
“Eric kenapa dunia berputar? Apa kau baru saja membuat ku memutari dunia?” tanya Debby dengan begitu heboh nya pada Eric yang kini menghembuskan nafasnya kasar sambil memijat kening nya setelah ia melemparkan Debby ke ranjang mereka.
Sedari perjalan ke rumah mereka. Debby tak ada hentinya berbicara. Gadis tersebut malah menjadi gadis yang begitu bawel. Bahkan Eric sampai pusing sendiri melihat nya. Walau terkadang ia juga tersenyum melihat tingkah gadisnya itu yang begitu menggemaskan.
“Ayo aku akan membantumu untuk membersihkan wajah mu,” ucap Eric pada Debby yang kini masih saja berdiri di atas ranjang mereka.
Eric yang berada di bawah segera menggapai tangan Debby membawanya untuk mendekat ke arah nya lalu memerintahkan Debby untuk duduk. Gadis itu hanya menurut saja. Lalu Eric segera berjalan ke arah meja rias untuk mengambil pembersih wajah milik Debby.
Setelah mengambilnya kini Eric kembali ke arah Debby yang kini sudah merebahkan tubuhnya dengan kepalanya yang kini telah berada di pinggir ranjang.
“Eric mengapa kau berdiri dengan terbalik?” tanya Debby dengan tatapan polosnya pada Eric yang kini hanya menggelengkan kepalanya sambil melihat tingkah gadisnya itu. Lalu ia duduk di samping Debby dan mulai membersihkan wajah gadisnya itu.
“Eric, apa kau dulu pernah bekerja di salon?” tanya Debby pada Eric yang membuat Eric menaikkan sebelah alisnya sambil menggelengkan kepalanya.
“Kenapa kau begitu pintar membersihkan wajah ku?” tanya Debby lagi dengan tatapan seriusnya.
“Tak perlu keahlian khusus hanya untuk membersihkan wajah, Debby,” ucap Eric dengan begitu lembut pada Debby yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Eric.
Baru saja Eric selesai dengan tugas nya, Debby segera bangun dari posisinya saat merasakan mual di perut nya. Eric yang melihat nya mengerutkan kening nya bingung namun akhirnya ia tetap saja menuju ke arah kamar mandi untuk melihat apa yang terjadi dengan gadisnya itu.
“Kau baik-baik saja?” tanya Eric pada Debby dengan tatapan khawatirnya. Debby menoleh ke arah Eric setelah selesai membersihkan mulut nya.
__ADS_1
“Perut ku sangat mual,” ucap Debby dengan tatapan sendu nya ke arah Eric.
“Ayo aku bantu menuju ranjang. Aku akan membuatkan jeruk hangat,” ucap Eric yang setelah nya langsung membantu Debby untuk membawa laki-laki itu menuju ke arah ranjang mereka.
Setelah nya ia menuju ke arah dapur untuk membuat minuman hangat bagi Debby. Namun saat kembali ke kamarnya ia dibuat terkejut melihat Debby yang kini duduk di tepi ranjang sambil menyelimuti seluruh badannya dan kini tengah menangis.
Eric yang terkejut melihat hal itu langsung mendekat ke arah Debby dan duduk di hadapan gadis tersebut dengan tatapan bingung nya.
“Debby, kau baik-baik saja? Mengapa menangis?” tanya Eric dengan begitu lembut nya pada Debby. Ia tak ingin untuk melukai perasaan wanita di depannya itu.
“Aku hanya sedih karena saat melihat Laura dan Luis menikah aku sama sekali tidak bersedih. Aku hanya bingung dengan keadaan ku. Mengapa aku sudah tidak mencintai nya lagi?” tanya Debby yang kini semakin mengeraskan tangisnya. Eric yang mendengar ucapan Debby bahkan dibuat melongo mendengar nya.
“Bukankah itu bagus? Kau sudah tak mencintai nya dan kau bisa mulai mencintai ku,” ucap Eric pada Debby yang kini menggelengkan kepalanya.
“Siapa yang peduli, kita akan segera menikah jadi kau tak perlu memikirkan itu,” ucap Eric sambil mengelus puncak kepala Debby dengan begitu lembut nya.
“Yang perlu kau tahu dan yang perlu kau ingat hanya. Aku mencintai mu dan kau mencintai ku,” tegas Eric pada Debby yang kini menatap Eric dengan tatapan seriusnya. Eric menangkup wajah gadis tersebut dan menatapnya lembut.
“Kau mencintai ku?” tanya Debby pada Eric memastikan.
“Tentu saja,” ucap Eric dengan senyumannya yang mengembang dengan begitu sempurna. Mendengar hal tersebut Debby ikut mengembangkan senyumnya lalu memeluk Eric dengan begitu erat yang juga Eric balas dengan sebuah pelukan.
__ADS_1
Lama Eric memeluk Debby, hingga ia tak merasakan pergerakan pada gadis itu membuat Eric mengerutkan keningnya bingung lalu setelah nya ia segera melepaskan pelukannya dengan memegang bahu Debby. Hingga laki-laki itu terkekeh melihat Debby yang ternyata sudah tertidur.
Eric segera mengangkat Debby untuk membenarkan posisi tidur gadis tu. Setelah selesai ia memilih untuk menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya setelah selesai ia segera berjalan ke arah ranjang dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Debby. Memeluk gadisnya itu dalam tidur nya.
***
Debby mengerjapkan matanya beberapa kali saat merasakan pusing dikepalanya. Perut nya kini juga terasa begitu berat. Namun baru saja ia menoleh ke arah perut nya ia menyadari jika kini ternyata yang membuat perut nya begitu berat adalah keberadaan tangan Eric yang masih memeluknya.
Debby membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan Eric. Senyumannya mengembang saat melihat wajah tampan yang kini tertidur di samping nya itu.
“Sudah puas melihat ku hm?” tanya Eric tanpa membuka matanya namun seringainya terlihat begitu jelas di ajag tampan laki-laki tersebut.
Debby yang mendengarnya memelototkan matanya tak percaya melihat Eric yang ternyata sudah bangun. Merasa salah tingkah Debby memilih untuk mengabaikannya dan lebih memilih untuk segera turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi. Melihat Debby tang salah tingkah Eric hanya tersenyum mengejek.
Di dalam kamar mandi kini Debby berusaha untuk mengontrol detak jantung nya yang sudah berdetak dengan tidak beraturan. Tidak. Ada yang salah dengan perasaan. Debby menarik nafasnya dalam berusaha untuk mengontrol dirinya sendiri.
“Lebih baik aku segera membersihkan tubuh ku. Sial efek mabuk tadi malam masih terasa, aku begitu menyesal menikmati tontonan itu sampai lupa hingga terlalu banyak minum,” ucap Debby dengan helaan nafas kasar nya. Merutuki dirinya sendiri.
Namun tak lama akhirnya ia segera menyelesaikan kegiatan mandi nya. Setelah selesai Debby segera berjalan ke luar kamar mandi menuju ke arah kamar nya dan bisa ia lihat Eric yang kini terlihat begitu sibuk dengan iPad nya.
“Hari ini kau ke kampus bersama Anna dan Arthur. Aku harus kembali ke kerajaan, ada yang harus aku selesaikan,” ucap Eric pada Debby saat melihat kedatangan gadis itu. Debby yang mendengar nya mengerutkan kening nya bingung sebelum akhirnya menjawabnya dengan anggukan.
__ADS_1
Mengabaikan Eric. Kini Debby lebih fokus untuk bersiap karena ia harus segera ke kampus.
***