Ghost Husband

Ghost Husband
Πενήντα ένα


__ADS_3

Mentari kini bahkan masih belum menampilkan dirinya. Namun Eric kini malah sudah membangunkan Debby dengan paksa. Sesekali laki-laki-laki tersebut mencium wajah Debby mengganggu tidur pulas wanita nya itu.


Melihat Debby yang tak juga kunjung membuka matanya. Eric dengan segera bangun dari posisinya lalu dengan segera ia membuka selimut Debby dan membangunkan wanita nya itu. Menarik tangan Debby agar kini wanita nya itu bisa duduk.


“Bangunlah sayang, mulai sekarang kau harus segera berlatih,” ucap Eric pada Debby sambil menggendong Debby menuju kamar mandi meskipun kini Debby masih juga tak membuka matanya.


“Eric aku masih begitu mengantuk,” ucap Debby dengan gerutunya pada Eric yang kini tetap saja menggendong nya menuju kamar mandi. Lalu segera mendudukkan ke arah sebuah kursi yang berada di sana menghiraukan gerutuan Debby.


“Eric, kau sungguh jahat. Aku masih ingin tidur,” ucap Debby pada Eric yang kini malah sudah mengganti bajunya dengan baju mandinya yang tipis. Lalu ia kembali menggendong Debby. Dan membawanya menuju ke arah tempat mandi mereka yang begitu besar yang kini sudah di tambahkan  bunga juga aroma terapi.


“Tidak bisa sayang, mulai sekarang kau harus mulai berlatih dengan giat,” ucap Eric mengingat kan wanita nya itu yang membuat Debby kini mendengus kesal. Namun selama mereka mandi kini Debby hanya diam saja sambil memejamkan matanya untuk melanjutkan tidur nya membiarkan Eric yang kini memandikannya.


“Sayang, hey bangunlah,” ucap Eric sambil menepuk pipi Debby yang saat ini malah tertidur. Melihat wanita nya itu yang tengah tertidur membuat Eric terkekeh. Melihat bagaimana menggemaskannya wanita nya itu di saat seperti ini. Debby benar-benar begitu menggemaskan saat ini.


“Bahkan saat sedangkan mandi kau bisa tertidur, apa kau sangat mengantuk hm?” tanya Eric dengan senyumannya saat melihat wanita nya itu yang kini tengah tertidur. Begitu menggemaskan, pikir Eric dengan senyumannya.


“Sayang bangun lah,” ucap Eric dengan senyumannya sambil menciumi wajah Debby yang membuat wanita itu merasa terganggu. Hingga akhirnya ia membuka matanya dan melihat ke arah Eric dengan tatapan mengantuknya.


“Sudah?” tanya Debby pada Eric yang kini terkekeh sambil menganggukkan kepalanya.


Debby yang mendengar ucapan Eric segera bangun dan berjalan keluar dari bak mandinya itu, Dan kini ia berjalan menuju ke arah ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Eric yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya sambil mengikuti wanita nya itu menuju ke arah ruang ganti.

__ADS_1


Setelah selesai mengganti pakaian, mereka segera memasuki kamar mereka lagi dengan Debby yang kini duduk di meja rias nya untuk memakai make up tipis nya.


“Jadwal mu untuk hari ini,” ucap Eric sambil memberikan sebuah iPad untuk Debby. Debby yang melihat nya segera mengambilnya untuk melihat jadwalnya hari ini. Hingga ia memelototkan matanya saat melihat jadwal latihannya yang begitu pada. Bahkan jam istirahat siang nya jini hanya dua jam saja dan setelah itu ia harus berlatih bela diri dengan Eric.


"Kau tak salah?" Tanya Debby dengan tatapan tak percayanya pada Eric yang kini hanya tersenyum sambil mengedikkan bahunya.


"Ayo aku akan menemani mu berolahraga," ucap Eric pada Debby yang kini hanya mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Eric. Padahal kini ia ingin untuk tidur sepuasnya namun Eric malah memaksanya untuk berolahraga.


