Ghost Husband

Ghost Husband
Πενήντα δύο


__ADS_3

Tatapan Debby kini begitu lurus menatap ke arah depannya. Mengarahkan tangannya dengan pandangan nya yang begitu fokus. Debby membacakan mantra pada bunga yang mati di depannya lalu ia segera mengarahkan tangannya pada bunga tersebut. Hingga bunga tersebut kembali hidup dengan suburnya.


“Kau sangat cepat mempelajari banyak hal Debby,” ucap Shirley dengan senyumannya yang kini tengah menemani Debby untuk melatih kekuatannya.


Selama dua minggu ini, Debby benar-benar dilatih dengan begitu keras nya. Namun saat di pagi hari, ia begitu menyukai latihannya. Karena saat pagi ia akan dilatih ilmu sihir nya. Dan ia begitu takjub dengan dirinya sendiri yang bisa menguasai sihir.


“Putri, Anda memang memiliki kekuatan yang begitu besar,” ucap Meylen pada Debby yang membuat Debby tersenyum mendengar nya. Selama dua minggu ini hubungannya dengan Meylen sudah membaik dan mereka sudah semakin dekat.


Tak ada lagi rasa kesal yang Debby rasakan saat bertemu dengan Meylen karena Meylen memang benar-benar gadis yang baik.


“Tapi kau tak bisa untuk langsung puas Debby. Kau adalah Sorcerer dan Wizard kau harus mempelajari semua ilmu sihir, dan ini baru awal untuk mu,” ucap Shirley pada menantunya itu yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Shirley.


“Hari ini ayahmu juga akan datang untuk melatih mu,” ucap Shirley yang kini membuat Debby membelalakkan matanya tak percaya mendengar ucapan ibu mertuanya itu.


“Anda serius, Mom?” tanya Debby pada Shirley yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Melihat reaksi Debby yang begitu senang, Shirley mengelus puncak kepala Debby dengan begitu lembut nya.


“Aku jadi tidak sabar,” ucap Debby dengan senyuman senang nya yang membuat Shirley ikut tersenyum.


“Meylen, aku harap kau bisa bekerja sama dengan baik kali ini,” ucap Shirley pada Meylen mengingatkan gadis itu tentang perjanjian mereka saat ayah Debby datang. Meylen yang mendengar ucapan Shirley menganggukkan kepalanya. Mereka memang sepakat menyembunyikan identitas Meylen sebagai Selir Eric saat ada Pater, jelas semua ini agar Pater tidak membawa Debby untuk pergi.


“Latihannya cukup sampai sini dulu. Kalian kembalilah ke kamar kalian,” ucap Shirley pada kedua menantunya itu yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Shirley.


***

__ADS_1


“Bagaimana masalah salju di perbatasan Werewolf dan vampir. Apa semua sudah teratasi?” tanya Fred saat sidang kerajaan kali ini.


“Sampai saat ini masih belum teratasi King, banyak para werewolf yang kelaparan karena tak ada nya makanan, juga banyak yang mengalami penyakitin yang entah disebabkan oleh apa, King,” ucap Miguel menyampaikan info yang ia ketahui tentang apa yang terjadi pada kedua wilaya makhluk immortal tersebut.


“Belakang ini mereka juga mengalami sengketa king, antara Werewolf dan Vampir yang saling mementingkan wilaya mereka sendiri,” ucap Miguel lagi yang kini membuat Fred terdiam memikirkan solusi yang harus diambil untuk mengatasi masalah yang terjadi pada dua kerajaan yang berada di bawahnya itu.


“Putra mahkota kau datang lah untuk menyelesaikan sengketa antara dua bangsa itu, dan Putra kedua kau ikut lah bersama dengan Putra mahkota dan bawa lah bantuan pangan dan sandang. Putra agung kau juga ikut lah bersama dengan kedua kakak mu,” ucap Fred pada ketiga anaknya itu. Ia kini ingin melihat apa solusi yang akan diambil oleh anaknya yang akan meneruskan tahta nya itu.


“Baik King,” ucap ketiga putra nya itu dengan kompak.


