athur yang mengajarkannya pada Anna.


“Eh, kemana kalian akan pergi? Apa kalian tak akan mengajak ku?” tanya Anna dengan begitu antusias nya saat melihat Debby yang kini sudah tampil begitu cantik dan serasi dengan Jas yang digunakan oleh Eric.


“Aku akan menghadiri acara pernikahan kakak Debby. Kau di rumah saja bersama Artur,” ucap Eric yang kini segera pergi dengan membawa Debby. Anna yang mendengar itu memelototkan matanya. Ia begitu senang dengan pesta karena akan banyak makanan enak namun Eric kini malah tidak mengajaknya.


“Putra mahkota, ajaklah aku bersamamu,” ucap Anna yang kini sudah mengikuti di belakang Eric dengan tatapan memohonnya namun Eric kini seolah tak peduli.


“Tidak. Kau diam saja di rumah bersama dengan Arthur. Atau jika ingin kau bisa kembali ke dunia immortal,” ucap Eric dengan begitu santainya.

__ADS_1


Mereka kini sudah sampai di depan mansion dengan mobil yang sudah menunggu mereka. Anna yang mendengar ucapan kakaknya itu hanya bisa memberengut kesal dan juga tak terima. Kakaknya itu memang begitu susah sekali untuk di bujuk. Sikapnya itu memang seringkali membuat orang di sekitar nya kesal.


“Kau memang menyebalkan Putra mahkota,” kesal Anna yang setelahnya segera masuk kembali ke dalam rumahnya bersama dengan Arthur yang mengikutinya. Sedangkan Eric dan Debby kini sudah masuk ke dalam mobil.


“Kau bisa saja mengajak nya Eric,” ucap Debby pada Eric yang kini menjawabnya dengan gelangan.


“Tidak. Dia akan merepotkan,” ucap Eric dengan acuh yang membuat Debby hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Eric.


Selama di perjalanan Eric terus saja menggenggam tangan Debby seolah memberikan kekuatan karena ia bisa merasakan kegelisahan yang Debby rasakan.


“Percayalah semua akan baik-baik saja. Kau aman bersama ku,” ucap Eric dengan begitu lembut nya pada Debby yang kini seolah berhasil membuat detak jantung Debby berpacu dengan kecepatan tak seperti biasanya.


“Tidak, ada yang aneh dengan ku,” rutuk Debby dalam hatinya. Karena jelas ia tak bisa mengatakannya secara langsung pada Eric.


“Tidak,” ucap Debby berusaha untuk menyembunyikannya dari Eric yang hanya bisa menganggukkan kepalanya karena ia tak bisa untuk memaksa Debby untuk mengatakannya jika Debby tak ingin.


Hingga tak lama mereka akhirnya sampai di sebuah gedung yang digunakan sebagai tempat acara pernikahan itu. Di depan sudah banyak wartawan yang bersiap dengan kamera nya, mencari objek terbaik dan berita heboh yang akan dikeluarkan untuk membuat portal berita mereka memiliki banyak pengunjung.


“Percaya lah pada ku,” ucap Eric meyalinkan Debby saat tangan gadis itu semakin berkeringat saat mereka sudah sampai di depan gedung.


Debb menoleh ke arah Eric dengan tatapan lembutnya yang dibalas dengan tatapan tak kalah lembut oleh Eric. Senyuman laki-laki itu mengembang berusaha untuk menenangkan Debby. Debby menarik nafasnya dalam sebelum akhirnya menjawabnya dengan anggukan.

__ADS_1


Setelahnya mereka segera keluar dari dalam mobil Eric. Debby menggandeng tangan Eric memasuki gedung tersebut. Namun baru saja mereka keluar dari mobil. Banyak kamera yang langsung mengarah pada mereka mengingat Eric memang adalah pengusaha yang begitu terkenal dan pengusaha terkaya yang begitu berpengaruh.


“Tuan apakah kalian tinggal bersama? Mengapa kalian bisa datang bersama? Bukankah ini acara pernikahan kakak Nona Deborah?” tanya wartawan pada mereka saat mereka kini berdiri di depan para wartawan untuk melakukan sesi foto.


“Ya, kami sudah tinggal bersama. Dan kami juga akan segera menikah. Bukankah itu tidak masalah jika tinggal bersama?” tanya Eric dengan seringainya yang membuat para wartawan saling berebut untuk membidik mereka dan membuat berita tentang apa yang Eric katakan.


“Tuan, kapan kalian akan menikah?” tanya wartawan lainnya pada Eric.


“Bulan ini dan dalam waktu dekat. Kami sedang mempersiapkannya,” ucap Eric dengan senyumannya lalu mencium Debby yang langsung membuat para wartawan berebut untuk menangkap pemandangan di depannya itu.


Setelahnya Eric segera mengajak Debby untuk masuk ke dalam tempat Acara masih dengan Deby yang kini tak bisa untuk mengontrol detak jantung nya sendiri karena apa yang baru saja Eric lakukan padanya.


Rasanya kini wajahnya sudah memerah dan memanas karena Eric yang malah menciumnya di depan umum. Ia rasanya begitu malu namun entah mengapa senyumannya malah mengembang seolah ia senang atas apa yang Eric lakukan.


“Tidak. Apa yang terjadi pada ku?” tanya Debby pada dirinya sendiri sambil menggelengkan kepalanya.


Eric yang berada di samping Debby bahkan bisa mendengarnya. Atau memang indra pendengaran lucifer itu yang tajam karena Debby pun sudah mengatakannya begitu pelan. Eric yang mendengarnya hanya tersenyum senang karena Debby yang kini seolah sudah menyukainya.


‘Kau baik-baik saja?” tanya Eric yang kini lebih seperti sedang menggoda Debby. Debby segera menoleh ke arah Eric dengan tatapan kesalnya yang malah membuat Eric tersebut melihatnya.


“Kau sangat menyebalkan Eric,” kesal Debby yang lebih memilih untuk pergi dari sana meninggal Eric yang kini malah terkekeh melihat tingkah Debby yang menurutnya begitu menggemaskan itu.

__ADS_1


***


__ADS_2