“Apa tidak bisa di tunda dulu?” tanya Debby pada Eric dengan tatapan memohonnya yang membuat Eric menggelengkan kepalanya. Debby menghembuskan nafasnya kasar lalu ia segera untuk ikut keluar dari kamar nya bersama dengan Eric.


“Ini biasanya dijadikan tempat berlatih para prajurit,” uap Eric memberitahu Debby saat mereka kini sudah sampai di lapangan yang begitu luas yang merupakan tempat berlatih para prajurit kerajaan Eric.


“Ayo lari, aku akan menemani mu,” ajak Eric sambil menarik tangan Debby yang membuat Debby segera mengikutinya meskipun dengan malas.


“Tiga,” ucap Eric tegas yang sontak membuat Debby membelalakkan mata nya sambil menghentikan lari nya.


“Kau bercanda?” tanya Debby dengan tatapan kesalnya pada Eric yang kini ikut menghentikan langkah nya sambil menggelengkan kepalanya.


“Tidak,” ucap Eric dengan begitu santainya yang kini membuat Debby menganga mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Tidak, itu di namakan pembunuhan berencana, Eric,” ucap Debby pada suaminya itu yang kini malah terkekeh mendengar ucapan istrinya yang begitu hiperbola tersebut.

__ADS_1


“Lari saja dulu sayang, jika nanti kau lelah maka kau bisa untuk beristirahat,” ucap Eric pada istrinya itu yang kini hanya bisa menghembuskan nafasnya sambil menganggukkan kepalanya.


Setelahnya Debby memilih untuk segera berlari dengan ditemani oleh Eric. Hingga setelah dua kali putar akhirnya Debby memilih untuk istirahat. Lapangan tersebut begitu besar jadi tak salah jika hanya dua kali putaran saja Debby sudah merasa begitu lelah.


“Aku sudah lelah,” ucap Debby sambil menyelonjorkan kakinya. Eric yang melihat nya kini juga ikut duduk di samping Debby.


“Ayo bersihkan tubuh dulu dan berganti pakaian. Setelah itu sarapan dan setelah nya kau harus berlatih dengan Mylin juga Mommy,” ucap Eric pada Debby yang kini menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan Eric.


“Aku tak ingin berlatih. Aku ingin menjadi manusia saja,” ucap Debby dengan merengek pada Eric yang kini hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan wanita nya itu.


“Kau tidak bisa lagi untuk bersembunyi sayang. Jadi sekarang kau harus mulai berlatih untuk melindungi dirimu sendiri. Dan lagi, jika kau salah menggunakan kekuatan mu itu bisa membahayakan diri mu sendiri,” ucap Eric menjelaskan pada Debby yang kini tampak menatap Eric dengan tatapan lelah nya.


“Sudah lah, ayo. Aku akan menggendong mu, menuju kamar,” ucap Eric pada Debby  yang kini langsung merentangkan tangannya pada Debby untuk meminta digendong. Eric yang melihat nya segera membawa Debby ke dalam gendongannya hingga kini wanita tersebut terlihat seperti bayi dalam gendongan Eric.


“Yang mulia,” ucap seorang perempuan yang kini menunduk hormat pada Eric saat ia baru saja melangkah keluar dari lapangan tersebut.


“Ada apa Mylin? Kami akan sarapan lebih dulu. Setelah itu baru kau bisa melatih nya bersama dengan Ratu,” ucap Eric pada Mylin yang kini berdiri di depannya. Mendengar nama yang tak asing di telinga nya. Debby segera menoleh sekilas ke arah Mylin.


“Baik Yang Mulia,” ucap Mylin sambil tersenyum.


Meskipun Debby sudah mendengar semua kebenarannya dari Eric namun tetap saja pada akhirnya Debby masih merasa kesal dengan gadis itu. Eric yang menyadari raut wajah Debby yang sudah berubah hanya menggelengkan kepalanya. Memaklumi saja tingkah wanita nya itu.

__ADS_1


Mylin yang melihat keharmonisan sepasang semua itu merasa iri karena ia harus menjadi selir dari laki-laki yang tak dicintai juga tidak mencintainya. Ia ingin segera terbebas agar ia bisa memiliki dunia nya sendiri dan mencari cinta sejatinya sendiri.


***


__ADS_2