“Kita selesaikan sampai di sini untuk rapat nya,”ucap Fred yang setelah nya segera bangun dan pergi dari sana. Semua yang berada di ruangan sidang sontak menunduk hormat sampai Fred pergi dari sana.


“Putra mahkota, apa kau akan mengajak kakak ipar ikut denganmu?” tanya Edwin pada kakaknya itu yang kini menoleh ke arah Edwin dengan tatapan berpikirnya. Ia juga bingung harus membawa Debby atau tidak. Ia tidak bisa meninggalkan Debby begitu saja di istana, namun ia juga tidak bisa untuk membawa Debby karena terlalu berbahaya untuk membawa istrinya itu.


“Lihat lah, sepertinya mertua mu sudah datang kak,” ucap Edwin saat mereka melewati tempat Debby berlatih dan di sana terlihat kini Debby kini tengah berlatih dengan Pater dengan senyuman bahagianya.


“Aku pergi dulu kak,” ucap Edwin pada kakaknya itu sambil menepuk pundak Eric lalu setelah nya ia segera pergi. Dan Eric kini segera menuju ke arah istri dan mertuanya itu.


Senyumannya mengembang melihat Debby yang kini terlihat tersenyum dengan begitu lebar nya saat melatih ilmu nya dengan Pater.


“Papa, Putri mahkota,” salam Eric pada kedua orang yang tengah berlatih itu. Mendengar ucapan Eric, Debby segera menoleh ke arah suaminya itu. Begitu dengan Pater.


“Anda sudah lama datang, Pa?” tanya Eric pada mertuanya itu yang menjawab nya dengan anggukan.

__ADS_1


“Sudah waktunya makan siang, lebih baik kita makan lebih dulu,” ajak Eric pada kedua orang di depannya itu yang kini menjawabnya dengan anggukan.


Hingga akhirnya mereka berjalan bersama menuju ruang makan untuk makan siang bersama.


***


Eric dan Debby kini tengah berada di kamar mereka untuk istirahat siang. Eric kini menyandarkan kepalanya pada kepala ranjang dengan Debby yang kini meletakkan kepalanya di dada Eric sambil memeluk suaminya itu dengan begitu erat.


“Sayang, satu minggu kedepan aku harus menuju ke perbatasan utara. Kau akan di jaga oleh Mom dan Dad di sini, jaga dirimu baik-baik selama aku pergi,” ucap Eric memberitahu istrinya itu jika selama beberapa hari ia akan pergi.


Debby yang mendengar ucapan suami nya itu membelalakkan matanya. Dengan segera ia bangun dan menatap suaminya itu dengan tatapan tak percayanya.


“Kau tak akan mengajak ku?” tanya Debby pada Eric dengan wajah cemberut nya yang membuat Eric kini menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan istrinya itu.


“Tidak bisa sayang. Di sana kini tengah menghadapi bencana, jadi aku tak bisa untuk mengajak mu,” ucap Eric dengan tatapan penuh bersalah nya pada Debby yang kini semakin mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Eric.


“Bawalah aku bersamamu Eric, siapa yang tahu jika aku bisa membantumu. Aku mohon,” ucap Debby pada Eric dengan tatapan memohonnya yang membuat Eric kini malah tak tega melihat tatapan istrinya itu yang kini bahkan seperti tengah berkaca-kaca.


“Baiklah, namun jika kau merasa tak nyaman kau bisa meminta pulang. Dan jangan pergi jauh dari ku,” peringat Eric pada istrinya itu yang kini langsung mengembangkan senyumnya mendengar persetujuan dari Eric.


“Baik,” ucap Debby dengan begitu semangat nya menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Eric.


“Sekarang kau istirahat lah. Nanti aku akan meminta pelayan untuk membantumu membereskan pakaian mu dan kita bisa pergi besok,” ucap Eric pada Debby yang kini kembali menganggukkan kepalanya. Setelah nya ia segera memejamkan matanya untuk beristirahat sambil memeluk Eric dengan begitu erat nya.

__ADS_1


***


__ADS_2